Uskup Agung Medan Resmikan Kuasi Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pangaribuan

Komsoskam.com, Pangaribuan Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, meresmikan Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan pada Minggu, 7 Juni 2026. Peresmian yang bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi umat Katolik di Kecamatan Pangaribuan dan wilayah sekitarnya.

Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan sebelumnya merupakan bagian dari Paroki Santa Maria Tarutung. Wilayah administratif kuasi paroki baru ini mencakup 19 stasi yang tersebar di Kecamatan Pangaribuan, Sipahutar, Garoga, dan Siatas Barita. Kehadiran kuasi paroki ini diharapkan semakin mendekatkan pelayanan pastoral dan sakramental kepada umat.

Perayaan yang dipusatkan di Lumban Sormin berlangsung meriah dan penuh sukacita. Ribuan umat memadati lokasi acara untuk mengikuti Perayaan Ekaristi sekaligus menyaksikan inaugurasi kuasi paroki yang telah lama dinantikan.

Pelantikan Pastor Administrator dan Pengurus DPP

Dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, dilaksanakan pelantikan RD Ronald Sitanggang sebagai Pastor Administrator Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan untuk masa bakti lima tahun. Pada kesempatan yang sama, Uskup juga melantik pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan untuk masa bakti 2026–2027.

Dalam homilinya, Bapa Uskup menekankan pentingnya kehadiran gembala yang dekat dengan umat dan berjalan bersama mereka dalam semangat sinodalitas. Menurutnya, kehadiran seorang pastor di tengah umat membantu menjaga arah kehidupan beriman agar tetap berpusat pada Allah dan tidak terjebak pada pencarian hal-hal duniawi semata.

Bapa Uskup juga mengangkat teladan Santo Yohanes Maria Vianney sebagai pelindung kuasi paroki. Santo itu dikenang karena kesederhanaan hidup, kesetiaan dalam pelayanan, serta kerelaannya mendengarkan dan mendampingi umat yang datang mencari bimbingan rohani.

Selain itu, Bapa Uskup mengajak umat untuk selalu bersyukur atas berkat yang diterima dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan merasa diri hebat hingga lupa untuk bersyukur,” pesan Bapa Uskup kepada umat.

Sekitar lima ribu umat hadir dalam perayaan tersebut, baik dari stasi-stasi yang tergabung dalam Kuasi Paroki Pangaribuan maupun dari Paroki Santa Maria Tarutung dan berbagai wilayah lainnya. Antusiasme umat tampak dalam seluruh rangkaian acara yang telah dipersiapkan dengan baik oleh panitia.

Simbol Harapan dan Syukur

Prosesi inaugurasi ditandai dengan pembukaan tirai plakat nama kuasi paroki yang diiringi bunyi lonceng gereja dan sirene. Suasana sukacita semakin terasa saat dilakukan pelepasan balon berbentuk salib dan burung merpati sebagai simbol harapan, damai, dan penyertaan Roh Kudus bagi perjalanan kuasi paroki yang baru diresmikan.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat; Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus; Ketua DPRD Tapanuli Utara, Arifin Rudi Nababan, S.H.; Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon yang juga bertindak sebagai Ketua Umum Panitia; anggota DPR RI Rapidin Simbolon; serta berbagai tokoh masyarakat dan tokoh Katolik lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Utara memberikan apresiasi atas kontribusi Gereja Katolik dalam pembangunan masyarakat, terutama melalui karya pendidikan dan pelayanan kesehatan. Ia juga menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai program pengembangan yang akan dijalankan oleh kuasi paroki di masa mendatang.

Pendidikan dan Pertanian Organik Menjadi Prioritas

Pada kesempatan tersebut, Bapa Uskup menegaskan bahwa pelayanan pastoral di Kuasi Paroki Pangaribuan tidak hanya berfokus pada kehidupan rohani umat, tetapi juga pada pengembangan kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, Keuskupan Agung Medan merencanakan penguatan dua bidang pelayanan khusus, yakni pendidikan dan pertanian organik. Pelayanan pendidikan direncanakan akan dikelola oleh para Suster SFD, sedangkan bidang pertanian organik diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Dengan gaya khasnya yang penuh keakraban, Bapa Uskup mengundang seluruh pihak untuk mendukung rencana tersebut.

“Kami akan carikan lahan. Bapak Bupati ada di sini, mereka siap membantu kita. Saya yang cari, tetapi kalian yang bayar,” ujar Bapa Uskup yang langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan umat.

 

Sukacita Iman dan Budaya

Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana meriah dan penuh persaudaraan. Kekayaan budaya Batak mewarnai perayaan melalui berbagai prosesi adat, mangulosi, serta penampilan seni budaya berupa tari tortor dari Orang Muda Katolik (OMK) dan berbagai hiburan lainnya.

Peresmian Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan menjadi tanda harapan baru bagi perkembangan Gereja Katolik di wilayah tersebut. Dengan kehadiran kuasi paroki ini, umat berharap pelayanan pastoral semakin dekat, kehidupan menggereja semakin berkembang, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Proficiat untuk Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan. Semoga nama Tuhan semakin dimuliakan, umat Allah semakin beriman, dan karya pelayanan Gereja semakin berbuah bagi masyarakat.

Jansudin Saragih

 

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com