SLB-A Karya Murni Kunjungan ke Museum Simalungan “Penguatan Profil Pelajar Pancasila”

 237 total views,  1 views today

Kepala Sekolah, Para Pendididik, dan Siswa/Siswi SLB-A Karya Murni Medan melakukan kunjungan ke Museum Simalungun dan Gereja Paroki St. Yosef Jl. Bali – Pematangsiantar, Sabtu-Minggu, 11 Juni 2022. Kunjungan ini merupakan salah satu wujud dari memperkenalkan sekolah dan melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sesuai Implementasi Kurikulum Merdeka.

Dalam kunjungan ke Museum Simalungun anak-anak diperkenalkan dengan berbagai kekayaan dari Suku Simalungun, baik dari pakaian, alat-alat musik tradisional, pakaian tradisional, dan lain-lain. Meski peserta didik hanya mengenal benda-benda yang ada di Museum Simalungun itu dengan cara meraba, mereka senang dan semakin menyadari keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.

Setelah melakukan kunjungan ke Museum Simalungun, seluruh rombongan mengunjungi Gereja Paroki St. Yosef Jl. Bali. Kehadiran mereka disambut dengan ramah oleh RD Iwan Swanto Lumbangaol. Ibu Lusia Cusita Winarti, M. Pd., selaku Kepala SLB-A Karya Murni dan Sr. Skolastika, KSSY selaku wakil kepala Sekolah menyampaikan tujuan lain dari kegiatan ini supaya masyarakat umum memperoleh informasi tentang sekolah bagi tunanetra, sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk dididik, mengembangkan bakat dan kemampuannya.

Pada kunjungan ini Siswa/Siswi SLB-A turut serta ambil bagian dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD Irfantinus Tarigan. Melihat kehadiran dan kegiatan yang mereka lakukan, dalam khotbahnya RD Irfantinus menegaskan bahwa mukjizat itu nyata.

Baca juga  Perayaan syukur dan Misa Perdana atas Tahbisan Imam dan Tahbisan Diakon di Biara St. Bonaventura Sinaksak

“Allah sungguh hadir dan berkarya melalui siswa tunanetra yang berada di tengah-tengah kita. Dalam keterbatasan penglihatan, mereka mampu menampilkan yang terbaik lewat petugas liturgi dan paduan suara yang indah. Kesatuan Bapa, Putera dan Roh Kudus yang kita rayakan dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus hari ini, menyatukan kita sebagai umat Allah yang dipanggil untuk mewartakan kasih Allah. Masing-masing kita dipanggil Allah untuk mempersatukan diri dengan Gereja dalam mengembangkan kerajaan Allah. Sama seperti para siswa tunanetra, kita juga memiliki keterbatasan, entah itu dalam bentuk sikap, tutur kata dan perbuatan kita yang kurang berkenan di hadapan sesama. Oleh karenanya, kita dipanggil untuk saling menyempurnakan satu sama lain,” tutur Pastor yang merupakan salah satu kolumnis di majalah Menjemaat ini.

Seusai perayaan Ekaristi Siswa/siswi SLB-A kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama pengurus Gereja Paroki St. Yosef di aula. Bpk. Lumbangaol selaku pengurus Dewan Pastoral Paroki menyampaikan bahwa ini sebuah PR (pekerjaan rumah), khususnya umat untuk mewartakan sekolah agar anak disabilitas netra mendapat pendidikan dan pelayanan di SLB-A Karya Murni.

Umat juga sangat mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan di Paroki St. Yosef Jl. Bali. Apalagi anak-anak juga menampilkan hasil kerajinan mereka berupa rosario, gantungan kunci dan sabun cuci piring. Sebagai penutup seluruh kegiatan rombongan melakukan rekreasi di kolam renang RRSV (Rumah Retret Samadi Vincent).

Baca juga  Mengapa Mei Disebut Bulan Maria? Pastor Richard Sinaga Beri Paparan Menarik

(Lusia Cusita Winarti)

Facebook Comments

Ananta Bangun

Pegawai Komisi Komsos KAM | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply