
Paus Leo XIV saat audensi umum (foto: Vatican Media)
Oleh Isabella H.de Carvalho
VATIKAN, KOMPAS.com – Pada perayaan pesta Santa Perawan Maria dari Fatima, Selasa (13/5/2026), Pope Leo XIV menegaskan bahwa Bunda Maria merupakan teladan sempurna bagi Gereja sekaligus ibu bagi seluruh umat beriman.
Dalam audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus mengatakan bahwa misteri Gereja tercermin dalam diri Perawan Maria. Menurutnya, umat Allah menemukan asal-usul, teladan, dan tujuan hidup mereka melalui Maria.
“Dalam diri Bunda Tuhan, Gereja memandang misterinya sendiri. Gereja menemukan teladan iman yang murni, kasih keibuan, serta perjanjian kasih yang menjadi panggilannya,” ujar Paus.
Paus Leo XIV melanjutkan rangkaian katekese tentang dokumen Konsili Vatikan II, khususnya konstitusi dogmatis Lumen Gentium tahun 1964 yang membahas Gereja dan peran Bunda Maria.
Ia menekankan bahwa Maria adalah model sempurna dari Gereja karena menerima Sabda Tuhan dengan iman dan kasih yang murni. Menurut Paus, Maria menjadi gambaran ideal tentang seperti apa Gereja dipanggil untuk hidup.
“Maria adalah ciptaan yang menerima Sabda Tuhan dan ibu bagi anak-anak Allah yang lahir dari ketaatan kepada Roh Kudus,” katanya.
Selain itu, Paus menyebut Maria sebagai anggota Gereja yang paling utama karena imannya yang total kepada Allah dan keterbukaannya terhadap rencana keselamatan ilahi.
Paus juga mengajak umat Katolik untuk menjadikan Maria sebagai teladan dalam kehidupan menggereja. Ia mengajukan sejumlah pertanyaan reflektif kepada umat, seperti apakah mereka hidup dengan iman yang rendah hati dan aktif, serta apakah mereka melihat Maria sebagai model murid Kristus yang setia.
“Apakah saya memandang Maria sebagai teladan, anggota utama, dan ibu Gereja? Apakah saya memohon bantuannya agar dapat menjadi murid setia Putranya?” ujar Paus.
Mengutip Lumen Gentium, Paus Leo XIV mengatakan bahwa Maria adalah “model, anggota utama, dan ibu dari seluruh komunitas Gereja”.
Ia menjelaskan bahwa ketiga peran tersebut dapat dirangkum dalam satu gambaran: Maria sebagai “ikon misteri”. Sebagai seorang perempuan dari Israel, Maria dipilih Allah untuk menjadi ibu Yesus melalui persetujuan imannya yang bebas dan penuh ketaatan.
“Maria adalah perempuan yang menjadi ikon misteri, yaitu rencana keselamatan Allah yang dahulu tersembunyi dan kini dinyatakan sepenuhnya dalam Yesus Kristus,” tutur Paus.
Di akhir katekesenya, Paus kembali menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya pengantara keselamatan. Namun, Maria memiliki peran untuk membantu umat semakin dekat dengan Kristus.
Ia pun berdoa agar Roh Kudus menumbuhkan cinta umat terhadap Gereja.
“Mari kita memohon kepada Bunda Maria agar cinta kepada Gereja Kudus semakin bertumbuh dalam diri kita semua,” kata Paus Leo XIV(VATICAN NEWS, 13 Mei 2026)
Bagikan ini:
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Mastodon(Membuka di jendela yang baru) Mastodon
- Bagikan ke Nextdoor(Membuka di jendela yang baru) Nextdoor
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Bagikan ke Bluesky(Membuka di jendela yang baru) Bluesky
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr