Paus Leo XIV Ajak Umat Katolik Berdoa untuk Nilai-Nilai Olahraga pada Juni 2026

 

VATICAN CITY, VATICAN – MAY 09: (EDITOR NOTE: STRICTLY EDITORIAL USE ONLY – NO MERCHANDISING). American Cardinal Robert Francis Prevost presides over his first Holy Mass as Pope Leo XIV with cardinals in the Sistine Chapel at the conclusion of the Conclave on May 09, 2025 in Vatican City, Vatican. White smoke was seen over the Vatican early yesterday evening as the Conclave elected the American Cardinal Robert Francis Prevost as the 267th Pontiff. The moderate from Chicago and a close friend of Pope Francis will be known as Pope Leo XIV. (Photo by Simone Risoluti – Vatican Media via Vatican Pool/Getty Images)

Oleh Deborah Caatellano Lubov

VATIKAN — Paus Leo XIV mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk mendoakan nilai-nilai luhur olahraga sepanjang bulan Juni 2026. Dalam intensi doa bulanannya, Paus berharap olahraga dapat menjadi sarana yang memupuk perdamaian, persaudaraan, dan persatuan di tengah masyarakat dunia.

Pesan tersebut disampaikan melalui video bulanan “Pray with the Pope” yang dirilis pada Kamis dan dipersiapkan oleh Pope’s Worldwide Prayer Network (Jaringan Doa Sedunia Paus).

Olahraga Sebagai Sekolah Persaudaraan

Dalam doanya, Paus Leo XIV mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah olahraga.

Ia berterima kasih atas mereka yang memuliakan Allah melalui latihan jasmani, atas persahabatan yang terjalin di lapangan, serta kegembiraan yang lahir dari kerja sama dalam sebuah tim.

Paus mengingatkan bahwa sebagaimana dalam kehidupan, demikian pula dalam olahraga, tidak seorang pun dapat berhasil seorang diri.

“Kita membutuhkan orang lain untuk bertumbuh, belajar menghormati sesama, melampaui keterbatasan diri, dan merayakan kemenangan bersama,” ujar Paus.

Karena itu, Paus berdoa agar olahraga senantiasa menjadi:

  • Sekolah persaudaraan, bukan persaingan yang kosong.
  • Ruang perjumpaan, bukan tempat eksklusi atau diskriminasi.
  • Jalan menuju perdamaian, bukan kekerasan.

Bahasa Universal yang Menyatukan Bangsa-Bangsa

Paus Leo XIV juga menekankan bahwa olahraga memiliki kemampuan unik untuk menyatukan manusia dari berbagai latar belakang budaya dan bangsa.

Ia berharap para atlet, pelatih, maupun pendukung olahraga dapat menemukan dalam olahraga sebuah bahasa universal yang mempererat hubungan antarbudaya, mempersatukan masyarakat, serta menumbuhkan rasa hormat, solidaritas, dan perkembangan pribadi.

Menurut Paus, olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan juga cerminan perjalanan hidup manusia.

Ia berdoa agar setiap cabang olahraga menjadi gambaran kehidupan yang dijalani bersama Kristus: bekerja dengan sukacita dan ketekunan, menerima kekalahan dengan kerendahan hati, serta mensyukuri kemenangan sebagai anugerah Tuhan.

Membangun Persekutuan dan Persaudaraan

Pada bagian akhir doanya, Paus memohon agar Roh Kudus senantiasa menyertai umat beriman.

“Semoga Roh-Mu tidak pernah meninggalkan kami, menjadikan kami satu tim yang bersatu dengan-Mu untuk membangun persekutuan dan persaudaraan dalam sejarah umat manusia.”

Tentang Jaringan Doa Sedunia Paus

Pope’s Worldwide Prayer Network didirikan pada tahun 1844 dengan nama Apostleship of Prayer dan merupakan karya kepausan yang dipercayakan kepada Society of Jesus (Yesuit).

Pada Desember 2020, Pope Francis menetapkannya sebagai Yayasan Vatikan. Statuta akhirnya kemudian disahkan pada Juli 2024.

Saat ini jaringan tersebut hadir di lebih dari 92 negara dan membentuk komunitas rohani yang beranggotakan lebih dari 22 juta orang. Misi utamanya adalah mengajak umat berdoa sesuai intensi bulanan Paus, terutama bagi berbagai tantangan yang dihadapi umat manusia dan misi Gereja di dunia.

Intensi Doa Paus untuk Juni 2026

“Marilah kita berdoa agar melalui olahraga, setiap orang dapat menemukan kesempatan untuk bertumbuh sebagai pribadi, membangun persaudaraan, dan menciptakan dunia yang lebih damai.”(VATICAN NEWS, 2 Juni 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com