Pesta Pemberkatan Gereja Santa Maria Lumban Lintong

728 total views, 2 views today

Komsoskam.com- Parsoburan – Gereja Paroki St.Yoseph Parsoburan bergembira dalam pesta Pemberkatan Gereja Stasi St.Maria Lumban Lintong, pada hari Minggu, 15 September 2019, yang dihadiri sekitar 500-an umat yaitu semua rayon Lumban Lintong (Lumban Lintong, Tornaganjang, Pararungan, Sijomba dan Sibuntuon) dan perwakilan dari beberapa stasi/lingkungan yang ada di Paroki St.Yoseph Parsoburan. Pesta pemberkatan gereja ini dihadiri juga oleh beberapa perwakilan dari Pemerintah Daerah TOBASA dan beberapa gereja tetangga. Acara pemberkatan dan Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Vikaris Episkopal Vikariat St.Filipus Rasul Doloksanggul, RP.Ambrosius Nainggolan OFM Cap, bersama dengan Pastor Paroki RD.Bernardus Sijabat.

Gereja Stasi ini mulai dibangun (peletakan Batu I, oleh RD. Julianus Tarigan) pada hari Minggu, 23 Desember 2018 di lokasi yang berbeda dengan gereja lama yang lebih strategis yaitu di lokasi lahan Ketua Dewan Stasi Lumban Lintong (R.Hutapea). Syukur kepada Tuhan bahwa semangat, perjuangan, kerja sama, persatuan dan kerendahan hati serta komunikasi baik dengan Pastor yang ditunjukkan oleh panitia bangunan, KDPS, para pengurus dan seluruh umat membuahkan hasil dalam proses pembangunan gereja tersebut. Demikian juga pastor bersyukur atas keterbukaan, pengorbanan umat, DPPH, para donatur dan siapa saja yang sudah memberi hati, pikiran, tenaga dan materi dalam proses pembangunan gereja stasi ini.

Stasi St.Maria Lumban Lintong ini berdiri pada tahun 1998 oleh RP. Hubertus Tamba OFM Cap, dan Ketua Dewan Stasi I adalah Jelesman Simanjuntak, dengan jumlah umat pada saat itu Lima (5) Kepala Keluarga (KK). Dan pada saat ini Ketua Dewan Stasi adalah Rosu Hutapea dengan jumlah umat 12 Kepala keluarga (KK). Letak wilayah geografis stasi ini berada di arah barat Parsoburan (sekitar 39 KM) dari Parsoburan dengan jarak tempuh rata-rata dua (2) jam perjalanan dengan Sepeda Motor. Wilayahnya terletak di sekitar pengunungan dengan alam yang indah dan sejuk. Mata pencaharian penduduk pada umumnya adalah sebagai petani (padi, kopi, kemenyan). Dan semoga dengan gereja baru ini, umat Katolik St. Maria Lumban Lintong  semakin semangat beribadah, meningkatkan keimanan, kebersamaan, semangat pengorbanan kasih di antara mereka di keluarga, Gereja dan masyarakat serta bangga menunjukkan identitas sebagai orang Katolik.

Baca juga  Ret-ret Para Imam Diosesan KAM,”Gaudete et Exsultate.”

(RD. Julianus Tarigan)

Jansudin Saragih

"Carpe diem" | Youtube : 2share4life

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *