HARI MINGGU SEBAGAI HARI TUHAN

551 total views, 5 views today

RP. Ivo Gonti Manullang OFM Cap

Mengapa hari Minggu disebut hari Tuhan?

Tiga sebutan merujuk kepada hari Minggu sebagai hari Tuhan. Ketiga sebutan itu adalah hari pertama, hari ketiga, dan hari kedelapan.

Hari Pertama

Menurut tata urutan nama hari dalam sepekan, hari Minggu adalah hari pertama, Senin hari kedua, Selasa hari ketiga, dan seterusnya. Di daerah Mediteranian (Mediteranian adalah Laut Tengah yang terdapat antara Eropa bagian Selatan dan Afrika Utara. Daerah Mediteranian merujuk kepada bagian Selatan Eropa, yang berdekatan dengan Laut Tengah), di mana Kekristenan terbentuk, hari pertama minggu dipahami sebagai hari matahari (Sun-day), sementara hari-hari lainnya dihubungkan dengan berbagai planet yang dikenal pada waktu itu.

Bagi kita umat Kristiani, rekaman dan kesaksian Alkitab tentang hari pertama selalu merujuk kepada hari Minggu. Matius 28:1 berbunyi, “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Dalam Yohanes 20:19 ditulis, “Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.” Dalam Wahyu 1:10 ditulis bukan hari pertama tetapi “Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh…” Namun demikian, “hari Tuhan” di sini lebih umum ditafsir sebagai hari pertama dalam minggu; dengan demikian, hari Tuhan berarti hari Minggu.

Hari pertama minggu adalah juga hari permulaan ciptaan. Dalam Kejadian 1:3-5 ditulis, “Berfirmanlah Allah: ‘Jadilah terang.’ Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.” Oleh karena itu, Minggu Kristiani juga merupakan hari pesta penciptaan: ucapan syukur atas karunia ciptaan, atas “jadilah” yang dengannya Allah mulai menciptakan alam semesta. “Sebagai ‘hari pertama’, hari kebangkitan Kristus mengingatkan kita akan penciptaan pertama” (KGK no. 2174)

Jantung hari pertama minggu adalah Ekaristi. Ekaristi adalah dasar iman dan kasih persaudaraan. Tak ada hari Tuhan tanpa Ekaristi. Bila tidak demikian, hari Minggu akan menjadi hari kerja seperti hari-hari lainnya. Itu berarti bahwa menyepelekan hari Minggu adalah juga menyepelekan iman kita. Kebangkitan Yesus pada hari pertama minggu mesti tetap basis hidup kita, sumber segala sesuatu yang kita perbuat. Hari Minggu tanpa Ekaristi adalah bagaikan hari tanpa matahari.

Facebook Comments
Baca juga  Berkata-kata Dalam Bahasa Lain (Bahasa Dari Roh Kudus ?)

Ananta Bangun

Suami berbahagia dari Eva Susanti Barus | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply