KWI Ajak Umat Menggalang Solidaritas Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

42,105 total views, 1 views today

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengatakan, para uskup meminta umat Katolik untuk memberikan dukungan berupa gerakan solidaritas membantu masyarakat yang terdampak wabah virus Corona atau Covid-19.

Hal itu dikatakan Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial KWI Romo Steven, dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu 28 Maret 2020, melansir dari saibumi.com

“Para uskup meminta kepada seluruh umat untuk memberikan dukungan gerakan solidaritas beraksi berbuat di tempat kita masing-masing. Kita diminta untuk membantu orang-orang yang sangat terdampak dalam persoalan ini,” ujar Steven.

Semua umat Katolik juga diminta untuk semakin tekun berdoa agar wabah Covid-19 bisa segera mereda.

“Kita mendoakan semua orang yang ada di garda terdepan berhadapan dengan masalah ini. Kita doakan, tetapi kita doakan bukan dengan kerumunan, tetapi kita doakan dalam rumah masing-masing,” kata dia.

Umat Katolik juga diminta untuk tetap beribadah tanpa hadir di gereja dan mengikuti rangkaian ibadah melalui live streaming. Kemudian, umat Katolik diminta untuk sering mencuci tangan serta menjaga jarak aman saat berinteraksi.

“Mari kita saling menguatkan dalam menghadapi persoalan ini,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan bahwa jumlah pasien yang positif virus corona dan mengidap Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Berdasarkan data yang diterima hingga Jumat (27/3/2020) pukul 12.00 WIB, total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dalam 24 jam sejak Kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB, maka ada penambahan 153 kasus baru.

“Ada 153 kasus baru. Ini memperlihatkan ada penularan penyakit ini di masyarakat kita,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat sore.

 

Baca juga  Pemuda Katolik Berbagi Kasih Merespon Covid-19
Di sisi lain, kita perlu sadar bahwa wabah adalah reaksi natural atas kesalahan manusia secara kolektif terhadap alam.

Melansir dari www.genpi.co, Menurut Mgr Suharyo, kita semua terlibat dalam dosa terhadap alam yang telah diciptakan-Nya baik dan teramat baik. Wabah adalah isyarat alamiah bahwa manusia telah mengingkari jati dirinya sebagi citra Allah yang bertugas untuk menjaga kelestarian alam, bukan mengingkarinya.

“Wabah  menyadarkan bahwa manusia adalah ciptaan rapuh yang tidak mungkin bertahan hidup jika alam ciptaan lainnya dihancurkan,” tegasnya.

Meski begitu, ada rasa syukur di tengah pandemi corona ini. Hal itu adalah solidaritas dan kerelaan berkorban dalam berbagai macam bentuk. Tumbuhnya hal-hal itu adalah Paskah yang nyata.

“Semoga yang baik tidak berhenti ketika wabah ini lewat, tapi kita dituntut untuk mewujudkan dan merayakan Paskah Ekologis, yakni memulihkan alam yang rusak, menjaga dan merawatnya sebagai ibu bumi rahim kehidupan yang sejahtera,” tandasnya.

 

Facebook Comments

Sri Lestari Samosir

Ibu Bahagia. Freelance Writer. Womanpreneur.

Leave a Reply