Kardinal Tagle: Fulton Sheen, Pewarta Injil yang Tak Kenal Lelah

Kardinal Luis Tagle, pro prefek dari Dikasteri untuk Evangelisasi mengangkat Injil dalam perayaan ekaristi untuk proses beatifikasi Mgr. Fulton Sheen di St.Louis, Amerika Serikat (Foto:OSV NEWS/Margaret Murray)

Komsoskam.com ST. LOUIS ||— ” Beato Fulton J. Sheen sebagai pewarta Injil yang tidak pernah lelah menyampaikan kisah tentang Yesus Kristus. Kehidupan Sheen menunjukkan bahwa misi Gereja berakar pada persatuan yang mendalam dengan Kristus dan kesediaan untuk menyerahkan seluruh kemampuan kepada kehendak Allah”.

Hal itu disampaikan  oleh Kardinal Tagle dalam homili Misa beatifikasi Uskup Agung Fulton J. Sheen di St. Louis, Amerika Serikat, 24 September. Kardinal Tagle memimpin misa yang dihadiri  sekitar 50.000 umat di The Dome at America’s Center. Kardinal Tagle memimpin misa sebagai

Dengan Beatifikasi ini, menjadikan Fulton Sheen sebagai uskup kelahiran Amerika Serikat pertama yang dinyatakan Beato dalam Gereja Katolik. Dalam homilinya, Tagle menegaskan,  Mgr Fulton Sheen disebut “berbahagia” bukan terutama karena ketenaran atau keberhasilannya sebagai pengkhotbah, melainkan karena persatuannya dengan Yesus Kristus.

“Memilih diri sendiri dan pergi ke mana pun yang kita inginkan bukanlah misi dan bukanlah kebahagiaan sejati,” tegas Kardinal asal Philipina ini. Menurut emeritus uskup Metro Manila ini, misi lahir dari persatuan dengan Kristus dan kesediaan untuk mewartakan kebijaksanaan Allah. Sheen menjalani panggilan tersebut dengan menyerahkan bakatnya sebagai pengkhotbah dan guru kepada kehendak Allah, bukan mengejar kehendaknya sendiri.

Pewarta Injil dan gembala misioner

Pada kesempatan ini, Mgr. Kardinal Tagle, yang menjabat pro-prefek Dikasteri untuk Evangelisasi bagian Evangelisasi Pertama dan Gereja-Gereja Partikular Baru, mengutip surat apostolik Paus Leo XIV mengenai Sheen. Dalam surat tersebut, Paus Leo XIV, Mgr. Sheen  digambarkan sebagai “pewarta Injil yang tidak kenal lelah melalui sarana komunikasi modern” sekaligus “gembala yang tekun dan digerakkan oleh semangat misioner”.”Betapa tepat gambaran itu,” kata  Uskup Tagle.

Ia menegaskan dua hal yang menonjol dalam kehidupan Sheen, yakni perannya sebagai evangelis atau pewarta Injil dan sebagai gembala yang memiliki semangat misioner. Untuk itu, Mgr. Kardinal Tagle mengatakan bahwa  seorang pewarta misioner bukan sekadar orang yang mampu berbicara di depan banyak orang. Ia adalah pribadi yang dikenal oleh Yesus, dipanggil untuk mengenal Yesus dan Injil-Nya, serta bekerja bersama Kristus dengan rendah hati. Oleh karena itu, ia mengatakan:”Berbahagialah kamu ketika Yesus melihatmu, mengenalmu, memanggilmu, mengutusmu dan bekerja bersamamu,” ujar Tagle.

Dalam proses tersebut, lanjutnya, seorang pewarta misioner semakin mengenal dirinya sendiri di dalam Kristus. Identitas dan misi seseorang ditemukan bukan semata-mata dari dirinya sendiri, melainkan dalam relasinya dengan Yesus.

“Saya tidak menghitung berapa orang yang bertobat”

Dalam perayaan ini Mgr. Tagle mengisahkan salah satu pengalaman Sheen dengan Paus Pius XII. Dalam sebuah percakapan, Paus Pius XII  bertanya kepada Sheen berapa banyak orang yang dapat ia sebut telah bertobat melalui pewartaannya. Mgr.Sheen menjawab bahwa ia tidak menghitung jumlah pertobatan tersebut. Alasannya, ia khawatir jika menghitungnya, ia akan tergoda menganggap pertobatan itu sebagai hasil karyanya sendiri.

Meskipun memiliki popularitas dan kemampuan sebagai pengkhotbah, Mgr.  Sheen memandang dirinya hanya sebagai seorang “porter”—penjaga pintu yang sesekali dapat mengantar seseorang menuju pintu terbuka rumah Allah.

“Saya telah memiliki beberapa keberhasilan sebagai penjaga pintu,” kata Sheen kepada Paus Pius XII, sebagaimana dikisahkan  Mgr. Tagle. Bagi Tagle, sikap tersebut menunjukkan kerendahan hati seorang pewarta. Pewarta Injil bukanlah pusat dari pewartaan. Kristuslah pusatnya.

“Saya tidak pernah bosan menceritakannya”

Sheen juga pernah menjelaskan kepada seorang sahabat mengapa ia memilih menjadi imam.

Ia mengatakan bahwa dirinya dipanggil untuk membagikan Injil dan menceritakan kisah tentang Yesus.

“Saya tidak pernah bosan menceritakannya; saya tidak pernah bosan memperbaiki cara saya menceritakannya. Saya mencintai panggilan saya,” demikian Sheen seperti dikutip Tagle.

“Betapa berbahagianya engkau, pencerita tentang Yesus!” ungkap Mgr. Tagle dalam homilinya.

Menurut Mgr. Tagle, kemampuan Mgr. Sheen membangun hubungan nyata dengan orang-orang menjadi bagian penting dari pewartaannya. Ia tidak berbicara kepada sebuah masyarakat yang abstrak, tetapi berjumpa dengan manusia konkret yang memiliki kehidupan, persoalan dan harapan.

“Yesus meminta para murid untuk mewartakan Injil kepada setiap makhluk, bukan kepada dunia atau masyarakat yang abstrak,” tegas Mgr.Tagle. Karena itu, menggunakan pewartaan sebagai alasan untuk menghindari perjumpaan dengan manusia konkret dan menutup mata terhadap karya Allah dalam kehidupan mereka, menurut  Mgr. Tagle, bukanlah misi.

Ia mengingatkan para pewarta agar melihat dirinya sebagai “bejana tanah liat”, sehingga kekuatan yang tampak dalam pewartaan berasal dari Allah, bukan dari kemampuan manusia.

Keberpihakan kepada kaum miskin

Selain sebagai pewarta Injil, Sheen juga dikenang karena perhatiannya kepada kaum miskin dan kelompok rentan. Dalam refleksi terhadap  Konsili Vatikan II, Mgr. Sheen mengajak para uskup untuk memberi perhatian terhadap kemiskinan dan para uskup yang berasal dari Gereja-Gereja lokal yang mengalami kemiskinan dan penderitaan.

Sheen pernah berujar, “Sebagaimana hanya Kristus yang terluka dapat mempertobatkan Tomas yang ragu, demikian pula hanya Gereja yang terluka oleh kemiskinan dapat mempertobatkan dunia yang ragu.” Menurut Mgr. Tagle,Uskup Fulton   Sheen tidak berhenti pada gagasan saja. Ia  memberikan kepada kaum miskin berbagai honorarium yang diterimanya dari sejumlah kegiatan dan mendorong keterlibatan Gereja di Amerika Serikat dalam membantu Gereja-Gereja yang miskin di berbagai belahan dunia.

Bagi  Mgr. Sheen, kepedulian terhadap kaum miskin bukanlah propaganda ideologis. Kepedulian tersebut merupakan konsekuensi dari mengikuti Kristus, hidup sebagai bagian dari Gereja dan terlibat dalam misi Gereja. “Beato Fulton Sheen adalah seorang misioner yang menyelami hati kaum miskin untuk menemukan Yesus di sana,” ujar Tagle.

Komunikasi sebagai sarana evangelisasi

Kesaksian hidup Sheen juga memiliki relevansi khusus dalam konteks komunikasi Gereja. Ia dikenal luas sebagai pengkhotbah yang memanfaatkan sarana komunikasi modern untuk mewartakan Injil kepada masyarakat luas. Paus Leo XIV secara khusus menyoroti aspek tersebut ketika menyebut Mgr. Sheen sebagai pewarta Injil yang tidak kenal lelah melalui sarana komunikasi modern.

Mgr.Kardinal  Tagle mengatakan bahwa inti  penggunaan media dalam  evangelisasi, yakni membawa manusia kepada perjumpaan dengan Kristus. Media dan teknologi merupakan sarana untuk membangun perjumpaan, menyampaikan Injil dan menghadirkan Gereja di tengah kehidupan manusia.

Dengan Beatifikasi Sheen sekaligus menjadi pengingat bahwa evangelisasi melalui media membutuhkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga persatuan dengan Kristus, kerendahan hati, perhatian kepada manusia konkret dan keberpihakan kepada mereka yang miskin serta rentan.

Kardinal Tagle sendiri memiliki kedekatan akademis dengan Sheen. Keduanya pernah menjadi alumnus The Catholic University of America di Washington. Pada 2024, Mgr. Kardinal Tagle menjadi utusan Takhta Suci dalam Kongres Ekaristi Nasional ke-10 di Indianapolis. Menjelang Misa beatifikasi, Tagle juga mengunjungi makam Sheen di Katedral St. Mary of the Immaculate Conception, Peoria, Illinois. Pada 22 September, ia merayakan Misa di sana dan mengikuti adorasi khusus di hadapan Sakramen Mahakudus.

Bagi  Mgr. Tagle, kehidupan Mgr.  Sheen memperlihatkan bahwa seorang pewarta Injil  dipanggil untuk menjadi sarana agar manusia dapat menemukan Kristus. Bagi umat Katolik, Inti misi, bukan untuk keberhasilan diri sendiri.

(Maria Weiring, OLSV News, 26 September 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com