RINDU MENGALAMI KEHADIRAN TUHAN

 1,911 total views,  4 views today

RP. Hubertua Agustus Lidy OSC.

Anda dan saya tentu selalu MERINDUKAN AGAR MENGALAMI KEHADIRAN TUHAN dalam setiap pengalaman hidup. Saudara dan saudariku, fokus permenungan Minggu II Adven:  SANGAT MENDAMBAKAN KEDATANGAN TUHAN. Kedatangan Tuhan dalam konteks refleksi akhir jaman atau sering disebut kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Mengapa? Kehadiran Tuhan bagi kita merupakan kebahagiaan yang tiada taranya. Peran dan kehadiran Yohanes Pembabtis   dalam refleksi minggu ke 2 Adven ini, pantas kita apresiasi. Beliau merupakan seorang TOKOH dalam masa TRANSISI ANTARA PERJANJIAN LAMA DAN BARU. Pertobatan dan Pembabtisan hemat beliau merupakan KUNCI MENGALAMI KEHADIRAN TUHAN.

Mengapa orang beriman mengalami kehadiran Tuhan dalam hidupnya? Setiap orang beriman sadar bahwa Tuhanlah yang MEMBENTUK, MEMBANGUN DAN MEMBAHARUI HIDUPNYA.  Tidak karena jasa orang beriman itu melainkan karena cinta Tuhan padanya. Sebagaimana diutarakan oleh Nabi Yesaya: “Seperti seorang gembala Ia mengembalakan kawanan ternak-Nya; anak-anak domba dipangku, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.” Hidup orang beriman menjadi lebih bermakna bagi diri dan sesamanya, bahkan lebih dari itu boleh menjadi berkat bagi diri dan sesamanya, karena Tuhan. Baik dalam masa sekarang maupun masa depan.

Saat kita mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup ini, pada saat yang sama kita mengalami ketenangan dan kebahagiaan kini dan bersemangat menjemput masa depan yang lebih baik. Masa depan, yang walaupun masih ada tantangan dan kesulitan tetapi tetap menyenangkan bagi orang beriman, karena menghadapinya dengan jauh dari penyesalan dan putus asa. Kita percaya akan hal itu dalam Tuhan, maka: PERTOBATAN DAN PEMBAHARUAAN HIDUP menjadi penting bagi kehidupan orang-orang beriman. Petrus merumuskan dalam suratnya sebagai berikut: “Tuhan tidak lalai menempati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki agar jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”

Hanya orang yang RENDAH HATI yang mampu mengalami kehadiran Tuhan. Kerendahan hati yang terungkap melalui PENYESALAN, PERTOBATAN, NIAT BAIK DAN KEMBALI KE JALAN YANG BENAR. “Bertobatlah dan berilah dirimu dibabtis dan Allah akan mengampuni dosamu.” Rendah hati itu penting dalam hidup karena memang TIDAK ADA HAL YANG PERLU KITA SOMBONGKAN DALAM KEHIDUPAN INI. Toh semua sifatnya sementara yang justru KEPENUHANNYA PADA HARI TUHAN DATANG. Kerendahan hati itu ditunjukkan secara sempurna oleh seorang Yohanes Pembatis. “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Yohanes mengajak orang beriman agar selalu mengacu pada Tuhan, karena Dialah kesempurnaan hidup.

Saudaraku, masa Adven merupakan saat yang istimewa yang disiapkan gereja agar kita menyiapkan dan membaharui diri menyambut Natal. Kehadiran Tuhan dalam diri Putera Natal pada prinsipnya harus bermakna bagi diri dan keluarga serta berdampak baik bagi masyarakat luas. Apa gunanya, HINGAR BINGARNYA LAMPU-LAMPU NATAL YANG SUDAH BERTABURAN DAN BUNYI DENTUMAN MERIAM BAMBU DAN PETASAN SANA-SINI YANG MEMEKAKKAN TAPI HATIMU HAMPA? Apakah ada makna, lagu-lagu Natal yang sudah mulai membahana di tengah-tengah perkumpulan-perkumpulan dan kedai-kedai diantara orang yang ‘mabuk’ sukacita dan mabuk yang lain-lain?

Adven Minggu II adalah saat yang tepat bagi anda agar berurusan dengan diri dan mengatakan pada dirimu: AKU HARUS KEMBALI KE JALAN YANG BENAR. JADIKANLAH PERTOBATAN DAN PEMBAHARUAN DIRI SEBAGAI KADO TERBAIK UNTUK TUHAN PADA HARI NATAL NANTI. “Aku membabtis kamu dengan air, tetapi Ia akan datang membabtis kamu dengan Roh Kudus.” (Hari Minggu II Adven -2020)

Facebook Comments
Baca juga  KAMI TELAH MELIHAT TUHAN

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply