Observatorium Vatikan Namai Empat Asteroid, Salah Satunya untuk Paus Leo XIII

Obervatorium Vatikan (Foto: Vatican Media)

Observatorium Vatikan mengumumkan penamaan empat asteroid baru untuk menghormati tokoh-tokoh penting dalam sejarah lembaga tersebut, termasuk Pope Leo XIII yang berperan dalam mendirikan kembali observatorium pada 1891.

Pengumuman ini disampaikan melalui siaran pers pada Rabu (29/4). Keempat asteroid tersebut ditemukan oleh astronom Lithuania, Kazimieras Černis, bersama astronom Observatorium Vatikan, Richard P. Boyle, menggunakan Teleskop Teknologi Canggih Vatikan (VATT) yang berlokasi di Gunung Graham, Arizona, Amerika Serikat.

Adapun asteroid yang dinamai tersebut adalah “(858334) Gioacchinopecci”, “(836955) Lais”, “(836275) Pietromaffi”, dan “(688696) Bertiau”. Nama-nama ini diumumkan dalam buletin Working Group for Small Body Nomenclature milik International Astronomical Union.

Menghormati Paus Leo XIII

Asteroid “(858334) Gioacchinopecci” dinamai untuk menghormati Paus Leo XIII, yang memiliki nama baptis Gioacchino Vincenzo Raffaele Luigi Pecci. Ia menjabat sebagai Paus dari 1878 hingga 1903.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa Paus Leo XIII memiliki peran penting dalam mengembangkan Observatorium Vatikan, terutama setelah hilangnya wilayah kepausan yang sebelumnya memiliki fasilitas astronomi produktif.

Salah satu fasilitas tersebut adalah observatorium milik Angelo Secchi yang berada di atas Gereja St. Ignatius di Roma. Pada awal abad ke-20, kubah teleskop juga tampak berdiri di area Vatikan dan Menara Angin.

Pada 1930-an, akibat meningkatnya polusi cahaya di Roma, teleskop dipindahkan ke Istana Apostolik di Castel Gandolfo. Namun, perkembangan kota yang semakin terang mendorong pembangunan VATT di Arizona pada 1990-an.

Misi Ilmiah Observatorium

Dalam dokumen pendirian tahun 1891 berjudul Ut Mysticam, Paus Leo XIII menegaskan bahwa Observatorium Vatikan bertujuan menunjukkan bahwa Gereja mendukung ilmu pengetahuan yang “benar dan kokoh”.

Ia menyebut astronomi sebagai ilmu yang mampu mengangkat manusia untuk merenungkan peristiwa-peristiwa langit. Hingga kini, observatorium tersebut terus berkontribusi dalam penelitian ilmiah.

Asteroid Lain yang Dinamai

Selain Paus Leo XIII, asteroid lain juga dinamai untuk tokoh penting Gereja:

  • “(836955) Lais” untuk Giuseppe Lais, astronom yang menjabat Wakil Direktur Observatorium selama 30 tahun.
  • “(836275) Pietromaffi” untuk Pietro Maffi, Presiden Observatorium dari 1904 hingga 1931.
  • “(688696) Bertiau” untuk Florent Constant Bertiau, pelopor analisis data komputer dan penelitian galaksi.

Sebelumnya, asteroid juga pernah dinamai untuk tokoh Gereja lainnya, seperti “(560974) Ugoboncompagni” untuk Pope Gregory XIII dan “(8661) Ratzinger” untuk Pope Benedict XVI.

Proses Penamaan Asteroid

Penamaan asteroid mengikuti prosedur yang ketat. Awalnya, asteroid diberi nama sementara berdasarkan tanggal penemuan. Setelah orbitnya dipastikan, asteroid akan mendapatkan nomor permanen.

Dari sekitar 1,3 juta asteroid yang diketahui, sekitar 850.000 telah memiliki nomor permanen. Setelah itu, penemu dapat mengusulkan nama resmi yang akan ditinjau oleh IAU sebelum disahkan.

Observatorium Vatikan menegaskan bahwa penemuan dan penamaan asteroid ini mencerminkan visi Paus Leo XIII, yakni menunjukkan bahwa iman dan ilmu pengetahuan dapat berjalan seiring.(VATICAN NEWS, 01 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com