Komsoskam.com | Pematangsiantar – Reuni Keluarga Suster FCJM telah berlangsung dengan penuh suka cita pada Jumat–Sabtu, 17–18 April 2026, di Sinaksak, Pematangsiantar. Kegiatan ini secara khusus menghadirkan keluarga dari para Suster FCJM yang telah berpulang, sebagai kesempatan mempererat ikatan kekeluargaan, mengenang, dan bersyukur atas karya kasih yang telah diwariskan.
Dewan Pimpinan FCJM Provinsi Indonesia, Sr.M. Theodosia Tinambunan FCJM bersama para anggota dewan, memutuskan pelaksanaan kegiatan ini dengan mengundang lima orang perwakilan dari keluarga para suster yang telah meninggal dunia. Reuni serupa pernah diselenggarakan sekitar 25 tahun yang lalu; oleh karena itu, kegiatan ini merupakan pelaksanaan reuni untuk kedua kalinya.

Sejak hadirnya FCJM pada 4 Juni 1930 hingga tahun 2026, terhitung lima puluh satu orang Suster FCJM Provinsi Indonesia yang telah meninggal dunia. Dari jumlah tersebut; 47 suster dikebumikan di Pekuburan FCJM di Sinaksak Pematangsiantar, 3 Suster; (Sr.M. Regina Kroft FCJM/Misionaris Belanda, Sr.M. Ferdinanda Sitanggang FCJM dan Sr.M. Paulina Sitinjak FCJM) yang hingga saat ini tulang belulang yang telah digali masih berada di Balige dan satu suster yakni Sr. M. Luisa de Deus FCJM kuburannya berada di Timor Leste. Mereka semua telah menjadi saksi kasih dan pengabdian yang melintasi ruang dan waktu.

Acara-acara yang dilaksanakan;
Pada hari pertama, Jumat, 17 April 2026, seluruh keluarga yang hadir bersama para Suster FCJM berangkat bersama dari Provinsialat Suster FCJM “Monteluco”, Jl. Viyata Yudha No. 74, Pematangsiantar, sebagai tempat menginap, menuju Aula STSP Sinaksak. Tempat ini dipilih karena Provinsialat sedang dalam proses rehabilitasi, sekaligus untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan pada hari kedua. Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada hari pertama ini meliputi santap snack bersama, ucapan selamat datang oleh Provinsial, pemaparan materi dari narasumber (Moderator FCJM), perkenalan dari setiap keluarga yang hadir, serta penyampaian beberapa hiburan yang dibawakan oleh para Postulan dan Novis. Pada malam hari, MC (Sr. Monika Harianja dan Sr. Venirini Lumbangaol) mengajak seluruh peserta untuk membangun Pohon Keluarga FCJM. Setiap peserta menerima secarik kertas berbentuk hati untuk menuliskan harapan, doa, dan berbagai ungkapan hati. Kertas-kertas tersebut kemudian ditempelkan pada media yang telah disiapkan dalam bentuk sketsa pohon, sebagai simbol kebersamaan dan persatuan Keluarga FCJM. Acara ini berjalan dengan baik mulai dari Pkl 15.00 s.d 21.00 WIB.

Pada hari kedua, Sabtu, 18 April 2026, kegiatan diawali pada pagi hari. Seluruh keluarga yang hadir bersama para Suster FCJM berangkat bersama dari Monteluco menuju Novisiat Greccio Sinaksak. Setibanya di Novisiat, semua peserta menikmati sarapan pagi yang telah disiapkan oleh panitia. Pada pukul 08.00 WIB dilaksanakan sesi foto bersama, baik di luar maupun di dalam Kapel Novisiat Greccio “Hati Tersuci Maria”, yang dipandu oleh Sr. Ivoline Maharaja bersama tim. Selanjutnya, pada pukul 09.00 WIB, Perayaan Ekaristi dimulai dengan penuh khidmat. Ekaristi dipimpin oleh Moderator FCJM, RP. Emmanuel Sembiring OFMCap, bersama RP. Veuster Tamba OFMCap, yang merupakan keponakan dari almarhumah Sr. M. Venantia Tamba FCJM.
Moderator FCJM, RP. Emmanuel Sembiring OFMCap, dalam homilinya menyampaikan pesan yang menyentuh, seraya mengajak para keluarga: “Hari ini Kongregasi FCJM mengundang Bapak/Ibu untuk menaikkan Yesus ke dalam perahu keluarga; jangan biarkan duka membuat kita merasa terasing, melainkan terimalah kehadiran Yesus yang bangkit di tengah keluarga melalui doa-doa kita.” Melalui kotbah ini, keluarga diteguhkan untuk memandang duka bukan sebagai akhir, melainkan sebagai ruang perjumpaan dengan Kristus yang senantiasa menyertai dan menguatkan keluarga dalam perjalanan iman mereka”.

Acara selanjutnya, setelah perayaan Ekaristi selesai, seluruh umat yang hadir menikmati snack, kemudian melanjutkan kegiatan dengan ziarah ke kuburan. Semua peserta berjalan bersama sambil mendaraskan doa Salam Maria. Setibanya di lokasi pemakaman, setiap keluarga berdiri di sekitar kuburan keluarga masing-masing. Untuk kuburan yang keluarganya tidak hadir, para suster FCJM dibagi dan berdiri di sekitarnya. Setiap keluarga menerima bunga tabur dan lilin yang telah diberkati. Sebelum penyalaan lilin dan penaburan bunga, tim liturgi memandu umat dalam doa Koronka. Suasana haru tampak jelas, disertai tangisan yang sarat akan makna pengharapan.
Terik matahari di siang hari menjadi tanda kehangatan persaudaraan antara keluarga dan Suster-suster FCJM. Sebagian keluarga bersama para Suster FCJM memilih berjalan kaki dari lokasi pemakaman menuju Aula STFT, sementara sebagian lainnya menggunakan kendaraan yang telah disediakan oleh panitia.

Acara kemudian dilanjutkan di Aula STFT dengan berbagai hiburan serta sambutan-sambutan dari Provinsial dan perwakilan keluarga. Seluruh peserta menikmati minuman yang telah disediakan sambil membangun suasana kebersamaan. Momen ini dipenuhi sukacita; tawa dan canda berpadu indah, laksana bunga-bunga yang bermekaran, mencerminkan kehangatan dan persaudaraan sejati. Pada sesi penerimaan souvenir, setiap keluarga datang kedepan untuk menerima souvenir (handuk dan rosario) sebagai kenangan reuni ini serta berfoto bersama DPP. Kesempatan yang baik seraya menikmati makan siang juga menikmati beberapa hiburan dari FCJM dan dari keluarga yang hadir.
“Kasih Tidak Pernah Berakhir” (bdk 1 Kor 13:8)
Tema ini menjadi ungkapan iman dan persaudaraan yang menjiwai seluruh rangkaian acara. Sebagai kelanjutan untuk terus menjalin dan memelihara kasih itu, Sr. M. Theodosia Tinambunan menyampaikan harapan agar komunikasi antara keluarga dan FCJM tetap terjalin dengan baik.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Sr. M. Emiliana Situmorang, menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga yang hadir serta seluruh panitia yang telah terlibat. Beliau menyampaikan, “Kami telah berusaha menghubungi agar setiap keluarga dapat mengutus perwakilannya,” namun karena berbagai situasi dan kesibukan masing-masing, beberapa keluarga belum dapat hadir pada kesempatan ini. Diharapkan pada kegiatan selanjutnya, kita semua dapat hadir bersama untuk semakin menjalin kasih antara FCJM dan keluarga. Kita tetap satu, dipersatukan oleh iman dan kasih Allah.
Semoga para Suster yang telah meninggal dunia berkenan menjadi pendoa bagi keluarga asal mereka dan bagi keluarga besar Kongregasi FCJM. “Cinta Kasih menjadi Ratu, Hukum, Semangat dan Kehidupan Kongregasi”
Ditulis oleh Sr.M. Ivoline Maharaja FCJM