Peletakan Batu Pertama, Gereja Katolik Kuasi Stasi St Benediktus Marindal

1,410 total views, 2 views today

Komsoskam.com – Marindal – Syukur pada Allah, acara peletakan batu pertama gereja kuasi stasi St Benediktus Marindal berlangsung sukses penuh kegembiraan. Acara dipimpin langsung oleh pastor paroki Pasar Merah, RP Frans Borta Rumapea, OCarm, Sabtu 23 Februari 2019, tepatnya di Jl. Mekatana B. No 7, Marindal.

RP Frans Borta Rumapea O.Carm, memimpin ibadat Peletakan Batu Pertama

Mengawali ibadat Pastor menekankan bahwa peletakan Batu pertama gereja ini merupakan peristiwa iman, sebagaimana rasul Petrus yang mendirikan Gereja yang diamanahkan Yesus Kristus. “Kita akan meletakkan batu pertama ini di atas tahta St Petrus, sebagai kepala Gereja Kristus yang di pilih oleh Yesus sendiri, ” katanya dalam ibadat .

Sebanyak 12 batu fondasi diletakkan sebagai simbol 12 rasul yang menopang gereja Kristus. Usai peletakan batu pertama panitia juga menyediakan santap siang sebagai tanda sukacita dan pengharapan.

12 batu fundasi dalam peletakan batu pertama

Keinginan umat untuk mendirikan gerja stasi ini semakin nyata, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Panitia, Pandapotan Pardosi. Kepada seluruh umat ia mengajak agar semakin semangat dalam menunjukkan peran dan keterlibatan . “Mari kita mulai dari kantong kita sehingga orang lain tergerak untuk memberi lebih banyak lagi. Seberapapun yang kita beri akan sangat berarti demi terbangunnya gereja yang kita impikan ini” tuturnya.

Sementara itu Ketua DPP Paroki Pasar Merah Jarodes Simbolon mengajak seluruh panitia agar saling bekerjasama. “Semoga semua saling bersinergi, mari bergandeng- tangan. Hilangkan ego masing-masing. Kita satukan hati umat. Tanpa umat kita tidak bisa berbuat apa-apa.” Tambahnya lagi, DPP siap sedia untuk berdiskusi dan mendukung.

Ketua Umum Panitia Pandapotan Pardosi dan umat berfoto bersama Pastor Paroki

Peletakan batu pertama ini hanya awal, banyak lagi yang mesti disiapkan. “Perjuangan masih berlanjut, kita sudah melewati pengadaan lahan, pembangunan tembok dan kini peletakan batu pertama. Masing-masing ada tantangan dan kesulitan, namun dengan perjuangan dan kesatuan hati, Tuhan akan membantu kita” tambah Yoseph Tien, sekretaris Umum Panitia.

Dalam acara ini hadir juga pemerintah setempat, warga sekitar, umat tetangga, para perwakilan lingkungan dan juga diwakili oleh kepolisian daerah Sumatera Utara.  Disela kegiatan perwakilan Kapoldasu yang hadir turut mengajak umat untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama terlebih mendekati masa pemilu 17 April nanti.

Deklarasi Pemilu Damai dipimpin oleh ketua DPS Santo Diego Martoba, Kaman Lumbangaol

Menanggapi hal tersebut, umat yang hadir berkenan membacakan Ikrar Pemilu Damai, yang dipimpin oleh ketua DPS Santo Diego Martoba, Kaman Lumbangaol. Berikut petikan Ikrar tersebut:
1. Menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
2. Mendukung kebijakan dan kinerja Pemerintah NKRI
3. Siap menangkal berita hoax, ujaran kebencian, dan isu keagamaan serta mendukung terciptanya Pemilu Damai 2019 di Sumatera Utara
4. Mendukung Polri khususnya Polda Sumut dalam menegakkan hukum, terhadap penyebar hoax, ujaran kebencian, segala bentuk provokasi, isu sara dan perbuatan adu domba, yang dapat memecah belah masyarakat.
5. Senantiasa menjaga situasi yang aman dan kondusif agar terbentuknya Pemilu Damai 2019.

Selamat atas peletakan batu pertama, semoga tuntas hinga berdirinya gereja Stasi Santo Benediktus Marindal. Demikian juga bagi umat katolik, kita dukung Pemilu Damai 17 April nanti. Semoga.  (Jansudin Saragih)

Jansudin Saragih

"Carpe diem" | Youtube : 2share4life

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *