BERJAGA-JAGA: BENTUK TANGUNG JAWAB ATAS IMAN.

 5,837 total views,  1 views today

RP. Hubertus Agustus Lidy OSC.

Hari Minggu 29 November 2020 merupakan MINGGU I ADVEN. Beberapa gereja menandai minggu pertama adven dengan menyalakan lilin pertama pada lingkaran Adven. Kadang-kadang ada komentar begini: Apakah Adven masih penting? Bukankah tanggal 25 Desember itu kita hanya merayakan hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus? Ada juga komentar seperti ini: Toh kapan saja kita boleh merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus kristus, jadi wajar-wajar saja kalau merayakan Natal mulai tanggal 1 Desember? Mengapa tidak? Mereka yang berkomentar tentu mempunyai alasan, argumentasi, pertimbangan-pertimbangan dan kepentingan yang sifatnya subyektif.

Sebagai orang Kristen, secara khusus Katolik, lebih pas kita MERAYAKAN NATAL PADA 25 DESEMBER YANG DIAWALI DENGAN MASA ADVEN sebagai persiapan, secara khusus persiapan rohani. Persiapan-persiapan rohani, prinsipnya untuk menegaskan bahwa Natal itu merupakan sebuah perayaan iman yang penting. Sebagai orang beriman perlu ada perubahan-perubahan mendasar dalam kehidupan sehari-hari melalui pertobatan dan pembaharuan hidup. Tujuaanya agar hidup ini selalu diisi dengan hal-hal yang baik yang bermanfaat bagi diri dan orang lain. Kata-kata, tindakan dan pemikiran yang baik. Nabi Yesaya menggambarkan pertobatan sebagai bentuk kesadaran yang MERINDUKAN agar Tuhanlah yang selalu ‘mendiami’ hidup mansusia. “Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang kau tunjuk.”  Saat manusia menjauh maka, ibaratnya menjadi daun yang layu yang siap gugur dan lenyap diterpa angin. Kehidupannya menjadi tidak bermakna, najis dan kotor. “Dengan demikian kami seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyakan oleh angin.” Pertobatan dan pembaharuan hidup penting, dan masa adven adalah saat yang tepat.

Saudara dan saudari. Apakah Tuhan sudah datang? Sebagai orang beriman kita akan mengatakan bahwa: TUHAN SUDAH DATANG. Apakah selalu kita MENGALAMI KEHADIRANNYA? Berjaga-jaga dalam konteks ini berarti MEMBUKA DIRI AGAR MENGALAMI KEHADIRANNYA. Rasul Paulus melalui suratnya kepada umat di Korintus mengatakan bahwa kesadaran akan hadirNya, Tuhan merupakan: KEKAYAAN IMAN YANG BERNILAI. “Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkanNya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal; dalam segala macam perkataan. Dan segala macam pengetahuan  sesuai dengan kesaksian tentang Kristus yang telah diteguhkan diantara kamu.”

Berjaga-jaga juga merupakan cara menunjukan KUALITAS IMAN DAN BAGAIMANA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN IMANNYA. Bagi orang beriman TUHAN ITU HADIR DAN MELIHAT KITA karena itu segala bentuk kemunafikan tidak ada manfaatnya dan merugikan kehidupan itu sendiri. Bagi siapa saja yang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara baik, ia tidak akan ragu dan takut kapanpun dimintai pertanggungjawabannya. “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam atau tengah malam, atau larut malam atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatnya sedang tidur.”

Mari kita memperbaharui kehidupan kita masing-masing, kehidupan keluarga kita, komunitas kita, gereja kita dan kehidupan bersama kita, sebagai bentuk nyata dari persiapan menyambut pesta Natal, Pesta Kelahirahan Tuhan kita Yesus Kristus. Mari kita juga melibatkan diri secara aktif dalam berbagai aktifitas-aktifitas komunitas gereja sebagai JEMAAT YANG SENANTIASA MENGALAMI KEHADIRAN TUHAN. Apakah Adven perlu? PERLU! Sebagai bentuk penghargaan atas iman dan kerinduan kita akan kasih sayang dan kebaikan Tuhan. “Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!” (Hari Minggu I Adven – 2020)

Facebook Comments
Baca juga  MESIAS HARUS MENDERITA DAN BANGKIT

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply