
Paus Leo XIV menyapa para narapidana di Bata, Equatorial Guinea pada Rabu,22 April 2026
Oleh Joseph Tulloch – Bata, Equatorial Guinea
Bata, Guinea Khatulistiwa – Hari terakhir perjalanan apostolik Paus Leo di Afrika ditutup dengan suasana yang penuh makna dan emosional. Di sebuah stadion di Kota Bata, puluhan ribu anak muda tetap bertahan di tengah hujan deras, bernyanyi dan menari menantikan kedatangan Sri Paus.
Hujan tropis yang mengguyur deras tidak menyurutkan semangat para peserta. Sebagian mencari perlindungan di bawah atap stadion, namun banyak yang memilih tetap berada di lapangan, menari bersama dalam kebersamaan yang hangat.
Ketika Paus Leo tiba, suasana langsung memuncak. Sorak-sorai menggema, tidak hanya untuk menyambut Paus, tetapi juga untuk warga lokal yang turut naik ke panggung, membagikan kisah iman dan menampilkan tarian tradisional.
Dalam pesannya, Paus Leo menekankan bahwa cahaya terbesar tampak dari semangat kaum muda itu sendiri. Ia mengajak mereka untuk menjaga harmoni dan menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati datang dari sikap saling memberi.
Pesan Harapan di Penjara
Sebelumnya pada hari yang sama, Paus Leo mengunjungi penjara di Bata yang dikenal memiliki kondisi keras. Di tengah hujan yang mulai turun sejak siang hari, ia menyampaikan pesan penuh harapan kepada para narapidana.
“Tidak ada seorang pun yang dikecualikan dari kasih Tuhan,” ujar Paus. Ia menegaskan bahwa setiap individu, terlepas dari kesalahan dan masa lalu, tetap berharga di mata Tuhan.

Umat Katolik di Bata, Equatorial Guniea menyambut Paus Leo XIV, Rabu 22 April 2026
Seruan untuk Masa Depan yang Lebih Adil
Paus Leo juga mengunjungi Kota Mongomo, dekat perbatasan Gabon, dan memimpin Misa di Basilika Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, yang merupakan gereja terbesar kedua di Afrika.
Kedatangannya disambut meriah dengan kembang api dan ribuan umat yang memadati area basilika. Dalam homilinya, Paus menyoroti kekayaan alam Guinea Khatulistiwa yang melimpah, namun belum dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat.
Ia mengajak warga untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih adil dan penuh harapan. “Masa depan tidak bisa hanya ditunggu, tetapi harus dibangun bersama dengan rahmat Tuhan,” ujarnya.
Perjalanan ini menutup rangkaian kunjungan Paus Leo di Afrika dengan pesan kuat tentang harapan, persatuan, dan kasih yang melampaui segala batas.