
Umat menyambut Paus Leo XIV untuk misa di Stadion Japoma, Douala pada 17 April 2026 (foto:Vatican Media)
Oleh Yoseph Tulloch
DOUALA, KAMERUN — Pada hari kelima perjalanan apostoliknya di Afrika, Pope Leo menyerukan keterlibatan semua pihak untuk mengatasi masalah kelaparan global. Seruan tersebut disampaikan saat memimpin Misa yang dihadiri sekitar 120.000 umat di Douala, pusat ekonomi Cameroon.
Dalam homilinya, Paus Leo menyoroti realitas kelaparan yang masih melanda banyak orang. Mengacu pada kisah Injil tentang mukjizat penggandaan roti dan ikan, ia mengatakan bahwa Yesus mengajak setiap orang untuk melihat mereka yang lapar dan bertanya, “Apa yang akan kamu lakukan?”
Menurut data Palang Merah, sekitar 3,3 juta orang di Kamerun mengalami kelaparan, sementara hampir 40 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.
Paus Leo menegaskan bahwa persoalan kelaparan dapat diatasi melalui solidaritas dan berbagi. “Akan ada makanan untuk semua orang jika dibagikan kepada semua orang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tidak seorang pun akan kelaparan jika makanan dibagikan dengan tangan yang memberi, bukan merampas.
Tekankan “Kegelisahan Suci” di Dunia Pendidikan
Foto: Rektor Universitas Katolik Central Afrika menyambut Paus (Vatican Media)
Setelah Misa, Paus Leo mengunjungi sebuah rumah sakit Katolik secara pribadi sebelum kembali ke Yaoundé untuk bertemu mahasiswa di Universitas Katolik Afrika Tengah.
Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai ruang untuk membangun persahabatan, kerja sama, serta refleksi mendalam di tengah meningkatnya individualisme dan superficialitas.
Ia juga memperkenalkan konsep “kegelisahan suci” (holy restlessness), yaitu dorongan batin untuk terus mencari kebenaran dan makna hidup. Menurutnya, universitas memiliki peran penting dalam membentuk hati nurani yang bebas dan kritis.
Paus Leo turut menyinggung perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin memengaruhi pola pikir manusia. Ia menekankan pentingnya ilmu humaniora agar generasi muda mampu memahami bias, logika ekonomi, dan relasi kekuasaan yang terkandung dalam teknologi tersebut.
Seruan untuk Keberanian dan Kepedulian
Di penghujung hari, Paus Leo bertemu dengan para pemimpin tarekat religius di Kamerun. Mereka memaparkan berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk pendampingan bagi kaum muda, pengungsi, serta korban kekerasan dan perdagangan manusia.
Menanggapi hal tersebut, Paus Leo menegaskan bahwa hidup bakti menuntut “keberanian radikal” untuk menghadapi persoalan kompleks dunia. Ia mengajak para biarawan dan biarawati untuk terus hadir bagi mereka yang membutuhkan harapan dan kasih Tuhan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Paus Leo di Afrika yang menyoroti isu-isu kemanusiaan, perdamaian, dan peran Gereja dalam menjawab tantangan global (VATICAN NEWS, 17 April 2026)
Bagikan ini:
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
