Renungan Harian Mgr Kornelius Sipayung OFMCap, Selasa Pekan XXVI Masa Biasa

Dan 7:9-10.13-14; Mzm 138; Yoh 1:47-51
Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung

You Will See Greater Things – Kamu Akan Melihat Hal-Hal yang Lebih Besar

Saudara-saudari yang terkasih, semoga Tuhan memberimu damai dan kebaikan.

Komsoskam.com || Pada Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael hari ini, Injil ditutup dengan sebuah janji Yesus kepada Natanael: “Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada itu.” Menarik bahwa Yesus tidak pertama-tama berkata, “You will do greater things” – kamu akan melakukan hal-hal yang lebih besar – tetapi, “You will see greater things” – kamu akan melihat hal-hal yang lebih besar. Natanael memang membutuhkan perubahan cara melihat. Ketika mendengar bahwa Yesus berasal dari Nazaret, ia berkata, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Ia melihat Nazaret, tetapi belum melihat karya Allah yang sedang berlangsung di sana. Ia melihat tempat yang kecil, tetapi belum melihat Sang Mesias. Yesus kemudian membuka pandangannya lebih jauh: “Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.” Natanael diajak berpindah dari melihat dengan prasangka kepada melihat dengan iman; dari melihat apa yang tampak kepada melihat apa yang sedang dikerjakan Allah.

Di sinilah pesta tiga Malaikat Agung menjadi sangat indah. Mikael, Gabriel dan Rafael membantu manusia melihat realitas dari sudut pandang Allah. Mikael-“Siapakah seperti Allah?”-mengingatkan bahwa di tengah kekuatan kejahatan, Allah tetap berdaulat; jangan melihat besarnya kejahatan sampai kita lupa akan kebesaran Allah. Gabriel membawa kabar Allah dan membantu manusia melihat kemungkinan Allah di tengah kemustahilan manusia. Kepada Maria dibawa kabar yang melampaui perhitungan manusia: “Bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Rafael, dalam Kitab Tobit, menjadi pendamping perjalanan dan sarana penyembuhan; ia mengingatkan bahwa di tengah luka dan perjalanan yang belum kita pahami, Allah dapat sedang bekerja membawa penyembuhan. Maka ketiga Malaikat Agung seakan-akan berkata kepada kita: jangan berhenti pada apa yang kelihatan sekarang. Ada karya Allah yang lebih besar daripada persoalan yang sedang kita hadapi. Iman tidak menutup mata terhadap kenyataan; iman justru membuka mata agar kita melihat kenyataan lebih dalam bersama Allah.

Ini penting sekali bagi kehidupan kita. Kita sering terlalu cepat melihat kekurangan orang dan terlalu lambat melihat kemungkinan yang dapat dikerjakan rahmat dalam dirinya. Kita melihat seorang anak yang sulit lalu berkata, “Tidak ada harapan.” Kita melihat keluarga yang bermasalah lalu berpikir, “Sulit diperbaiki.” Kita melihat orang yang pernah jatuh dan terus mengenalnya dari masa lalunya. Kita melihat kelemahan Gereja, persoalan paroki, kekurangan komunitas, lalu mudah kehilangan harapan. Tetapi Kristus melihat manusia secara berbeda. Di balik seorang nelayan bernama Petrus, Ia melihat batu karang; di balik Matius pemungut cukai, Ia melihat seorang rasul; di balik perempuan Samaria, Ia melihat seorang pewarta; dan dalam Natanael yang semula ragu, Ia melihat seorang murid. Tuhan tidak buta terhadap kelemahan mereka. Tuhan melihat lebih jauh: Ia melihat apa yang dapat terjadi apabila manusia membuka dirinya kepada rahmat. Maka pertobatan yang kita perlukan kadang-kadang bukan pertama-tama melakukan lebih banyak, tetapi belajar melihat secara baru.

Hal ini juga sangat penting bagi perjalanan Gereja kita. Pembaruan Gereja tidak cukup dengan menambah program, membentuk struktur baru, atau menghasilkan dokumen yang bagus. Kita membutuhkan pertobatan cara memandang. Kita belajar melihat umat bukan sebagai objek pelayanan, tetapi saudara seperjalanan; orang miskin bukan sebagai beban, tetapi saudara yang harus dirangkul; orang muda bukan hanya sebagai kelompok yang harus diarahkan, tetapi suara yang perlu didengarkan; mereka yang berbeda bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai sesama yang dengannya kita dapat membangun jembatan. Setelah belajar melihat dengan mata Kristus, kita belajar mendengarkan dengan hati Kristus. Dari mendengarkan lahirlah pembedaan bersama: apa sebenarnya yang sedang dikatakan Roh Kudus kepada Gereja? Baru kemudian kita bertindak. Maka jalannya adalah: melihat – mendengarkan – membedakan – berjalan bersama – bertindak. Dengan demikian karya pastoral bukan hanya reaksi terhadap masalah, tetapi jawaban terhadap apa yang sedang dikerjakan Roh Kudus di tengah umat-Nya.

Saudara-saudari, mungkin hari ini Yesus juga sedang berkata kepada kita: “You will see greater things.” Hal-hal yang lebih besar itu belum tentu gedung yang lebih megah, kegiatan yang lebih banyak, atau organisasi yang semakin besar. Mungkin yang “lebih besar” justru seorang suami yang akhirnya mau mengampuni istrinya; keluarga yang kembali berbicara setelah lama bermusuhan; orang muda yang menemukan kembali imannya; orang berdosa yang berani pulang kepada Tuhan; komunitas yang sebelumnya terpecah mulai berjalan bersama; atau Gereja yang semakin mampu mendengarkan mereka yang selama ini tidak terdengar. Kebesaran karya Allah tidak selalu terletak pada sesuatu yang spektakuler. Kadang-kadang karya terbesar Allah berlangsung diam-diam ketika sebuah hati berubah. Maka jangan terlalu cepat berkata tentang seseorang, keluarga, komunitas, atau bahkan diri sendiri, “Tidak ada lagi harapan.” Kita belum melihat akhir dari pekerjaan Tuhan.

Dan akhirnya Yesus berkata: “Kamu akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.” Pusatnya ternyata bukan para malaikat, melainkan Kristus. Dialah yang menghubungkan surga dan bumi; Dialah Jembatan Agung antara Allah dan manusia. Para malaikat tidak mengarahkan perhatian kepada diri mereka sendiri; mereka membawa manusia kepada Allah. Itulah juga panggilan kita. Seperti Mikael, kita dipanggil membantu orang kembali menempatkan Allah sebagai yang terutama; seperti Gabriel, membawa kabar yang menumbuhkan pengharapan; seperti Rafael, berjalan bersama mereka yang terluka menuju penyembuhan. Maka hari ini marilah kita memohon: “Tuhan, bukalah mata kami. Ketika kami hanya melihat persoalan, bantulah kami melihat kemungkinan. Ketika kami melihat kelemahan seseorang, bantulah kami melihat apa yang dapat dikerjakan rahmat-Mu dalam dirinya. Ketika jalan di depan kami tampak gelap, bantulah kami percaya bahwa Engkau masih bekerja.” Sebab bagi mereka yang bersedia membuka mata, telinga dan hati kepada Allah, janji Kristus tetap berlaku: “You will see greater things – kamu akan melihat hal-hal yang lebih besar.”
Amin.

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com