WYD Seoul Tetapkan Santo Pelindung untuk Acara 2027

Orang Kudus pelindung WYD 2027:dari kiri ke kanan: Carlo Acutis, Frances Xavier Carbini, Andrew Kim Taegon, Josephine Bakhita, Paus Yohanes Paulus II (Foto: WYD Seoul Loc)

Oleh UCA Reporter

Penyelenggara World Youth Day (WYD) 2027 di Seoul, Korea Selatan, mengumumkan lima santo pelindung untuk perhelatan tersebut. Salah satu yang ditetapkan adalah Paus Yohanes Paulus II, pendiri WYD pada 1985.

Selain itu, santo pelindung lainnya adalah Santo Andreas Kim Taegon dan para martir Korea, Santa Frances Xavier Cabrini, Santa Josephine Bakhita, serta Carlo Acutis.

Komite Penyelenggara Lokal (LOC) WYD Seoul menyampaikan bahwa pemilihan santo pelindung dilakukan melalui survei sejak akhir 2024, melibatkan kaum muda, pelayan pastoral, dan pekerja gereja di seluruh Korea Selatan.

Uskup Agung Seoul, Peter Chung Soon-taick, yang juga menjabat sebagai presiden LOC, mengatakan bahwa para santo tersebut berasal dari berbagai benua dan generasi. Mereka diharapkan dapat menjadi teladan konkret bagi kaum muda dalam menjalani iman di tengah tantangan zaman.

“Saya berharap kaum muda dapat menemukan inspirasi dari kehidupan para santo ini dan membangun kedekatan spiritual selama persiapan WYD,” ujar Chung.

WYD Seoul 2027 dijadwalkan berlangsung pada 3–8 Agustus 2027 dan diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu orang muda dari berbagai negara. Paus Paus Leo XIV direncanakan turut hadir dalam acara tersebut.

Paus Yohanes Paulus II dikenang atas perhatiannya yang besar terhadap kaum muda, keluarga, dan martabat manusia. Sementara itu, Andreas Kim Taegon dikenal sebagai simbol iman dan keberanian setelah wafat sebagai martir di usia muda.

Frances Xavier Cabrini dikenang atas karya misinya bagi para migran dan kaum miskin. Josephine Bakhita menjadi saksi harapan dan kebebasan setelah mengalami penderitaan sebagai mantan budak. Adapun Carlo Acutis dikenal sebagai figur muda yang memanfaatkan teknologi digital untuk evangelisasi.

Dalam proses persiapan, relawan muda turut mendalami kehidupan dan spiritualitas para santo tersebut selama dua bulan melalui doa, diskusi, dan refleksi bersama. Mereka juga menyusun doa khusus dan simbol yang merepresentasikan masing-masing santo.

Prefek Dikasteri untuk Kaum Awam, Keluarga, dan Kehidupan, Kardinal Kevin Farrell, menegaskan bahwa santo pelindung memiliki peran penting dalam persiapan WYD.

“Mereka mengajak kaum muda untuk merenungkan panggilan hidup dan meresponsnya dengan keberanian dalam mengikuti Kristus,” ujarnya.

Selain itu, panitia juga meluncurkan kuis interaktif daring bertajuk “Meet Your Patron Saint!” guna membantu kaum muda menemukan santo yang paling relevan dengan kehidupan mereka.

Inisiatif ini bertujuan agar para santo tidak hanya dipandang sebagai tokoh sejarah, tetapi juga sebagai sahabat spiritual yang relevan dengan harapan dan pergulatan generasi masa kini (UCA NEWS, 27 April 2026)


Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com