Uskup Kornelius Sipayung Kunjungi Korban Banjir Bandang dan Longsor Desa Simangulampe

Loading

Komsoskam.com | Simangulampe | Humbahas | Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap mengunjungi korban banjir bandang dan longsor yang menimpa warga Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja kabupaten Humbang Hasundutan  yang terjadi 1 Desember 2023.

Desa Simangulampe merupakan wilayah yang dihuni 90 % Katolik. Bencana alam banjir terjadi malam hari, berupa air, pasir dan bebatuan besar dari gunung yang merobohkan dan menimbun permukiman warga.

Banjir dan longsor tersebut merusak rumah dan ladang warga dan merenggut korban jiwa. Dilaporkan ada 12 orang warga yang hilang, dua sudah ditemukan sementara yang lainnya masih dalam proses pencarian.

Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung dalam kesempatan ini menyampaikan rasa solidaritas, rasa sedih dan sekaligus mau menunjukkan rasa sependeritaan dan sepenanggungan bagi seluruh korban.

“Umat Allah dari Dolok Sanggul juga sudah datang. Kehadiran mereka untuk melihat dan menunjukkan rasa yang sama.  Jadi kami pun datang datang dari Keuskupan, Vikjen KAM, RP Mikhael Manurung OFMCap., Ketua PSE, RP Stefanus Sitohang OFMCap, Ormas Katolik, WKRI, Pemuda Katolik, PMKRI, Pemuda Katolik, dan para suster  juga datang“.

“Kami datang karena merasa satu penderitaan, satu kesedihan bersama bapak-ibu sekalian.  Di tengah kesedihan ini, mari tetap berpengharapan pada Tuhan. Semoga diberi kekuatan, Itulah doa kita. Tuhan maha pengasih. Jangan hilang pengharapan, tetaplah kita percaya pada Tuhan. Dalam kesusahan pun kita tetap akan diberkati” tambahnya.

Bapa Uskup  menyampaikan, pasca banjir sudah dikordinasi sebuah gerakan bersama untuk saling membantu. “Untuk itu jangan merasa sendirian, kami bersamamu” kata Uskup memberi harapan.

“Kita hidup dalam kasih Tuhan, jangan hilang kepercayaan. Tontong ma hita ibagas tangiang” tambah Uskup.

Dalam kesempatan ini juga, Vikaris Episkopal Dolok Sanggul, RP Ambrosius Nainggolan OFMCap., memberikan dukungan dan penguatan pada para korban.

“ Bapak-Ibu terkasih, kita semua satu penderitaan. Apa yang terjadi ini sungguh mengejutkan dan menyedihkan. Tapi bapak, ibu, seperti orang percaya yang berpengharapan, pantang kalah kepada kesedihan. Rumah sudah rusak parah, ada anggota keluarga yang hilang, harta habis, tapi percayalah pada kebaikan Tuhan. Kita doakan agar Tuhan memberikan bantuan kepada bapa-ibu sekalian.

Lihatlah umat Allah yang datang. Luar biasa kasih Tuhan pada kita. Pemerintah hadir dan turut membantu, saat ini pun Dirjen Bimas Katolik datang dan Bapak Uskup Agung Medan ada di tengah tengah kita” tandasnya.

Ia mengisahkan sebelum kejadian, Vikep Ambrosius berada di Simangulampe karena ada pertemuan, namun kala itu ia pulang lebih dulu. “Saya sungguh terkejut dengan kejadian ini, saya bisa bayangkan bagaimana kesedihan yang kalian alami. Untuk Itu secara spontan, di Vikariat kami sudah menggalang dana dan upaya bantuan.

“Selain itu kami juga sudah berkordinasi mulai tanggal 10 Desember di Vikariat Dolok Sanggul, akan diadakan kolekte untuk membantu bapak-ibu sekalian.  Percayalah bantuan pasti akan sampai. Kalian tidak sendirian” katanya meneguhkan.

Mungkin dengan perantaraan ini, Tuhan ingin menunjukkan kasihnya. Kami akan menemani hingga rumah bapak-ibu selesai dibangun.  Gereja hadir. Kita satu penderitaan. “Sapakkilalaan sapartinaonan”. 

Sekali lagi, bagi orang Katolik, pantang kalah oleh kesedihan hati. Mari kita bangkit dan maju sebagai orang beriman.

“Sai roma najagar di jolan ni ari di hita (Datanglah yang baik kedepannya bagi kita). Keluarga yang belum dapat, kita doakan, asa didompakkon Tuhan situasi nadenggan, agar dapat segera.

Pada kesempatan ini, Kementrian Agama juga memberikan bantuan sebesar Rp 200.000.000 untuk Gereja Simangulampe yang diserahkan pada pastor Paroki St. Fidelis Dolok Sanggul, beserta pengurus stasi dan rayon.  Dirjen Bimas Katolik, Suparman menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran kementerian agama dalam mendukung dan menjamin peribadatan umat.

“Kementrian Agama, memberi bantuan sarana ibadah. Untuk bantuan sosial pada masyarakat, akan ditangani lewat Pemkab dan PSE dan Dinas sosial” kata Suparman. Kemenag berkaitan dengan rumah ibadah, apalagi tak lama lagi kita akan merayakan natal tambahnya. Ia mendoakan agar korban diberti kekuatan dan beroleh penghiburan oleh pertolongan Tuhan.  

Kunjungan kasih  ini ditutup dengan doa Vikaris Jenderal KAM, RP Mikhael Manurung OFMCap. Semoga awah korban yang meninggal ditempatkan Tuhan di siiNya. Yang belum dapat semoga lekas ditemukan, dan Tuhan memberi penghiburan dan kekuatan serta pengharapan bagi seluruh korban.

Umat Allah terkasih juga diajak untuk menyalurkan bantuan lewat donasi melalui nomor ini.

Uluran tangan Anda sangat berarti untuk meringankan beban saudara-saudari kita tersebut.  

(Jansudin Saragih)

 

Facebook Comments

Leave a Reply