Paus Leo XIV Kenang Kardinal Paul Emil Tscherrig sebagai Sosok yang Mencintai Gereja

Kardinal Paul Emi Tscherrig (foto: Vatican Media)

VATIKAN, KOMPAS.com — Paus Pope Leo XIV menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Kardinal Paul Emil Tscherrig, mantan Nunsius Apostolik untuk Italia dan Republik San Marino, yang meninggal dunia pada Selasa (12/5/2026) dalam usia 79 tahun.

Dalam telegram belasungkawa yang dikirimkan kepada keluarga dan komunitas Keuskupan Sion di Swiss, Paus Leo XIV mengenang Kardinal Tscherrig sebagai pelayan Gereja yang setia dan penuh dedikasi selama bertahun-tahun menjalankan tugas diplomatik Takhta Suci di berbagai negara.

Paus menyampaikan rasa syukur atas “pelayanan setia sebagai perwakilan kepausan di berbagai negara dan kemudian sebagai anggota sejumlah Dikasteri Takhta Suci.”

Ia juga mengenang Kardinal Tscherrig sebagai sosok yang menjalankan tugasnya dengan penuh kemurahan hati serta menunjukkan kecintaan mendalam terhadap Gereja dan penerus Santo Petrus.

“Beliau adalah pelayan Injil yang mengabdikan hidupnya bagi Gereja,” demikian pesan Paus Leo XIV.

Pada akhir pesannya, Paus mempercayakan jiwa Kardinal Tscherrig kepada Tuhan agar diterima “dalam terang yang tak pernah padam,” seraya memohon doa perantaraan Bunda Maria dan memberikan berkat apostolik kepada seluruh pihak yang berduka atas kehilangan tersebut.

Perjalanan Panjang di Dunia Diplomasi Vatikan

Kardinal Paul Emil Tscherrig lahir di Unterems, Swiss, pada 3 Februari 1947. Ia ditahbiskan sebagai imam pada 1974 dan kemudian meraih gelar doktor hukum kanonik dari Pontifical Gregorian University.

Pada 1978, Paus Pope John Paul II menunjuknya bergabung dalam layanan diplomatik Takhta Suci sebagai Sekretaris Nunsiatur Apostolik. Dalam tugas tersebut, ia pernah melayani di Uganda, Korea Selatan, Mongolia, dan Bangladesh.

Pada 1996, ia diangkat sebagai Uskup Tituler Voli sekaligus Nunsius Apostolik untuk Burundi. Penahbisan episkopalnya dipimpin oleh Kardinal Angelo Sodano.

Karier diplomatiknya kemudian berlanjut ke berbagai negara di kawasan Karibia, termasuk Trinidad dan Tobago, Republik Dominika, Jamaika, Grenada, Guyana, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, serta Bahama.

Sejak 2001, ia juga dipercaya melayani di Barbados, Antigua dan Barbuda, Suriname, serta Saint Kitts dan Nevis.

Pada 2004, Kardinal Tscherrig ditugaskan sebagai Nunsius Apostolik untuk Korea Selatan dan Mongolia. Setelah itu, ia melanjutkan pelayanan diplomatik di negara-negara Nordik, Argentina, hingga akhirnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Italia dan San Marino sampai tahun 2024.

Ia tercatat sebagai diplomat non-Italia pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Paus Pope Francis mengangkat Paul Emil Tscherrig menjadi kardinal dalam konsistori yang digelar pada 30 September 2023.(VATICAN NEWS, 12 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com