Pemerintah AS Hentikan Pendanaan untuk Lembaga Katolik yang Rawat Anak Migran Tanpa Pendamping

 

Polisi Amerika Serikat sedang bercanda dengan anak-anak migran pada acara career week end  yang diselenggarkan oleh Caritas Katolik Keuskupan Miami pada 31 Maret 2022 (foto: AFP)

 

Oleh Gina Christian,OSV News

WASHINGTON DC — Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump menghentikan kontrak senilai 11 juta dollar AS dengan lembaga Catholic Charities of the Archdiocese of Miami yang selama ini menyediakan tempat penampungan bagi anak-anak migran tanpa pendamping.

Keputusan tersebut memicu kekhawatiran terkait nasib anak-anak rentan yang selama ini bergantung pada fasilitas tersebut.

Menurut Uskup Agung Miami, Thomas G. Wenski, Kantor Pemukiman Pengungsi (Office of Refugee Resettlement/ORR) telah memberi tahu penghentian pendanaan pada akhir Maret. Ia menyebutkan bahwa anak-anak yang sebelumnya berada dalam pengasuhan lembaga tersebut telah dipindahkan ke fasilitas lain.

“Beberapa anak sangat mengalami trauma. Anak tanpa orangtua yang melintasi wilayah seperti Meksiko hampir pasti mengalami kekerasan, bahkan dalam beberapa kasus pemerkosaan,” ujar Wenski.

Selama ini, Catholic Charities memiliki kapasitas untuk merawat hingga 81 anak dan berperan sebagai bagian dari sistem perawatan berbasis pemerintah federal yang menyerupai sistem foster care.

Laporan Miami Herald pada 15 April menyebutkan bahwa lembaga tersebut telah lama bekerja sama dengan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS dalam menangani anak-anak migran tanpa pendamping.

Namun, pemerintah menyatakan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya efisiensi. Juru bicara Kementerian Kesehatan AS menyebut bahwa jumlah anak migran tanpa pendamping menurun signifikan, dari sekitar 22.000 pada masa pemerintahan Joe Biden menjadi sekitar 1.900 di era Trump.

“Pemerintah sedang menutup dan mengonsolidasikan fasilitas yang tidak terpakai sebagai bagian dari upaya menghentikan masuknya imigran ilegal serta perdagangan anak,” ujar pihak kementerian.

Meski demikian, Wenski mengaku heran dengan keputusan tersebut. Ia menilai program yang dijalankan lembaganya memiliki rekam jejak kuat dan sulit untuk digantikan dengan kualitas yang sama.

“Layanan kami telah diakui secara nasional dan menjadi model bagi banyak lembaga lain,” katanya.

Ia juga menyinggung kerja sama panjang antara pemerintah AS dan Catholic Charities sejak era 1960-an, termasuk dalam program Operation Pedro Pan yang menampung ribuan anak pengungsi dari Kuba.

Program tersebut dinilai sukses karena banyak anak yang kemudian tumbuh menjadi profesional dan tokoh masyarakat di AS.

Terkait dugaan bahwa penghentian kontrak ini berkaitan dengan ketegangan antara pemerintah dan para uskup Katolik, Wenski menyatakan belum ada bukti langsung.

“Hubungan sebab-akibat tidak bisa disimpulkan begitu saja,” ujarnya.

Ia juga membantah tudingan bahwa Catholic Charities terlibat dalam penyelundupan anak migran. Menurutnya, lembaganya hanya bekerja berdasarkan kontrak resmi dengan pemerintah melalui ORR.

Dengan penghentian pendanaan ini, fasilitas di Miami tersebut diperkirakan akan ditutup dalam waktu tiga bulan ke depan (UCA NEWS, 17 April 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com