Paus Leo XIV: Roh Kudus Menerangi Pikiran dan Menjaga Umat dari Perpecahan

Paus Leo XIV merayakan Hari Raya Pentakosta di basilika St.Petrus, 24 Mei 2026 (Foto: Vatican Media)

Oleh Deborah Castellano Lubov

VATIKAN, KOMPAS.com — Paus Pope Leo XIV menegaskan bahwa Roh Kudus terus bekerja dalam kehidupan manusia dengan menerangi pikiran serta menanamkan semangat baru di dalam hati umat beriman.

Dalam Misa Hari Raya Pentakosta di Basilika Santo Petrus, Minggu (25/5/2026), Paus mengatakan bahwa Roh Kudus “mengubah sejarah dan membukanya kepada keselamatan” yang ditawarkan Tuhan kepada semua orang.

“Melalui kuasa Roh Kudus, pewartaan kita dipenuhi sukacita dan harapan, sebab kita adalah pembaruan dunia, terang dan garam bagi bumi,” ujar Paus dalam homilinya.

Paus mengingatkan bahwa masa Paskah mencapai puncaknya dalam perayaan Pentakosta. Ia menyinggung kisah Injil ketika para rasul bersembunyi di Ruang Atas karena ketakutan. Namun, Yesus hadir di tengah mereka sambil membawa damai dan mencurahkan Roh Kudus.

Menurut Paus, Roh Kudus melakukan karya luar biasa dalam hidup para rasul dan tetap berkarya hingga saat ini.

Ia menegaskan bahwa Pentakosta merupakan “perayaan Tubuh Kristus,” yakni seluruh umat yang dipersatukan oleh rahmat Allah.

Roh Kudus sebagai Roh Damai

Dalam homilinya, Paus Leo XIV membahas tiga aspek utama Roh Kudus, yaitu sebagai Roh damai, Roh misi, dan Roh kebenaran.

Mengenai Roh damai, Paus mengatakan bahwa melalui misteri Paskah Kristus, Roh Kudus memulihkan hubungan antara Allah dan manusia serta mencurahkan damai ke dalam hati umat.

Menurutnya, damai sejati lahir dari pengampunan dan mendorong manusia untuk saling mengampuni.

“Tuhan mencurahkan Roh damai-Nya sepanjang sejarah, sebab Dia yang menebus semua orang tidak mengecualikan siapa pun,” kata Paus.

Kesatuan dalam Roh kudus bukan kekusasaan politik

Semua Umat Dipanggil Menjadi Saksi

Paus juga menekankan dimensi misioner Roh Kudus. Ia menyebut Roh Kudus sebagai “kasih Kristus yang hidup” yang memenuhi, menggerakkan, dan menopang umat dalam menjalankan misi pewartaan Injil.

Ia mengingatkan bahwa pada hari Pentakosta, para rasul mulai mewartakan Yesus melalui kuasa Roh Kudus. Menurut Paus, karya pertama Roh Kudus adalah menumbuhkan iman untuk mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.

Iman tersebut, lanjutnya, tampak dalam tindakan kasih, belas kasih, dan berbagai kebajikan yang dilakukan umat sehari-hari.

“Kita semua dipanggil untuk menjadi saksi Sabda Tuhan di mana pun berada,” ujarnya.

Gereja Harus Menjadi Pembawa Harapan

Paus Leo XIV menegaskan bahwa seluruh Gereja adalah pelaku utama pewartaan Injil, bukan sekadar penjaganya.

Melalui kuasa Roh Kudus, pewartaan Gereja dipenuhi sukacita dan harapan. Ia mengatakan umat Kristen dipanggil menjadi “terang dan garam dunia,” bukan karena kelebihan pribadi, melainkan karena Tuhan yang menguduskan manusia.

Meski demikian, Paus mengakui bahwa ada perubahan-perubahan di dunia yang justru membawa kekerasan dan kesalahan, bukan kehidupan baru.

Namun, menurutnya, Roh Kudus tetap bekerja dengan menerangi pikiran manusia dan memberi daya hidup baru di dalam hati.

Roh Kudus Menyatukan dalam Kebenaran

Paus juga menekankan bahwa Roh Kudus selalu membawa persatuan dalam kebenaran. Roh Kudus, katanya, melindungi umat dari perpecahan, kemunafikan, dan tren sesaat yang dapat mengaburkan cahaya Injil.

“Karena itu, kebenaran dari Allah menjadi sabda yang membebaskan semua bangsa dan mengubah setiap budaya dari dalam,” kata Paus.

Ia menambahkan bahwa Roh Kudus terus dicurahkan kepada umat melalui sakramen-sakramen Gereja, termasuk Baptis, Krisma, dan Tahbisan.

Dalam setiap sakramen, Roh Kudus menjadi sumber kekudusan yang melimpahkan karunia dan talenta bagi umat.

Doa untuk Perdamaian Dunia

Menutup homilinya, Paus Leo XIV mengajak umat berdoa agar Roh Kudus menyelamatkan dunia dari perang, membebaskan manusia dari penderitaan, dan menyembuhkan dosa.

Menurut Paus, perang tidak dapat dikalahkan oleh kekuatan besar dunia, melainkan oleh “kemahakuasaan kasih.”

Ia juga memohon agar Roh Kudus memberikan keberanian kepada umat untuk terus hidup dalam iman dan membawa damai sejati bagi dunia.(Vatican News, 25 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com