Perayaan 800 Tahun Panggilan Fransiskan Santo Antonius Padua & 85 Tahun OFM Konventual Di Indonesia

 896 total views,  4 views today

komsoskam.com – Ordo Saudara Dina Konventual Provinsi Maria Tak Bernoda-Indonesia merayakan 800 tahun panggilan fransiskan Santo Antonius Padua bersama 600 Orang Muda Katolik (OMK) dari enam paroki kegembalaan Fransiskan Konventual yang ada di Keuskupan Agung Medan. Keenam paroki tersebut adalah Paroki Santa Katarina-Tiga Juhar, paroki Santo Yoseph-Delitua, Paroki Santo Fransiskus-Padang Bulan, Paroki Sang Penebus-Bandar Baru, dan paroki Santo Antonius Padua-Tiga Dolok. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung pada hari Senin, 27 Juni 2022 di kebun sawit Santo Antonius Padua-Tanjung Timur, Paroki Santa Katarina-Tiga Juhar dengan tema umum Laudato Si’ (Terpujilah Engkau Tuhanku).

Kegiatan diawali dengan adanya kegiatan il cammino di San Antonio da Padova (berjalan bersama Santo Antonius Padua). Perjalanan dilakukan seluruh hadirin yang dimulai dari Gereja Katolik Santa Maria Fatima – Durian Tinggung sampai di lokasi perayaan, yaitu kebun sawit Santo Antonius Padua – Tanjung Timur. Kegiatan il cammino di San Antonio da Padova diawali dengan sambutan oleh minister provinsial Ordo Saudara Dina Konventual Provinsi Maria Tak Bernoda Indonesia RP. Cornelius Tri Chandra Maria Fajariyanto, OFMConv. Kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka oleh RP. Fictorium Nathanael Maria Ginting, OFMConv. Setelahnya, semua peserta berjalan menuju lokasi perayaan.

Sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan il cammino di San Antonio da Padova tiba di lokasi perayaan dan di sambut dengan tarian bersama yang dipandu oleh RP. Florianus Joni Maria Saman, OFMConv. Pada pukul 12.00 WIB diadakan Perayaan Ekaristi Kudus sebagai sumber dan puncak perayaan iman yang dipimpin oleh minister provinsial bersama 30 imam konselebran dari persaudaraan Fransiskan Konventual. Dalam homilinya, pastor minister provinsial mengajak para OMK untuk meniru teladan dan semangat Santo Antonius Padua yaitu, pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada segala makhluk guna menjadi saksi Injil yang setia dalam hidupnya (Mrk 16:15). Pastor minister provinsial juga menambahkan bahwa nama Antonius bukanlah nama pertama yang dimiliki orang kudus tersebut, melainkan Fernando. Sebelumnya, Antonius merupakan imam dari Ordo Agustinian. Kemudian hari dia berpindah ke Ordo Fransiskan karena hasratnya untuk menjadi seorang martir. Santo Antonius Padua merupakan pengkhotbah yang ulung dan pujangga Gereja. Berdasarkan teladan, kesalehan dan kekudusan hidupnya, ia dikenal sebagai orang yang dipanggil santo semasih hidup di dunia dan banyak melakukan banyak mukjizat.

Setelah perayaan Misa Kudus selesai, acara selanjutnya adalah menanam pohon untuk menunjukkan partisipasi OMK guna menciptakan bumi layak huni. Setelah itu, dilanjutkan acara makan bersama dan ramah tamah untuk membangun relasi lebih dekat para OMK yang datang dari paroki berbeda-beda. Setelah makan siang bersama juga dilanjutkan dengan ulasan tentang perjalanan rohani santo Antonius Padua oleh RP. Fictorium. Berjalan bersama Santo Antonius memiliki orientasi. Berjalan berarti ada usaha atau perjuangan dari dalam diri. Ketika ada sesuatu yang membuat putus asa dalam perjalanan dan kita mampu untuk bertahan disanalah terdapat sebuah nilai yang hakiki dalam kehidupan. Dalam perjalanan hidup setiap hari sesuatu yang penting ialah mengambil keputusan. Kita mesti mampu mengambil keputusan dengan sukacita. Semoga pertemuan atau perjumpaan ini juga menjadi pertemuan yang berahmat. Tiga tahap perjalanan santo Antonius: Camposapierro, Arcella, Basilica Santo Antonius. Kekudusan Antonius adalah suatu teladan bagi kaum muda saat ini. Hal ini dapat terlaksana dengan menghidupi firman Tuhan, semangat pelayanan dan perjalanannya. Santo Antonius Padua telah menunjukkan kasih persaudaraan dalam berbagai pewartaannya, khususnya bagi kaum muda untuk menjadi saksi yang setia pada zaman ini. Marilah kita tumbuhkan sesuatu yang baik bagi sesama melalui kebaikan-kebaikan dengan saling membantu, saling berbagi yang suatu tahap bahwa kita mengambil bagian dalam tugas perutusan Kristus “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Markus 16:15).

 

(RIS/AG/HR)

Facebook Comments

Ananta Bangun

Pegawai Komisi Komsos KAM | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply