
Anggota Yayasan kepausan berziarah di Roma, berpose di taman Vatikan pada 02 Mei 2026 (foto:Vatican Media)
VATIKAN — Yayasan Kepausan (The Papal Foundation) mengumumkan alokasi hibah lebih dari 15 juta dollar AS untuk tahun 2026, menjadi yang terbesar dalam 38 tahun sejarah lembaga tersebut.
Dalam pernyataan pers yang dirilis Sabtu (2/5/2026), menjelang audiensi dengan Paus Leo XIV, Yayasan Kepausan menyebutkan bahwa dana tersebut akan mendukung lebih dari 144 proyek di 75 negara.
Hibah ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur, program sosial, serta bantuan kemanusiaan yang diidentifikasi oleh Vatikan, terutama bagi komunitas yang paling membutuhkan di seluruh dunia.
Beragam proyek yang didanai mencakup pembangunan dan renovasi sekolah Katolik, ruang kelas, biara, panti asuhan, serta klinik kesehatan di berbagai negara.
Selain itu, terdapat pula program khusus seperti pembangunan asrama di Tanzania untuk melindungi anak perempuan dari pernikahan dini, perdagangan manusia, dan kekerasan seksual, serta mencegah anak laki-laki putus sekolah. Proyek lain meliputi sekolah aman bagi anak-anak suku terpinggirkan di India, pusat perpustakaan dan teknologi di Republik Afrika Tengah, pelatihan teknologi informasi bagi perempuan rentan di Filipina, hingga pembangunan sumur dan menara air di Guinea.
Presiden Dewan Pembina Yayasan Kepausan, Ward Fitzgerald, mengatakan bahwa hibah tersebut merupakan inti dari misi lembaga.
Ia menyebut berbagai proyek itu sebagai tanda harapan yang menjawab kebutuhan mendesak sekaligus memperkuat komunitas Katolik di negara-negara berkembang.
Hibah ini disetujui setelah melalui proses peninjauan oleh Komite Hibah yang dipimpin oleh Dr. Tammy Tenaglia dari Keuskupan Agung Philadelphia. Komite tersebut menilai permohonan yang diajukan Vatikan pada musim gugur 2025 dan merekomendasikan 144 proyek untuk didanai.
Dewan Pembina kemudian menyetujui total alokasi lebih dari 15 juta dollar AS, yang terdiri dari 12,5 juta dollar AS untuk hibah saat ini serta tambahan 3 juta dollar AS yang akan disalurkan melalui yayasan dan afiliasinya hingga akhir 2026.
Yayasan juga mencatat pertumbuhan jumlah anggota “Stewards of Saint Peter”, dengan 25 keluarga baru bergabung sejak terpilihnya Paus Leo XIV.
Dalam kegiatan tahunan ziarah ke Roma, sebanyak 56 keluarga anggota turut ambil bagian. Ziarah ini menjadi yang pertama sejak pemilihan Paus Leo XIV, dengan rangkaian kegiatan seperti kunjungan ke Basilika Santo Petrus, Istana Lateran, Angelicum, doa rosario dengan lilin di Santa Maria Maggiore, serta audiensi dengan Paus.
Direktur Eksekutif Yayasan Kepausan, David Savage, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan komitmen bersama untuk melayani, memberi, dan mewujudkan misi Gereja secara nyata di seluruh dunia.
Sejak didirikan pada 1988, Yayasan Kepausan telah menyalurkan lebih dari 270 juta dollar AS dalam bentuk hibah, beasiswa, dan bantuan kemanusiaan untuk lebih dari 2.700 proyek di berbagai negara.(Vatican News, 02 Mei 2026)
Bagikan ini:
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr