Sampah Plastik Indonesia Peringkat 2 Terparah di Dunia

799 total views, 2 views today

Komsoskam.com- Jakarta- Indonesia kembali menjadi sorotan dunia dengan adanya polemik sampah impor yang mengemuka belakangan ini. Kehadiran sampah ini semakin memperkeruh kenyataan, yang mana Indonesia sejauh ini sudah menduduki penyumbang sampah plastik terbanyak kedua di Dunia.

Menyimak hasil penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, pada tahun 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8-12,7 juta ton diantaranya terbuang dan mencemari laut.

Indonesia yang memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut telah mencemari lautan. Kenyataan ini juga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pencemaran sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. China memimpin dengan tingkat pencemaran sampah plastik ke laut sekitar 1,23-3,53 juta ton/tahun.

Jumlah tersebut sungguh memprihatikan tentunya, mengingat bahwa populasi pesisir India hampir sama dengan India yakni 187 juta jiwa. Namun tingkat pencemaran India hanya sekitar 0,09-0,24 juta ton/tahun dan menempati urutan ke 12. Dengan demikian bisa disimpulkan tingkat kesadaran warga masih belum baik demikian juga pastinya peran pemerintah Indonesia patut dipertanyakan.

Jika keadaan ini terus berlangsung maka ekosistem laut akan terganggu dan menyebabkan kerugian kehidupan laut Indonesia yang merupakan rumah dari 76 % spesies karang, hutan bakau dan padang lamun. Selain itu habitat ikan dan binatang laut lainnya akan terganggu ekosistemnya dan berpengaruh pada hasil tangkapan nelayan.

Sampah plastik juga berisiko menekan kegiatan perekonomian Indonesia. Berdasarkan buku saku Kementerian Pariwisata, sektor pariwisata RI menyumbang 9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2014. Polusi perairan akan berdampak pada penurunan kinerja pariwisata RI, apalagi dunia Internasional menilai daya tarik utama pariwisata Indonesia adalah di wilayah pesisir. Ini terbukti dari jumlah wisatawan asing yang mendarat di Bali yang mencapai 2,29 juta sepanjang Januari-Mei 2019 atau 62% dari total wisatawan yang datang melalui pintu udara.

Selain menjadi tanggungjawab warga, pemerintah tentunya harus serius menanggulangi polemik ini demi menjaga kelestarian dan kelangsungan hidup bumi pertiwi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *