Rekoleksi Pasutri Simalingkar B, Menumbuhkan Benih-benih Panggilan.

 491 total views,  1 views today

Paroki St Fransiskus Xaverius Simalingkar B, Keuskupan Agung Medan mengadakan rekoleksi keluarga bagi pasutri yang berusia 10-17 tahun tepatnya pada hari Senin 2 Mei 2022.

Rekoleksi ini berthema “keluarga sebagai sumber panggilan”. Ketua Panitia Predensius Sembiring mengatakan bahwa acara ini  diikuti oleh 12 pasutri yakni  umat paroki setempat.

Menurut Tim Program Pastoral (TPP) Simalingkar B, Monang Siregar, rekoleksi keluarga sangat dibutuhkan agar karya pewartaan kabar gembira bisa terwujud, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.

Rekoleksi ini diawali oleh narasumber utama “RD Sebastianus Eka. Ia memaparkan secara ringkas, sejarah perkembangan Gereja Katolik di Sumatera Utara, yang awalnya di bawah Keuskupan Padang Sumatera Barat.  Sesuai kebutuhan pelayanan umat, tahap berikutnya dibentuk administrasi Keuskupan Padang di Kota Medan, hingga akhirnya berdiri Keuskupan Agung Medan.

Para peserta diabadikan dengan berfoto bersama, usai acara rekoleksi

Selanjutnya, Romo Eka menggali makna “keluarga sebagai perutusan” dengan mengutip Injil diantaranya yang ditulis dalam  Matius 10, Yohannes 21, dan Matius 28. Dari inspirasi sabda tersebut, membuat suasana rekoleksi jadi ceria hingga peserta merasa waktu rekoleksi terlalu singkat. Paparan Romo Eka menyadarkan peserta betapa pentingnya peran keluarga dalam mewujudkan keluarga sebagai sumber panggilan untuk perutusan sabda Tuhan.

Narasumber kedua “RD Blasius Ola Doren”, dengan semangat menceritakan kronologis terpanggil sebagai  pastor. Lewat kisah panggilannya,  ia mengajak para peserta untuk mendorong anggota keluarganya berani dan percaya  untuk memilih menjadi calon imam maupun biarawan biarawati.

Baca juga  KUASI PAROKI ST. FRANSISKUS XAVERIUS – SIMALINGKAR B, MEDAN : MULANYA BAGAI BIJI SESAWI

Para peserta rekoleksi merasa senang dan semakin terbuka untuk menumbuhkan benih panggilan dalam keluarganya masing-masing.  Mereka juga berharap, agar kegiatan ini dilanjutkan bagi para pasutri yang belum mendapatkan kesempatan.

Semakin banyak keluarga umat yang terlibat sebagai perutusan sabda, maka kehidupan iman makin berkembang dan kuat.  

Martin Sembiring.

Facebook Comments

Leave a Reply