Pesta Syukur 25 Tahun Otonom Kongregasi Suster Santo Yosef KSSY

 6,779 total views,  1 views today

Hari Raya Santo Yosef, tepatnya Sabtu 19 Maret 2022 mejadi hari yang penting dan meggembirakan bagi seluruh umat Katolik. Teristimewa bagi Kongregasi Suster St. Yosef yang merayakan 25 tahun otonom,menjadi kongregasi mandiri di Indonesia, setelah mendapat persetujuan dari Vatikan 25 tahun lalu. Hari istimewa tersebut juga menandai 91 tahun Kongregasi Suster KSSY berkarya di Indonesia.  Kongregasi Suster KSSY yang memiliki motto imago dei (kesecitraan dengan gambar dan rupa Allah) didirikan oleh Uskup Henricus Blom.

Atas rasa syukur tersebut, kongregasi KSSY mengadakan Misa Syukur 25 Tahun Otonom KSSY yang berlangsung Sabtu, 19 Maret 2022, di Gereja St. Antonius Padua, Hayam Wuruk Medan. Perayaan pesta perak ini mengangkat tema“ Religius KSSY dipanggil menjadi perempuan  yang matang untuk menjadi kantong kulit baru, dengan merawat bumi sebagai rumah kita.”

Dalam kesempatan ini, seluruh anggota kongregasi mengungkapkan syukur dan membaharui kaul dan semangat hidup sesuai teladan Santu Yosef.

Perayaan Misa dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Medan, RP Mikhael Manurung OFMCap, dengan beberapa pastor selebran lainnya.

Dalam homilinya,  Pastor Vikjen mengingatkan agar segenap  suster santo Yosef berjalan bersama menuju masa depan yang semakin baik, sesuai semangat dan teladan santo Yosef.

Saya yakin Kongregasi St. Yosef  sudah sungguh memahami  Surat Apostolik Patris Corde (Hati Seorang Bapa) sebagaimana Tahun Santo Yosef kita rayakan tahun lalu. Dalam seluruh proses ini saya yakin Suster Santo Yosef menjadi persekutuan, pelayanan dan tempat  berkumpul bersama yang secara aktif  melaksanakan misi dan perutusan grejani”.

Beliau juga menekankan bahwa sejarah hari ini merupakan momentum untuk menatap masa depan.  “Melangkah lagi 25 tahun ke depan, tidak ada istilah tutup buku. Mari belajar pada Santo Yosef. Ite ad Yosef. Amin, ujar Vikjen menutup homilinya.

Baca juga  99 Tahun SD Santo Yoseph 1 Medan Mendidik Generasi Tangguh
Dewan Pimpinan Umum menerima Piala dan Lukisan Tangan Merawat Bumi dari panitia pesta 25 tahun otonom KSSY

Usai perayaan Misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah, makan siang dan aneka hiburan yang berlangsung di Hall Catholic Center Lt. 8.

Dalam sambutannya, Pemimpin Umum KSSY, Sr. Yosephine Situmorang KSSY menyampaikan limpah syukur kepada semua pihak sehingga kongregasi tetap bisa eksis dalam karya dan pelayanannya.  Termasuk diantaranya segenap Yayasan yang berada dalam naungan kongregasi Suster Santo Yosef, yakni Yayasan Seri Amal, Yayasan St. Yosef, Yayasan Karya Murni – SLB A dan SLB C, serta Yayasan  Perkumpulan Karya Kasih, dan lainnya.

”Pada hari penting ini kita menenun sejarah baru. Pada perayaan Ekaristi kita telah membaharui kaul dan berikrar dengan iktiar, inisiatif serta komitmen untuk semakin peduli. Imago dei. Terkoneksi dan berjalan bersama”.

Sr. Yosephine juga mengajak seluruh suster santo Yosef untuk semakin giat dan semangat dalam menghidupi panggilanya, serta semakin peduli bagi sesama dan terhadap alam semesta.

“Kita diharapkan turut peduli dan bertanggungjawab atas bumi, rumah kita. Ekologi integral adalah way of life. Bukan kosmetik, tetapi jantung hidup bersama kita. Ekologi integral membuat kita makin dekat dan dipersatukan. Kita mesti menjalankan pertobatan ekologis, melindungi bumi dan isinya dari kerusakan. Peduli dan bertindak konkret  terhadap bumi dan sesama”.

Kongregasi Suster Santo Yosef memang semakin konsisten dalam mengupayakan aksi penghijauan berkelanjutan, terutama di tempat komunitas berada dan berkarya.

Pastor Markus Manurung OFMCap.,  dalam sambutannya mewakili pastor yang berkomunitas di paroki Hayam Wuruk mengungkapkan bahwa KSSY sungguh memberikan kontribusi positif bagi Keuskupan. “Suster KSSY hadir di gereja, termasuk dalam doa lingkungan. Mereka juga hadir dalam pelayanan karitatif yang luar biasa” katanya dengan rasa kagum.”

Baca juga  99 Tahun SD Santo Yoseph 1 Medan Mendidik Generasi Tangguh
Persembahan tarian 100 tangan oleh  anak-anak tuna rungu.

Tambahnya lagi, semua difabel dilayani oleh kongregasi suster Santo Yosef, dari yang buta hinga tuli, dari yang muda hingga lanjut usia. Sungguh salut dan kagum. Kita pantas berbangga untuk hal ini kata beliau. Ia juga mengungkapkan apresiasinya, karena suster Santo Yosef juga  aktif  dalam pertobatan ekologis yang sesungguhnya diserukan oleh pendiri Kapusin yakni Santo Fransisskus.

“Sebagai Kapusin, kami juga mesti bertobat dan berterimakasih atas tindakan kalian” ungkapnya dengan tawa yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Dalam kesempatan yang sama, RP Gonzales Nadeak OFMCap, selaku moderator KSSY  mengajak para suster muda untuk semakin sungguh-sungguh dalam mempersembahkan dirinya. “Mereka  sudah memberikan perak, mereka perlu estafet.  Untuk itu milikilah hati emas. Tunjukkanlah  jiwa emas, kebesaran hati. Titipan perak menjadi emas, sehingga berikutnya menjadi intan” katanya penuh harapan.

Suster Ignasia Simbolon KSSY selalu senior yang terlibat aktif dalam proses otonom kongregasi  mengungkapkan rasa syukur tak ternilai atas hadiah Tuhan sehingga bisa merayakan pesta yang bersejarah ini.

“Ketika bangun pagi, saya bersujud dan mengucap syukur, betapa besar karya kasih Tuhan. Mengingat 25 tahun lalu, ketika Kongregasi diberi kepercayaan untuk mandiri, menjadi  otonom. Sungguh pengalaman yang luar biasa. Tidak mudah, penuh tantangan, suka dan duka, namun sungguh  kami menyadari penyertaaan Tuhan menguatkan hingga kita bisa merasakannya pada saat ini”  ucapnya merefleksikan pengalaman 25 tahun lalu.

Perayaan berbahagia ini berlangsung dengan penuh sukacita. Dengan berbagai hiburan dan persembahan yang menarik. Semoga para Suster Santo Yoseph semakin maju dan berkembang, dalam mewartakan dan merawat “Citra Allah” dimuka bumi ini.

Jansudin Saragih

Facebook Comments

Leave a Reply