SMK Grafika Bina Media Gelar Perayaan Paskah & Seminar MSB3

 10,885 total views,  3 views today

Para Guru SMK Grafika Bina Media Medan berhimpun pada alam terbuka di tempat wisata Paken Tebu kampung Tambunen Sembahe Deli Serdang (30/4/22) merayakan Paskah dan Seminar Ilmiah MSB3.

Kegiatan ini diawali dengan perayaan Ekaristi, dipimpin RP. Alexander Silaen, OFMCap, yang juga sebagai Ketua Yayasan Bina Media. Dalam renungannya para Guru dan pengawai diajak berefleksi bagaimana berjuang dan berproses memajukan komunitas sekolah Bina Media.

” Tidak ada kapal dibangun untuk dibuat berdiam saja di dermaga, tetapi untuk berlayar mengarungi lautan dan harus siap menelusuri ombak dan harus siap hadapi badai. Demikian halnya sekolah Bina Media didirikan bertujuan untuk bergerak dan digerakkan untuk mewujudkan cita-cita bonum commune lewat kegiatan pendidikan yang dilakukan, cetusnya”.

Lanjut Alex, bagaimana untuk berhasil mewujudkan harapan itu, semua orang yang ada di dalam komunitas harus saling kerjasama, solid dan bekerja keras yang diarahkan dan terkordinasi dengan pimpinan, baik Kepala Sekolah dan pengurus Yayasan.

1Setiap orang harus memberi perhatian dan dukungan positif bagaimana sekolah bisa berkemajuan. Tentu SMK Grafika akan berkemajuan bilamana semua anggota keluarga sekolah berproses dan berjuang secara bekerjasama dan solid melaksanakan program-program sekolah, ucapnya mengakhiri.

Setelah perayaan Ekaristi, berlanjut dengan seminar ilmiah MSB3 dengan Narasumber Dr. Dionisius Sihombing, M.Si, Dosen dari Universitas Negeri Medan. Lewat pemaparan materi Dion berpendapat bahwa kemajuan komunitas sekolah tidak bisa hanya mengandalkan kompetensi Kepala Sekolah sendirian, melainkan  kerjasama dan sinergitas semua unsur organisasi, dari wakil kepala, guru dan pegawai bahkan dengan keterlibatan  para pihak lain yakni komite sekolah, pakar pendidikan, dunia usaha/dunia industri bahkan komunitas alumni.

Dalam konteks budaya Batak dikenal dengan Dalihan Na Tolu, ada unsur Dongan Tubu sebagai pemilik program, unsur Hula-Hula sebagai pemberi restu atas program dan unsur Boru sebagai pelaksana/petugas atas program-program serta ada unsur pendukung yaitu komunitas interaksi sosial sekolah. Anggota sekolah harus mengerti dengan jelas statusnya, peranan, fungsi dan tugasnya agar bisa mensukseskan program-program sekokah.

Karena itu harus dibentuk pola budaya, sistem komunikasi dan interaksi dan sistem budaya demokrasi di sekolah. Pendekatan model budaya Batak relevan diacu untuk membangun komunitas sekolah bagi lokal tertentu karena kehidupan anggota sekolah berpijak pada kebiasaan budaya Batak seperti yang dihasilkan oleh Dr. Dion  yakni model Manajemen Sekolah Berbasis Budaya Batak disingkat MSB3. 

Dr. Dionisius Sihombing M.Si., saat memaparkan model MSB3

Dion yang juga Sekretaris Komdik KAM ini melanjutkan, agar sekolah terkelola dengan baik semua pihak harus terlibat berpartisifasi aktif sesuai tugas dan fungsinya untuk sama-sama memajukan sekolah. Spirit dasar untuk itu adalah menganggap sekolah sebagai komunitas keluarga yang berjuang mewujudkan tiga cita-cita budaya Batak: Hamoraon, bermakna banyak aset sekolah, Hagabeon, bermakna banyak peserta didik/lulusan dan Hasangapon, bermakna beroleh pengakuan publik atau terpercaya.

Lanjut Dion, untuk bisa memenuhi itu semua pihak harus solid atau kompak dimana selalu berusaha memberikan hal terbaik dalam melakukan tugas serta tampil sebagai manusia yang bersukacita. Tidak merengut tapi tersenyum dan wajah berbinar. Hal itu bukan semata-mata karena memiliki uang dalam jumlah besar melainkan bersyukur atas karunia hidup yang diperoleh. Karena itu Dion mengajak Guru dan pegawai SMK Grafika untuk terus mengundang Roh Kudus dan miliki buah-buah Roh sebagai modal panggilan sebagai Guru dan Pendidik.

Menangapi itu, Kepala SMK Grafika Bina Media, Bapak Naibaho menilai paparan materi ilmiah MSB3 oleh Dr. Dion sangat luar biasa, menyemangati dan sangat aktual diterapkan.

Ia berharap para guru SMK Grafika menyadari spirit budaya ini sehingga berdampak baik bagi kemajuan sekolah ke depan. Selanjutnya Ketua Yayasan Bina Medan RP. Alexander Silaen mengaku apresiatif atas paparan model MSB3 yang dihasilkan Dr. Dion. Layak dan aktual untuk diacu.

“Nilai-nilai budaya lokal yang disajikan kepada kita, mari kita jadikan jadi nilai-nilai sekolah SMK Grafika, sebab tidak bertentangan dan sejalan dengan harapan pemerintah dalam pengembangan sekolah berbasis budaya lokal”, puji Alex.

Facebook Comments

Leave a Reply