Pentingnya Pendekatan Dalam Mempercepat Vaksinasi

 177 total views,  1 views today

Telah banyak pendekatan yang dilakukan dalam mempercepat capaian vaksinasi Covid 19. Sosiolog Universitas Negeri Medan (UNIMED) Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si menyampaikan bahwa dalam pendekatan pencapaian target vaksinasi bukan lagi menggunakan pendekatan hukum. Pendekatan vaksinasi baiknya dengan pendekatan persuasive, harmonis dan kesiapan mental masyarakat untuk divaksinasi.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial UNIMED itu juga menyebutkan bahwa pendekatan kesadaran bukan lagi pemaksaan yang timbul karena akan menyebabkan perlawanan dan kesadaran yang penuh dengan ancaman. Seperti orang-orang yang distop ditengah jalan dan ditanyakan sudah vaksin atau belum, apabila belum divaksin maka  ia harus divaksin langsung ditempat penyedia vaksin tersebut.

Maka untuk menindaklanjuti hal tersebut beliau mengatakan jemput bola saja. Seperti Door to Door, datangi satu persatu dan didamping dengan adanya pusat Kesehatan masyarakat, Tupoksi TNI-POLRI tidak sampai pada cara pandang masyarakat tentang vaksin, melainkan Tupoksi mereka ialah pertahanan dan keamanan Negara.

Dengan melakukan pendekatan waktu luang yang dapat meyakinkan masyarakat dan memberikan dukungan serta motivasi dan konsekuensi yang akan diterima. Walaupun masyarakat tetap menolak untuk divaksinasi karena itu adalah hak mereka untuk mempertahankan diri mereka walaupun ada UU Negara tetapi mereka memilik HAM.

Apabila suatu saat terjadi sesuatu pada mereka yang belum divaksinasi mereka tidak bisa menuntut karena negara sudah memprioritaskan vaksinasi kepada masyarakat dan itu sudah selesai serta sudah mencapai target sebanyak 70%

Baca juga  Tantangan Vaksinasi Covid 19 Bagi Pasien Rehabilitasi Narkoba

Adanya komersialisasi dalam keraguan dan kekuatiran masyarakat harus dijawab tanpa ada yang ditutup-tutupi dan transparan. Hak jawab komunikasi publik, Masyrakat dan Negara harus membangun komunikasi. Yang harus dirubah dengan informasi dua arah yang saling memberi dan menerima.

Dalam menyikapi dua arah tersebut komunikasi yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat harus didahulukan kepada masyarakat dan Negara. Serta adanya hasil penelitian dari satgas covid terhadap kebijakan proses monitoring edukasi.Berangkat dari masyarakat, bekerja atas nama masyarakat dan bekerja untuk rakyat.

Di era pandemic saat ini menyebabkan pengeluaran uang Negara atau kenaikan ekonomi Negara yang kian meningkat. Yang disebabkan karena adanya iming-iming bagi mereka yang sudah divaksin mereka dapat menerima bantuan social. Yang secara tidak langsung hal ini dapat dikatakan berangkat dari pemaksaan bukan kesadaran masyarakat. Sehingga menyebabkan kecurigaan cara berpikir terbalik.
“Kenapa harus ada reward dulu jika mereka mau divaksin. Karena tidak sesuai dengan standar operasional,” kata Bakhrul.

Penulis : Yohana Trisintya Sinurat (Jurnalis Warga)

 

Facebook Comments

Sri Lestari Samosir

Ibu Bahagia. Freelance Writer. Womanpreneur.

Leave a Reply