Rahmat-Nya Berlimpah

411 total views, 2 views today

Rahmat dan kebaikan Tuhan, ibaratnya Seorang Penabur yang menabur, yang menghambur-hamburkan benih baik. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa hal itu tidak efektif. Asal hambur. Beberapa orang lain mungkin berpikir bahwa itu merupakan pekerjaan yang tidak ekonomis. Lebih banyak ruginya. Saudaraku persoalannya bukan demikian. Soalnya adalah: Tuhan ingin menunjukan bahwa rahmat dan kemurahanNya berlimpah-ruah. Tak akan pernah habis. Semakin dibagi, rahmat itu semakin bertambah.

Tantangan bagi kita adalah: Kualitas mental manusia yang menerima rahmat itu. Kadang kita mempunyai mentalitas ‘asal-asalan’ alias ga serius, mentalitas ‘angat-angat kotoran ayam- ikut rame awalnya saja,’ dan saling sikut-menyikut, jegal-menjegal. Ibaratnya  kualitas tanah pinggiran jalan, tanah tipis diantara celah batu, dan tanah yang banyak ditumbuhi semak-durinya.’ Namun harus diakui  ada juga yang berkualitas diantara kita. Ibaratnya tanah yang subur.

Misi utama kita adalah menjadi tanah subur sehingga KEBAIKAN TUHAN MENJADI BERKHAT BAGI DIRI DAN BAGI BANYAK ORANG. Ini merupakan modal utama kalau kita MENERIMA, MENGAKUI, DAN MENYEBAR LUASKAN FIRMAN TUHAN. “Karena siapa yang mempunyai kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil.”

Apa yang menjadi modal kita? Bagi kita tidak lain adalah iman.  Hanya orang beriman yang menerima, mengakui, dan rela hidupnya dibentuk, serta dipengaruhi oleh warta dan kebaikan Tuhan. Dengan demikian hidupnya boleh menjadi berkhat bagi orang lain.

Baca juga  KEKUATAN DARI BERBAGI

Saudaraku, pilihan orang beriman adalah: berbuat baik bagi diri dan sesama. Dan sebaliknya kita bisa menjadi batu sandungan, penghalang, onak-duri bagi yang mau bertumbuh dan berkembang dalam kebaikan Tuhan. Tentu hal itu bukan merupakan pilihan yang  benar seorang yang beriman. “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan firman dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang tiga puluh kali lipat.”

Hubert OSC

Facebook Comments

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply