TUBUH KRISTUS ADALAH SUMBER KEKUATAN

 138 total views,  1 views today

“Tidak ada yang bisa tumbuh jika dia tidak menerima kekecilannya. Hidup adalah perjalanan. Ketika kita berhenti,banyak hal yang tidak berjalan dengan baik”. Paus Fransiskus.

Wanita yang sangat kuat,wanita yang menjadi pedoman seorang anak,wanita yang menjadi kekuatan seorang suami yang selalu ada disaat duka maupun suka,wanita yang tidak mengenal lelah adalah seorang ibu. Kesaksian iman yang saya angkat dari kisah nyata ibu saya yaitu Ibu Ruth Esterlina Sibarani.

Wanita yang menghabiskan hari-harinya dirumah dengan mengurus rumah tangga yang selalu tidak mengenal lelah dan letih,yang selalu mengajarkan anaknya agar tidak malas bergereja dan memuliakan Tuhan. Peran seorang ayah juga tidak kalah penting dengan peran seorang ibu yang selalu mendampingi anak-anaknya dalam sesuatu hal,mengingatkan jangan pernah lupa untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan.

Tepat pada bulan 10, dimana masuknya bulan Rosari. Digereja kami Paroki Santa Maria Ratu Rosari memiliki komunitas yang berama Legio Mariae, yang ikut serta dalam pembukaan bulan rosari di Velangkani Annai yang mengambil peran ikut serta dalam perarakan Bunda Maria.

Ibu berkata kepada kami anak-anaknya “mari kita ikut perarakan bunda maria”yang saat itu banyak umat yang ikut perarakan Bunda Maria dari Paroki Santa Maria Ratu Rosari ke Velangkani. Bukan hanya umat dari Paroki Santa Maria saja,tetapi dari gereja katolik lainnya.

Perarakan diawali dengan doa bersama dulu sebelum berangkat,lalu dimulai dengan ayah saya yang ikut partisipasi dengan membantu mengangkat patung bunda maria untuk diarak. Kegiatan ini dilakukan dari pagi hari. Perarakan pun dimulai dengan hikmat tanpa mengganggu lalu lintas. Banyak umat yang membantu agar lalu lintas tidak terganggu akibat kegiatan yang dilakukan oleh gereja.

Terik matahari kami lalui dengan hikmat dan tanpa keluhan. Jalan demi jalan kami lalui dengan sukacita,karena bunda maria melindungi kami sepanjang jalan karna kami adalah anak-anaknya. Nyanyian dikumandangkan sepanjang jalan untuk menghantarkan bunda maria.

Kegiatan itu dilakukan dari pagi hingga sore hari,hingga suatu saat perut ibu kami terasa keram dan kesakitan,kamipun bertanya “kenapa ma ? kok pucat kali muka mama”. Ibu pun menjawab “mama baru ingat kalau belum makan dari pagi tadi” kami pun mulai khawatir,tetapi tetap dalam tenang mengikuti misa dengan hikmat. Sampai misa sudah mulai masuk kedalam perayaan ekaristi ternyata ibu kami tidak sanggup lagi dan ia berkata “setelah menerima roti,desi tolong belikan nasi bungkus untuk mama yah”ujarnya kepada anak pertamanya.

Lalu tibalah saatnya untuk menerima roti atau tubuh kristus,tiba-tiba MUKJIZAT Tuhan terjadi kepada ibu kami. Rasa keram diperut dan kesakitan akibat tidak makan hilang sekejap,hanya dengan tubuh kristus didalam diri kita rasa lapar dan haus hilang,rasa cemas dan khawatir hilang. Mukjizat itu benar-benar nyata hanya dengan sepotong roti dapat mengenyangkan perut dan dahaga. Benar adanya jika tubuh kristus adalah sumber kekuatan manusia.

Sumber kekuatan kita bukan hanya dari apa yang kita makan,apa yang kita miliki,dan apa yang kita punya tetapi sumber kekuatan  itu adalah apa yang selama ini kita pahami sebagai dasar cinta kasih kita terhadap sesama dan cinta kasih kepada Tuhan dimana mereka akan selalu memberikan kekuatan yang tidak akan pernah pudar didalam diri kita. (Mia Annatasya Waruwu)

 

Facebook Comments
Baca juga  Menjadi Puteri Allah Dalam Gereja Katolik (Juara 1 Lomba Menulis Feature 2021)

Rina Barus

Menikmati Hidup!!!

Leave a Reply