Keuskupan Agung Medan Rayakan Hari Komunikasi Sedunia. Ketua Komsos: Ini Momentum Perkuat Aktivis Pastoral Komunikasi Sosial di KAM

 265 total views,  3 views today

komsoskam.com – Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Medan, pada Minggu (29 Mei), menggelar perayaan Hari Minggu Komunikasi se-Dunia ke 56. Acara yang berlangsung di Catholic Center KAM Medan, antara lain: literasi jurnalistik, sarasehan aktivis komsos, penguatan seksi komsos paroki di KAM. dan perayaan ekaristi.

Pjs Ketua Komisi Komsos KAM, Pastor Marihot Simanjuntak membuka acara dengan doa pembuka dan penjelasan tentang Pesan Paus Fransiskus dalam Hari Komunikasi se-Dunia tahun ini: “Mendengarkan dengan Telinga Hati (Corde Audire)”.

Imam Diosesan KAM tersebut mengatakan, pesan Bapa Suci tersebut sungguh relevan dengan pelaksanaan Sinode Para Uskup di Keuskupan Agung Medan. “Di mana tema sinode yang dipilih adalah ‘Teman Seperjalanan’. Menjadi teman seperjalanan tentu membutuhkan kemampuan mendengar yang mumpuni. Namun, bukan sekedar mendengar melalui organ telinga saja. Melainkan lebih jauh, yakni mendengar dengan telinga hati,” ucapnya.

“Kami sengaja mengundang seluruh insan perwakilan Paroki, Ormas hingga Komisi-komisi lain, agar ikut serta dalam gerakan besar Pastoral Komsos di keuskupan kita ini,” imbuh Pastor Marihot.

Usai kata sambutan, staf Komisi Komsos KAM memperkenalkan sejumlah media yang mereka asuh. Di mana Ananta Bangun menyajikan profil dari media cetak majalah Menjemaat. Sementara, Jansudin Saragih menyuguhkan profil media online Komsoskam.com dan media sosial (kanal Youtube dan Fanpage Komsos KAM).

“Pada intinya, media Komsos KAM saat ini tengah ‘haus’ akan konten khas Gereja Katolik dari para aktivis dan Seksi Komsos di Paroki. Padahal idealnya, redaksi media kewalahan menerima banyak kiriman konten untuk diolah menjadi kabar bermutu untuk umat,” ucap Ananta.

Baca juga  Komkat KAM & Komkel KAM Gelar Lokarkarya Materi Kursus Persiapan Perkawinan

Jansudin melanjutkan, Komsos KAM memanfaatkan momen perayaan Hari Komunikasi Sedunia ke-56 ini untuk memperkenalkan beberapa keahlian dalam khasanah Komsos. Yakni, jurnalistik. “Dalam sesi khusus tersebut, para peserta akan diberi teori dan praktik singkat perihal reportase oleh kalangan jurnalis Katolik yang berkenan membagikan pengalaman mereka,” katanya.

Wartawan dari media Tribun Medan (Tommy Simatupang, Royandi Hutasoit dan Maurits Pardosi) serta wartawan senior, Wilfried Sinaga dari media online Galasibot.co menjadi narasumber dalam sesi pelatihan singkat jurnalistik.

Tommy menyampaikan, kiat jurnalistik dasar berupa “5W + 1 H” hingga kiat wawancara. Menurut Tommy, liputan atau reportase tidak akan utuh tanpa wawancara yang benar. Sementara, Wilfried menyampaikan bahwa aksi jurnalistik sebenarnya telah bermula sejak kelahiran Yesus.

“Yaitu, dari para orang Majus yang telah menyampaikan kabar kelahiran Yesus. Kabar yang mereka sampaikan, telah mengikuti kaidah jurnalistik yang tadi dipaparkan Tommy,” kata eks jurnalis Harian Sinar Indonesia Baru, seraya mengajak para hadirin menjadi ‘Orang Majus’ yang baru untuk mewartakan karya Gereja.

Untuk memudahkan pemahaman, seluruh peserta dipilah menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok lalu dipandu oleh seorang jurnalis Katolik. Peserta diminta menuliskan satu artikel berita, dan dikirim ke fasilitator kelompoknya. Hasil reportase tersebut kemudian didiskusikan untuk koreksi bersama-sama.

Dalam sesi sarasehan, panitia mengundang Seksi Komsos dari Paroki Martubung, Relita Buaton. Akademisi bidang Teknologi Informatika tersebut memaparkan sekilas pengalaman dalam kegiatan pastoral komsos di Paroki Martubung.

Baca juga  Ternyata Begini Latar Belakang Deklarasi Dokumen Abu Dhabi

Menurut Relita, Pastoral Komsos sangat relevan untuk dilaksanakan oleh Gereja. Sebab, pengguna teknologi komunikasi, khususnya dari kalangan milenial, semakin bertumbuh. “Mereka akan selalu merujuk media sosial untuk mencari informasi tentang berbagai hal. Termasuk tentang Gereja. Nah, bagaimana Gereja bisa mengisi peran di ruang digital itu? Tentu saja melalui aksi pastoral komsos dari tingkat keuskupan, paroki hingga stasi,” ujarnya.

Seluruh rangkaian acara lalu diakhiri dengan misa syukur yang dipimpin Kanselarius KAM, RP. Fransiskus de Sales Borta Rumapea, O.Carm dan Pastor Marihot sebagai konselebran. Dalam homilinya, Pastor Borta menekankan agar hadirin tak putus semangat untuk terus berkarya dalam pastoral komunikasi sosial.

Turut menambahkan, Pastor Marihot mengatakan event ini merupakan langkah awal, dalam gerakan aksi pastoral komsos di KAM. “Akan ada program lanjutan yang akan digelar oleh Komisi Komsos KAM. Baik di tingkat vikariat, paroki dan stasi. Dan tak tertutup kemungkinan juga bagi komisi-komisi, ormas, bahkan Tarekat Hidup Bakti,” pungkas Imam asal Parsoburan.

Setelah foto bersama, Ananta Bangun secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Pastor Borta, karena membuat momen perayaan ini menjadi sempurna. “Mengapa?” tanya Pastor Borta. “Sebab Fransiskus de Sales adalah pelindung penggiat Pastoral Komunikasi Sosial,” ucap pria berjanggut itu disusul tawa terbahak-bahak Pastor Borta.

(Ananta Bangun)

Facebook Comments

Ananta Bangun

Pegawai Komisi Komsos KAM | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply