Peletakan Batu Pertama SD St. Antonius Tiga Dolok

68 total views, 1 views today

Senin, 23 Februari 2016 di Tiga Dolok, merupakan hari terlaksananya pesta syukuran, atas peletakan batu pertama bangunan SD St. Antonius Padua – Tiga Dolok patut dirayakan dengan meriah. Luapan rasa syukur ini menjadi bagian  sejarah bagi Kongregasi Suster FCJM  secara khusus di bidang pendidikan dalam naungan Yayasan Puteri Hati Kudus (YPHK)  di tingkat SD.

Seluruh rangkaian acara dimulai dengan Perayaan Ekaristi meriah yang dipimpin oleh Pastor paroki RP. Fransiskus Radiaman Purba, OFM Conv., di damping RP. Joseph Pandia, OFM Conv., dihadiri oleh ketua Yayasan berserta jajarannya, pengawas SD Dolok Panribuan yakni Bapak Aman Sitorus, S.Pd., Pangulu Nagori Tiga Dolok yakni Robet Damanik, SE., para Suster FCJM se-Siantar, DPP dan umat Paroki St. Antonius Padua Tiga Dolok, serta orangtua siswa/i SD.

Bapak Albert Sinaga, S. Pd., M. Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa kita pantas berbahagia dengan peristiwa hari ini, karena dengan meletakkan batu pertama maka kita telah membangun anak-anak bangsa untuk 20 tahun ke depan. Sekolah ini dibangun dengan tujuan yang mulia untuk mencerdaskan anak-anak bangsa khususnya di Tiga Dolok ini. Anak-anak yang mengecap ilmu di sekolah ini akan mampu membangun dirinya, anak-anak nya, dan secara bersama-sama membangun bangsa dan negaranya dengan demikian membangun Kerajaan Allah., ungkap wakil pengurus YPHK  yang adalah Staff ahli Bupati Bagian Pembangunan dan SDM di Pemerintahan Kabupaten Simalungun. Beliau menambahkan bahwa orang mampu berpikiran maju dan berkembang adalah hasil sentuhan pendidikan, karena dalam pendidikan diajarkan pembinaan karakter. Dan sekolah yang berhasil melaksanakan pendidikan karakter dengan baik dijadikan sebagai best practices . Maka benarlah ungkapan yang mengatakan bahwa dengan ilmu hidup akan lebih mudah, dengan seni hidup akan lebih indah, dengan iman hidup akan lebih bermakna. Seperti kata orang batak “pistar di parrohaon, pistar di paruagamaon”, inilah yang diajarkan dalam pendidikan. Di indahkan oleh  pengawas SD Dolok Panribuan, Bapak Aman Sitorus, S.Pd., dengan mengatakan gunakanlah kesempatan selagi matahari masih terbit.

Bahwa karena rasa cinta yang amat mendalam terhadap bangsa dan negara, api patriotisme dan Nasionalisme harus dinyalakan dalam tungku pendidikan. Dengan demikian, Thomas Hobbes (sang filsuf) meyakinkan kita bahwa sifat-sifat manusia seperti persaingan, malu-malu dan kemegahan selalu ada dalam watak manusia sehingga apabila tidak diwaspadai akan terjadi “Bellum omnium contra omnes”, perang semua melawan semua dan pada saat itu manusia akan tampil sebagai “homo homini lupus”, manusia menjadi serigala bagi sesamanya manusia. Manusia yang tidak memiliki daya saing akan berusaha menghancurkan manusia yang sangat kompetitif dengan segala macam cara. Harapan kita adalah dengan penataan dunia pendidikan di tempat ini maka telah menciptakan oven pemanusiaan manusia, yakni mereduksi misi pemanusiaan manusia bukan sebatas penataan intelek/otak saja, tetapi juga pendidikan budi pekerti, pembentukan mental, pembinaan iman, opus manuela serta pendidikan watak yang sejalan sehingga out put dari dunia pendidikan sehingga menghasilkan insan-insan pecinta kebenaran yang berkepribadian utuh tanpa pincang. Inilah yang diharapkan oleh Yayasan saat mulai meletakkan batu pertama ini.

Sr. Angela Siallagan FCJM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *