
Ef 1:1-10; Luk 11:47-54
Peringatan Wajib St. Teresa dari Yesus
Dipilih oleh Kasih, Dipanggil Menjadi Kudus, Diutus Menguduskan Dunia
Saudara-saudari yang terkasih, semoga Tuhan memberimu damai dan kebaikan.
Komsoskam.com|| Dalam bacaan pertama hari ini, Rasul Paulus menyampaikan sebuah kebenaran yang sangat indah: “Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya dalam kasih” (Ef 1:4). Perhatikanlah, Allah memilih kita bahkan sebelum kita mampu melakukan sesuatu bagi-Nya. Artinya, pilihan Allah bukanlah hadiah atas jasa, prestasi, atau kebaikan manusia. Kita dipilih bukan karena lebih baik, lebih saleh, atau lebih pantas daripada orang lain, melainkan semata-mata karena kasih dan belas kasih Allah yang diberikan secara cuma-cuma. Inilah yang disebut rahmat. Allah tidak mengasihi kita karena kita sudah baik; justru karena Allah lebih dahulu mengasihi kita, kita dimampukan untuk menjadi baik. Karena itu, tidak ada alasan untuk menyombongkan diri sebagai orang pilihan Allah. Sebaliknya, kita patut bersyukur, rendah hati, dan menyadari bahwa seluruh kehidupan kita adalah anugerah kasih-Nya.
Tetapi saudara-saudari, pilihan Allah bukanlah suatu kehormatan untuk dibanggakan, melainkan panggilan untuk dijalankan. Allah memilih kita dengan tujuan yang jelas, yaitu supaya kita menjadi kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya dalam kasih. Menjadi kudus berarti semakin menyerupai Allah dalam cara berpikir, berbicara, dan bertindak. Allah Mahapengasih, maka kita dipanggil untuk mengasihi. Allah Mahapengampun, maka kita dipanggil untuk mengampuni. Allah Mahaadil, maka kita dipanggil untuk berlaku adil. Allah penuh belas kasih, maka kita dipanggil untuk peduli kepada mereka yang menderita. Kekudusan bukan berarti kita sudah tidak memiliki kelemahan atau tidak pernah jatuh dalam dosa, melainkan kesediaan untuk terus dibersihkan dan diperbarui oleh rahmat Allah. Kita dipilih bukan karena sudah kudus, tetapi dipilih supaya menjadi kudus. Karena itu, menjadi orang Kristen bukan sekadar memperoleh identitas keagamaan, melainkan menerima panggilan untuk semakin menyerupai Kristus.
Panggilan menjadi kudus ini menuntut perubahan hati dan pertobatan yang nyata. Dalam Injil hari ini, Yesus mengecam orang-orang yang tampak sangat religius, tetapi tidak membiarkan kebenaran Allah mengubah kehidupan mereka. Mereka menghormati makam para nabi, tetapi menolak pesan pertobatan yang dibawa para nabi. Mereka mengetahui hukum Tuhan, tetapi justru menghalangi orang lain untuk mengenal Allah. Inilah peringatan bagi kita: jangan sampai kita bangga menjadi orang pilihan Allah, tetapi menolak membiarkan Allah mengubah hati kita. Kita bisa rajin mengikuti Misa, tetapi masih memelihara dendam. Kita bisa aktif melayani Gereja, tetapi masih dikuasai kesombongan dan keinginan dihormati. Kita bisa pandai berbicara tentang kasih, tetapi sulit mengampuni. St. Teresa dari Yesus, yang kita peringati hari ini, menunjukkan bahwa kekudusan bertumbuh melalui persahabatan yang mendalam dengan Kristus. Pertobatan sejati terjadi ketika kasih Allah yang kita terima mulai mengubah cara kita memperlakukan sesama. Maka, tanda bahwa kita sedang bertumbuh dalam kekudusan bukanlah semakin merasa diri lebih suci daripada orang lain, melainkan semakin rendah hati, semakin sabar, semakin jujur, dan semakin mampu mengasihi.
Akhirnya, saudara-saudari yang terkasih, Allah memilih dan menguduskan kita bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan untuk mengutus kita menghadirkan kekudusan-Nya di tengah dunia. Panggilan ini tidak berhenti di dalam gereja, tetapi harus menjangkau keluarga, tempat kerja, masyarakat, bahkan seluruh dunia. Di tengah kebencian, kita diutus membawa pengampunan. Di tengah ketidakadilan, kita diutus memperjuangkan keadilan. Di tengah kebohongan, kita diutus menjadi saksi kebenaran. Di tengah penderitaan, kita diutus menghadirkan belas kasih. Mulailah dari hal-hal sederhana: berdamai dengan orang yang menyakiti kita, berlaku jujur dalam pekerjaan, memperhatikan mereka yang lemah, dan melayani tanpa mencari pujian. Kita dipilih oleh kasih Allah, dipanggil untuk menjadi kudus, diubah oleh rahmat-Nya, dan diutus untuk menghadirkan kekudusan-Nya di tengah dunia. Jangan hanya bersyukur karena telah dipilih menjadi umat Allah, tetapi jadikanlah seluruh kehidupan kita sebagai jawaban atas pilihan itu. Biarlah dunia menjadi sedikit lebih adil, lebih damai, dan lebih penuh kasih karena kehadiran kita sebagai orang-orang yang telah dipilih dan dikasihi Allah.
Amin.