“Johannes Sihotang” Guru Pejuang Lingkungan Hidup dari Kota Ikan Sibolga

 753 total views,  3 views today

Lahir di kampung kecil Siambaton Pakkat, 21  Maret 1968. Saat ini beliau menyandang profesi sebagai seorang guru di SMP Santo Fransiskus Aek  Tolang –  Pandan.   Sifat profesional seorang guru seperti rasa percaya diri yang baik, menghargai orang lain dan lingkungan alam sekitar, memiliki komitmen  untuk bekerja keras sungguh ada dalam dirinya dan ia tampakan dalam perbuatan nyata.

Johannes Sihotang SPd. Pejuang Lingkungan hidup dari Sibolga

Mulai Berkarya

Sejak 12 tahun yang lalu suami dari Norita Lumbantobing, S.Pd ( Guru SMAN 1 Tukka-Tapanuli tengah )  ini selalu mengkampanyekan pelestarian lingkungan hidup. “Saya mengajarkan Bahasa Inggris dengan  materi kampanye pelestarian lingkungan hidup.  Kampanye tersebut  dicanangkan oleh PBB  pada situsnya  www.globalrespons.org Setelah dicoba telusuri kemudian kami berkomunikasi secara intens dengan UNEP di Kenya sebagai markas besarnya. Selanjutnya saya dan beberapa siswa binaan memulai upaya percobaan pembibitan pohon dan buah lokal. Foto – Foto green action dikirimkan ke UNEP Kenya dan mendapat tanggapan yang positif.  Laporan  green action  yang dikirimkan selama rentang waktu 2008 hingga Oktober 2011 menjadi momentum bersejarah untuk membawakan informasi aksi kami ke forum panel lingkungan hidup dunia pada Oktober  dan Nopember  2012 di Durban Afrika. Tujuan penyelenggaraan Forum untuk meratifikasi Protokol Kyoto tentang perobahan Iklim yang berakhir pada tahun 2012 “, tuturnya.

Hingga saat ini, Pak John, demikian sapaan akrab sehari-hari, meskipun waktu yang padat dengan proses pembelajaran di sekolah, ia selalu memanfaatkan waktu untuk menanam pohon demi kelestarian lingkungan hidup. Kini sudah menanam 6000-an pohon terdiri dari Mahoni, Mangga, Durian, Melinjo, Alpukat, Petai, Rambutan, Manggis, Ketapang, Jengkol dan lain-lain. Dan sejumlah bibit aneka bibit pohon yang lain juga disumbangkan ke berbagai Lembaga dalam rangka kegiatan tertentu seperti pelaksanaan hari lingkungan hidup dan mengisi pekarangan warga untuk peneduh dan kerindangan.

Beliau juga menuturkan bahwa penanaman pohon tersebut diantaranya, Bukit Telkom Sibuluan Nalambok 2 Hektar. Power Station   1 dan 2  pembangkit PLTA Sipan Sihaporas 2 hektar. Bukit Tor Simarbarimbing Simare- Mare Dolok Sibolga Ilir 1 Hektar.   Sejak 2019 luas lokasi penghijauan bertambah 4 hektar lagi dari luas 15 hektar yang tersedia milik Susteran SCCM Sibolga terletak di Bukit St. Maria Kelurahan Aek Tolang Induk Kec Tukka – Tapanuli Tengah.

Menghidupi Spiritualitas Santo Fransiskus Hingga Mendapat Penghargaan dari PBB

Mari kita mulai sekali lagi, karena kita belum berbuat apa-apa. Inilah yang menjadi motto hidupnya sehingga ia selalu berusaha untuk memulai berbuat sesuatu yang berguna bukan hanya untuk dirinya dan keluarga tetapi untuk segenap masyarakat. Ia mengaku bahwa lahan yang digunakan untuk menanam sejumlah pohon yang disebutkan di atas bukan lahan milik pribadi, tetapi milik warga masayarakat dan pemerintah seperti pinggir jalan desa, dan sungai untuk mengantisipasi longsor. Motivasinya hanya satu yakni, alam bumi kita hidup harus tetap terpelihara.

Sejak  tahun 2008, gerakan Green Action hanya bermodalkan semangat tokoh Spritual Fransiskus dari Assisi. Juga merespon seruan Lau Dato Si dimana Bumi merupakan rumah kita bersama.   Sejak Juli 2019 seorang relawan mulai memberi bantuan pembibitan 600 pohon Durian. Rabu tanggal 15 September 2021 Bank Indonesia menyumbangkan dua unit Diesel 8 PK untuk mendaur ulang sampah organik dan plastik.

Atas ketekunan dan kerja tanpa pamrih lebih dari satu dasa warsa, anak ke-2  dari 7   bersaudara ini  memperoleh penghargaan dari PBB bidang lingkungan Hidup United Nation Environment Program ( UNEP ) pada Januari 2012 setelah melalui pembahasan Panel Lingkungan Hidup di Durban Afrika Nopember 2011.  Penghargaan berupa Sertifikat atas nama Johannes Sihotang, S.Pd dan atas nama  Komunitas Basis Gerejani dengan nama OFS Green Action Pandan.

Pesan Untuk Masyarakat

Atas niat besar untuk mengedukasi lebih banyak orang lagi dalam mencintai dan melestarikan lingkungan hidup maka berdirilah Lembaga Swadaya  Fransiskus Green Acation Pandan. Dengan akta pendirian  oleh Notaris Omica SH. M.Kn. yang secara legal berlaku sejak Maret 2019- Maret 2024, di Pengadilan Negeri Sibolga dan Kemendagri Jakarta.

Semoga LSM ini mampu merangkul dan menggerakkan masyarakat untuk paham tentang pentingnya menjaga alam, dan semoga generasi penerus nanti juga bisa merasakan nikmatnya sumber daya alam yang ada di negeri kita.

Let’s Go Green. Semoga.

*Bonifasius Nurak,S.Pd. Penulsi adalah Guru SMP Santa Maria , Tarutung- Taput.

Facebook Comments

Leave a Reply