Pentingnya Strategi Komunikasi dan Kesetaraan dalam Akses Vaksinasi

 299 total views,  1 views today

Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) yang diwakilkan oleh Sry Lestari samosir telah melaksanakan diskusi publik (19/3/2022). Bertempat di  Medan plus Padang bulan pada pukul 14. 00 hingga selesai diskusi membahas strategi komunikasi dan kesetaraan dalam gakses vaksinasi covid-19. Adapun narasumber yang hadir yaitu Enda Mora Dalimunthe. SKM, Mkes. dan Tiurma Clara Marbun. Peserta terdiri dari 14 orang yang berasal dari LSM, Mahasiswa, Prekerja Profesional dan masyarakat umum.

Masing-masing narasumber membawakan topik yang berbeda terutama yang dibawakan oleh  Enda Mora Dalimunthe. SKM, Mkes. membahas pentingnya strategi komunikasi, hambatan dan tantangan yang terjadi pada vaksinasi covid-19 dan yang dibawakan oleh ibu Tiurma yaitu membahas kesetaraan hak dalam akses vaksinasi covid-19 ODHA.

Tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk mengetahui perlunya komunikasi agar dapat menyelesaikan hambatan serta tantangan yang terjadi di masyarakat. Sehingga dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap pemahaman vaksinasi.

Berdasarkan data yang ditampilkan oleh Enda diketahui bahwa covid-19 di provinsi Sumatera Utara mengalami peningkatan sejak akhir Januari 2022. Namun demikian, akhir-akhir ini kasus aktif covid-19 menurun sebesar 44, 69% sehingga provinsi Sumatera Utara berada di level 2. Kemungkinan terjadi level 2 karena vaksinasi hampir berjalan sesuai dengan target terutama pada kota Medan.

Vaksin dosis pertama sudah mencapai 95,25% dan dosis kedua sudah mencapai 84%. Sehingga kita harus membantu penurunan covid-19 agar terselesaikan. Maka perlunya komunikasi kepada masyarakat dalam menerima dan mencari informasi yang sebenarnya agar tidak menjadi kesalahpahaman terhadap informasi yang tidak benar.

Baca juga  Informasi Belum Menyeluruh, ODHA Butuh Sosialisasi dan Akses Vaksin COVID-19

“Tantangan dan hambatan yang terjadi ya kita sendiri selain itu sikap masyarakatnya. Pemberian vaksinasi, ketakutan, kecemasan, kekhawatiran masyarakat akan efek samping, dan informasi-informasi yang tidak benar yang diperoleh oleh masyarakat. Ini yang menjadi tantangan utama yang terjadi. maka dengan ini perlunya komunikasi dengan tujuan yang jelas, efektif, dan yang dapat dipercaya oleh masyarakat dan covid-19 akan terselesaikan jika tantangan-tantangan juga terselesaikan”, ungkap Enda.

“Bukan hanya sekedar memberikan informasi saja tetapi harus ada media lain yang membantu seperti radio, televisi, talkshow, seminar dan banyak lagi yang membantu. Selain itu sebenarnya vaksinasi ini adalah hak terhadap masyarakatnya, mau tidak mau juga harus divaksinasi, harapannya tidak ada keterpaksaan tetapi kalau tidak dipaksa maka angka penularan covid-19 juga semakin tinggi”, jelas Enda.

kesetaraan vaksin
Suasana Diskusi Publik


Kesetaraan Akses Vaksinasi

Bukan hanya masyarakat biasa saja yang mendapatkan kesetaraan hak vaksin tetapi juga perlu untuk  ODHA. Perlu adanya berita terbaru informasi dari layanan kesehatan sehingga keputusan yang diberikan tidak merugikan untuk semua orang. Selain itu ODHA juga perlu untuk vaksinasi karena akan meningkatkan imunitas/daya tahan tubuh pada  ODHA. Yang akhirnya akan memberikan perlindungan kepada individu tersebut.

“Perlu juga strategi komunikasi terhadap ODHA untuk vaksinasi agar sadar akan kebaikan dan kesehatan serta tidak salah paham akan informasi. Bertanya jika ada kendala, dan konsisten terhadap obat dan patuh terapi. Harapan saya ya ODHA juga mendapatkan pelayanan yang baik seperti masyarakat lainnya” ungkap Tiurma.

Baca juga  Rehabilitasi Narkoba Mengharapkan Vaksinasi Dapat Dilakukan Di dalam Yayasan

“HIV itu bukan penyakit melainkan virus , HIV juga tidak mematikan tetapi hanya kronis jadi sama halnya jika ODHA terkena covid-19 seperti orang lain pada umumnya. Dan tetap berada dalam kewaspadaan tinggi terhadap ODHA yang belum mendapat ARV. Hal ini karena kondisi imun yang memang sudah menurun pada penderita HIV. Untuk  yang terkena covid-19 harus dengan isolasi mandiri, mematuhi minum obat dengan teratur tetap disiplin menerapkan pencegahan Covid-19 melalui 3M yaitu terus menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dan memperoleh  informasi dengan benar seperti dari komunitas, ataupun surat edaran yang terpercaya” ungkap Tiurma.

Diskusi publik ditutup dengan harapan bahwa sebagai generasi penerus berusaha untuk membantu menyelesaikan dan menanggulangi pandemi covid-19. Guna mewujudnya diperlukan penyebarluasan informasi yangbaik kepada publik. Harapannya pesan tersampaikan dengan baik. Maka dibutuhkan strategi komunikasi terbaik dengan partisipasi mahasiswa maupun masyarakat yang berperan penting untuk kesadaran, kebaikan, kesehatan dan mendorong tercapainya vaksinasi. Semua pihak harus membantu melawan berita yang tidak benar agar tidak salah pemahaman terhadap vaksinasi covid-19.

 

Laporan Jurnalis Warga : Rehan Nur

Facebook Comments

Sri Lestari Samosir

Ibu Bahagia. Freelance Writer. Womanpreneur.

Leave a Reply