DIES NATALIS KE-40 SEMINARI TINGGI SANTO PETRUS PEMATANGSIANTAR

 1,165 total views,  2 views today

            Pada hari Minggu 27 Februari 2022, Seminari Tinggi St. Petrus (STSP) bersyukur atas rahmat istimewa yang dianugerahkan Allah kepada komunitas. Moment syukur tersebut antara lain :  Dies Natalis Seminari Tinggi ke-40. Serah terima jabatan Rektor STSP dari Rm. Laurentius Totok Subiyanto kepada Rm. Guido Suprapto. Pemberkatan gedung baru untuk tempat tinggal para frater, dan juga Pelantikan Lektor-Akolit bagi 34 Frater Tingkat III.

Perayaan iman ini dirangkai dalam acara yang dimulai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono sebagai selebran utama, Mgr. Kornelius Sipayung (Uskup Agung Medan), Mgr. Fransiskus Sinaga (Uskup Sibolga), Mgr. Vitus Rubianto S, (Uskup Padang), Mgr. Adrianus Sunarko (Uskup Pangkalpinang), Mgr. Aloysius Sudarso (Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang) dan beberapa imam konselebran lainnya.

            Seusai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan rangkaian ramah tamah yang bertempat di aula magna Mgr. Pius Datubara, STFT St. Yohanes. Ada banyak acara yang dilakukan seperti penyambutan Uskup dengan gondang dan tari-tarian, kata sambutan dari para Uskup berserta dengan rektor yang baru terlantik serta hiburan dari para frater maupun dari para bapa uskup.

Dalam kata sambutannya, Rm. Guido, selaku rektor baru memberikan penekanan bahwa pemeran utama dalam proses formatio adalah Roh Kudus. Lebih lanjut, Romo Guido mengatakan bahwa dalam proses formatio, semua anggota komunitas adalah keluarga yang harus bahu-membahu mengusahakan yang baik bagi sesama. Dalam usaha untuk mengusakan kebaikan, setiap anggota komunitas wajib menempatkan sosok Yesus sebagai pembentuk dan teladan utama dalam menghidupi dinamika kebersamaan sebagai satu komunitas.

Baca juga  KELUARGA SEJAHTERA SEBAGAI FOKUS PASTORAL KAM 2020

            Perayaan syukur atas perjalanan 40 tahun STSP bukanlah sebuah perayaan seremonial yang hanya berlangsung dalam hitungan hari. STSP sebagai tempat pesemaian para calon Imam Diosesan se-regio Sumatera menyadari bahwa kualitas pendidikan calon Imam Diosesan harus bersifat dinamis dan dapat mengikuti kebutuhan zaman.

Oleh karena itu, perayaan syukur ini dirangkai dalam rentang waktu satu tahun ke depan berupa perayaan sinodal yang mengajak seluruh anggota komunitas untuk berjalan bersama seturut dengan Pedoman Pembentukan Hidup Imamat di Indonesia oleh KWI. Komunitas akan berefleksi bersama, saling bertemu dan mendengarkan serta berdiscerment atas proses formatio yang telah-sedang-akan berlangsung di STSP. Kegiatan pertama diawali pada sore hari dengan agenda pertemuan setiap Pra-Unio Keuskupan bersama dengan para Bapa Uskup masing-masing.

Fr. Nicolas F. Sitorus | Calon Imam Disosesan KAM Tingkat I

Facebook Comments

Leave a Reply