Renungan Harian Mgr Kornelius Sipayung OFMCap, Rabu Masa Biasa Pekan XXIX

 

Ef 3:2–12; Yes 12:2–6; Luk 12:39–48

Diselamatkan oleh Rahmat, Dipersatukan dalam Kristus, Dipanggil untuk Setia Melayani

Saudara-saudari yang terkasih, semoga Tuhan memberimu damai dan kebaikan.

Dalam Injil Yesus bertanya: “Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana, yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya?” (Luk 12:42). Perhatikanlah dua kata penting: setia dan bijaksana. Setia berarti tidak mengabaikan tanggung jawab, sekalipun tidak diawasi atau dipuji. Bijaksana berarti mampu membaca situasi, mendengarkan kehendak Allah, dan mengambil tindakan yang benar pada saat yang tepat. Inilah makna berjaga-jaga yang sesungguhnya. Berjaga bukan sekadar menunggu kedatangan Tuhan, melainkan peka terhadap panggilan-Nya dalam setiap peristiwa dan segera menanggapinya dengan kasih. Ketika keluarga membutuhkan perhatian, kita hadir. Ketika seseorang mengalami kesulitan, kita menolong. Ketika terjadi ketidakadilan, kita berani membela kebenaran. Ketika dipercayakan suatu jabatan, kita menggunakannya untuk melayani, bukan menguasai. Yesus memperingatkan tentang hamba yang menyalahgunakan wewenangnya karena mengira tuannya masih lama datang. Betapa relevannya peringatan ini! Ketidaksetiaan sering dimulai ketika manusia merasa tidak diawasi, memiliki banyak waktu, atau menganggap kekuasaan sebagai milik pribadi. Padahal setiap tanggung jawab adalah kepercayaan Allah yang kelak harus kita pertanggungjawabkan.

St. Gregorius Agung memberikan teladan yang sangat menginspirasi. Ketika menjadi Paus, ia menggunakan gelar Servus Servorum Dei, Hamba dari para Hamba Allah. Baginya, kepemimpinan bukan kesempatan untuk meninggikan diri, melainkan panggilan untuk merendahkan diri dan melayani. Semangat ini sejalan dengan ajaran Paus Fransiskus bahwa seorang gembala harus dekat dengan umatnya, mengenal pergumulan mereka, dan tidak menjauh dari penderitaan manusia. Pesan ini berlaku bagi kita semua. Seorang ayah dan ibu dipercaya Allah untuk membesarkan anak-anak dalam kasih. Seorang guru dipercaya untuk membentuk masa depan generasi muda. Seorang imam dipercaya untuk menggembalakan umat. Seorang pemimpin dipercaya untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama. Bahkan waktu, kesehatan, pengetahuan, dan harta yang kita miliki merupakan anugerah yang harus dikelola dengan bertanggung jawab. Tidak ada kepercayaan yang terlalu kecil untuk dijalankan dengan kasih, dan tidak ada jabatan yang terlalu tinggi sehingga membebaskan seseorang dari kewajiban melayani. Sebab ukuran kebesaran seseorang di hadapan Allah bukanlah seberapa besar kekuasaan yang dimilikinya, melainkan seberapa setia ia menggunakan kepercayaan itu demi kebaikan sesama.

Akhirnya, saudara-saudari yang terkasih, Yesus menutup pengajaran-Nya dengan peringatan: “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut” (Luk 12:48). Sabda ini mengundang kita untuk memeriksa kehidupan: Apa yang telah Allah percayakan kepada saya? Waktu, keluarga, pekerjaan, pelayanan, kemampuan, jabatan, atau mungkin seseorang yang sedang membutuhkan perhatian saya? Apakah semuanya telah saya gunakan untuk menghadirkan kebaikan, atau justru saya abaikan karena merasa masih mempunyai banyak waktu? Jangan menunda mengasihi sampai orang yang kita kasihi tiada. Jangan menunda berdamai sampai hubungan terlanjur hancur. Jangan menunda berbuat baik sampai kesempatan itu berlalu. Kesetiaan kepada Allah tidak terutama dibuktikan melalui janji-janji besar tentang masa depan, melainkan melalui tanggung jawab kecil yang kita laksanakan dengan kasih hari ini. Maka, marilah kita menjadi pribadi yang peka terhadap Sabda, bijaksana membaca situasi, dan berani menanggapi kehendak Tuhan. Kita telah diselamatkan oleh kasih karunia Allah; sekarang jadikanlah kehidupan kita sebagai jawaban atas kasih itu. Semoga ketika Tuhan datang, Ia menemukan kita bukan hanya sedang berdoa dan menantikan-Nya, melainkan sedang setia mengasihi, melayani, dan mengerjakan kebaikan yang telah dipercayakan-Nya kepada kita.
Amin.

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com