BACAAN INJIL, RABU, 2 SEPTEMBER 2020

 2,379 total views,  3 views today

Lukas 4: 38-44

Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing  dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah. ” Lalu Ia dengan keras melarang  mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara,  karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allahsebab untuk itulah Aku diutus.” Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

 MAKNA KUTIPAN:

Setiap orang pasti memiliki banyak pergumulan dalam hidupnya, dan pergumulan tiap-tiap orang pasti berbeda.  Salah satu pergumulan yang kita hadapi dalam hidup ini adalah berkenaan dengan sakit-penyakit.  Ada banyak orang yang mungkin merasa lelah dan putus asa karena harus bergumul dengan sakit-penyakitnya yang tak kunjung sembuh.  Ketika menghadapi pergumulan demikian apa yang akan kita lakukan ? Suatu kali seorang dokter berbagi pengalamannya tentang menghadapi penyakit yang diderita, bagaimana ia mengalami kesembuhan dari Tuhan dan apa yang dilakukannya setelah ia mengalami kesembuhan. Demikan ceritanya dr Fran itulah kita sebut namannya, mengalami penyakit yang sangat berat. Berbulan-bulan ia dirawat di ruang Icu dan bernapas dibantu dengan Oksigen. Menghadapi sakit yang demikian keluarga bingung, bahkan hampir putus asa. Dalam situasi ini mereka hanya bisa berdoa dan memohon kepada Pastor, teman-teman untuk mendoakan dokter ini. Pada akhirnya doa-doa semua orang tidak sia-sia. Pada waktu yang tepat Tuhan menyembuhkan dokter Frans. Kesembuhan dr ini merupakan berkat yang luar biasa baginya dan bagi  keluarga. Maka setelah dr Frans sembuh, ia semakin rajin, semangat melayani pasien, sebab katanya Tuhan sudah memberi aku kesempatan hidup yang kedua dan kesempatan ini harus saya gunakan dengan baik dengan melayani Tuhan dan  sesama.

Baca juga  RUANG KATEKESE KITAB SUCI (Bagian 16)

 

Ini sebuah pengalaman yang menarik yang dapat membantu kita untuk memahami kisah Injil pada hari ini.  Yesus menyampaikan visi dan misiNya mewujudkan Kerajaan Allah dengan mengajar, dengan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib terutama menyembuhkan orang-orang yang sakit dan mengusir setan-setan. Ketika Yesus meninggalkan rumah ibadat dan mampir di rumah mertua simon. Ibu mertua Simon sedang sakit demam. Keluarga meminta Yesus untuk menyembuhkannya dan mujizat penyembuhanpun terjadi. Ibu itu sembuh lalu melayani Yesus bersama para muridNya. Melayani merupakan tanda syukurnya kepada Tuhan yang telah melakukan karya besar di dalam dirinya. Di samping mertua Simon, Yesus juga menyembuhkan banyak orang sakit. Ia memberi berkat dengan meletakkan tanganNya atas mereka dan mereka pun sembuh. Dengan meletakkan tanganNya kepada orang-orang sakit, Yesus memperlihatkan bahwa Ia melimpahkan kuasa Allah atas mereka.

Memaknai peristiwa penyembuhan ini beberapa hal yang bisa kita petik yakni : Pertama : Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan segala macam penyakit, maka jika kita sakit baik sakit pisik maupun sakit batin datanglah, dan mintalah kepadanya rahmat kesembuhan. Kedua : ibu mertua Petrus disembuhkan oleh Yesus berkat perantaraan murid-murid-Nya. Maka kita juga dapat menjadi saluran berkat bagi kesembuhan sesama lewat doa-doa kita.  Ketiga : Ketika kita telah disembuhkan maka sebagai tanda syukur kita atas berkat Tuhan, kita harus melayaniNya setiap waktu. Apakah kita siap untuk melayani Tuhan dan sesama setelah kita mengalami kesembuhan dari Tuhan seperti dilakukan oleh dr Frans tadi ? Setelah kita diselamatkan, jadilah saksi Kristus dengan melayani Tuhan dan sesama. Amin.

Facebook Comments

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply