Paus Leo XPaus Leo XIV Bantah Narasi Media soal Kritik terhadap Trump saat Kunjungan ke Afrika

Presiden USA Donald Trump (kiri) dan Paus Leo XIV (kanan)-foto AFP

 

Oleh Countrey Meres,OSV News

YAOUNDÉ — Pope Leo XIV menepis anggapan bahwa pernyataannya selama kunjungan ke Afrika ditujukan untuk mengkritik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menegaskan bahwa pesan-pesan yang disampaikannya bersifat pastoral, bukan politis.

Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat dalam perjalanan dari Yaoundé, Kamerun, menuju Luanda, Angola, pada 18 April, Paus Leo menyebut adanya narasi media yang tidak sepenuhnya akurat.

“Ada narasi tertentu yang berkembang, tetapi tidak sepenuhnya tepat dalam semua aspeknya,” ujar Paus.

Ia menjelaskan bahwa pidato yang disampaikannya dalam pertemuan doa untuk perdamaian telah dipersiapkan dua minggu sebelumnya, jauh sebelum Trump memberikan komentar terkait dirinya.

“Pidato itu kemudian ditafsirkan seolah-olah saya sedang berdebat dengan presiden, padahal itu sama sekali bukan tujuan saya,” katanya.

Paus menegaskan bahwa kunjungannya ke Afrika murni dalam kapasitasnya sebagai pemimpin Gereja Katolik.

“Saya datang ke Afrika sebagai seorang gembala, untuk bersama umat, merayakan, memberi semangat, dan mendampingi umat Katolik di seluruh Afrika,” ujarnya.

Sebelumnya, media di Amerika Serikat ramai memberitakan adanya ketegangan antara Paus Leo dan Trump, terutama setelah presiden AS tersebut melontarkan kritik di media sosial terkait sikap Paus terhadap perang Iran.

Sejumlah laporan media bahkan mengaitkan pidato Paus di Bamenda, Kamerun—wilayah yang dilanda konflik sejak 2017—sebagai sindiran terhadap Trump. Dalam pidato tersebut, Paus mengecam para pemimpin yang menghabiskan anggaran besar untuk perang dan menyebut dunia “dirusak oleh segelintir tiran”.

Namun, Paus menegaskan bahwa pernyataan tersebut ditujukan untuk menyoroti penderitaan masyarakat Kamerun, khususnya dalam konflik yang kerap disebut sebagai salah satu krisis yang terabaikan di dunia.

“Kunjungan ke Kamerun sangat penting karena mencerminkan kompleksitas Afrika—kaya akan potensi, tetapi juga menghadapi ketimpangan yang besar,” kata Paus.

Selama di Kamerun, Paus Leo memimpin misa di Yaoundé yang dihadiri sekitar 200.000 umat. Dalam khotbahnya, ia menekankan pesan harapan dan kedamaian.

“Yesus selalu bersama kita, lebih kuat dari segala kekuatan jahat,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat untuk tetap dekat dengan mereka yang menderita dan terus memperjuangkan keadilan serta perdamaian.

Kunjungan Paus ke Kamerun berlangsung pada 15–18 April, mencakup Yaoundé, Bamenda, dan Douala. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Angola dan Guinea Khatulistiwa sebelum kembali ke Vatikan pada 23 April. (UCA NEWS,19 April 2026)


Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com