48 Suster Belajar Sastra Penulisan Kitab Suci

 453 total views,  3 views today

Sebanyak 48 suster yang terdiri dari Kongregasi KYM, KSFL, FCJM, dan OSF mengikuti Kursus Gabungan Novis yang dilaksanakan di Bina Samadi. Kursus ini dilaksanakan selama kurang lebih dua setengah bulan. Pada permulaan, kursus yang diberikan kepada peserta adalah Kursus Lanjutan Kelompok Kitab Suci yang dilaksanakan pada 12-16 Juli 2022.

Kursus Kelompok Kitab Suci yang disajikan kepada peserta, temanya adalah tentang “Memetik pesan Kitab Suci dengan memperhatikan jenis sastra”. Kursus ini dipandu oleh tim dari Komisi Kerasulan Kitab Suci KAM yakni Bapak Marhosing Tampubolon dan Bapak Fernando HS.

Kursus ini dimulai dengan ibadat. Setelah itu, dilanjutkan dengan review materi Kursus Dasar Kelompok Kitab Suci. Selanjutnya masuk ke materi mempelajari sastra penulisan Kitab Suci. Ada 5 jenis sastra yang dipelajari yakni sastra perumpamaan, kisah panggilan, mukjizat, mitos, dan apokaliptika.

Sastra-sastra yang dipelajari dalam kursus ini adalah sastra yang biasa dipakai dalam menuliskan kutipan Kitab Suci. Ada satu sastra yang dipelajari karena sulit, yakni sastra apokaliptika. Proses yang ditempuh dalam pembelajaran sastra ini adalah penjelasan tentang pengantar sastra secara umum, pengantar untuk setiap sastra, latihan pribadi dan kelompok, dan terakhir pendalaman.

“Kitab Suci itu ditulis oleh manusia dengan inspirasi Roh Kudus. Manusia yang menuliskan Kitab Suci itu, menuliskan Kitab Suci dengan menggunakan gaya bahasa atau sastra. Untuk menemukan maksud penulis atau pengarang, maka sastra penulisan harus diperhatikan. Kitab Suci ditulis dengan menggunakan berbagai jenis sastra. Saat mendalami kutipan, sastranya harus diperhatikan dan jangan kiranya semua kutipan dianggap sama. Dengan mempelajari jenis dan bentuk sastranya, maka para pembaca Kitab Suci akan semakin diajak untuk tidak menafsir Kitab Suci menurut kehendaknya sendiri.” Demikian dipaparkan oleh Bapak Marhosing Tampubolon dalam sesi pengantar umum tentang sastra.

Baca juga  BACAAN INJIL, RABU, 2 SEPTEMBER 2020

Para peserta tampak antusias dalam mengikuti kursus ini sampai-sampai tidak terasa bahwa kursus ternyata sudah berjalan selama 5 hari dan pada akhirnya sesi Kursus Lanjutan Kelompok Kitab Suci diakhiri pada Sabtu, 16 Juli 2022.

Mempelajari sastra dalam rangka membantu menemukan pesan Kitab Suci itu sama hal dengan membuka kado untuk melihat isi kado. Sastra itu penting sama hal dengan bungkus kado. Namun, tetap tujuan akhir adalah isi kado. Pesan Kitab Suci, itulah isi kado, isi kado dari Allah untuk para pembacanya. Profisiat untuk ke-48 suster yang telah mengikuti kursus ini.

(Fernando HS Tamba)

Facebook Comments

Ananta Bangun

Pegawai Komisi Komsos KAM | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply