Paroki St. Agatha Batang Kuis Gelar Bimbingan & Pendampingan DPP. Parokus: Tujuannya Tercapai Pelayanan Paroki ‘Berjalan Bersama’ dengan Umat

Loading

Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Agatha Batang Kuis mengadakan acara bimbingan dan pendampingan Dewan Pastoral Presidium, Jumat-Sabtu (29-30 Juli) di Pertapaan Putri Karmel Talun Kenas. Adapun peserta dalam kegiatan ini melibatkan seluruh Dewan Pastoral Presidium serta Dewan Pengurus Stasi se-Paroki St. Agatha Batang Kuis.

Materi dalam acara ini langsung disampaikan oleh Parokus, RD. Parulian Sihombing dan Vikaris Parokial RD. Limson Manalu. Dalam laporanya ketua DPP, M. Sembiring menyampaikan bahwa sebanyak 51 orang peserta turut dalam acara bimbingan dan pendampingan ini.

Pastor Parulian menyampaikan, tujuan kegiatan ini untuk membimbing seksi-seksi dapat melihat tugasnya dengan baik serta saling mendampingi antara DPPH bersama DPP. Bila kondisi itu tercapai, karya pelayanan paroki bisa berjalan bersama umat setempat. “Yang sesuai dengan Sinode Para Uskup bahwa gereja itu adalah sinode berjalan bersama dan berdampingan,” terang Pastor.

Imam Diosesan tersebut berharap, seusai pendampingan seluruh DPPH dan DPP dapat bekerja sama antara satu sama yang lain. Dan juga bisa mengenal satu sama lain dan bisa berkoordinasi antara DPPH, DPP serta DPS.

Materi konferensi pertama disampaikan oleh Vikaris Parokial, Pastor Limson dengan tema: “Spritualitas Kepemimpinan”. “Walaupun tidak semua orang ditahbiskan menjadi diakon atau imam, namun kita semua, yang juga menerima perutusan sebagai murid Kristus pada saat kita menerima pembaptisan. Melalui Pembaptisan kita menerima mandat dari Kristus untuk menjadi imam, nabi dan raja,” katanya.

Pastor Limson mengatakan, kerendahan hati adalah pondasi kehidupan spiritual seseorang. “Tanpa kerendahan hati, tidak mungkin seseorang bertumbuh secara spiritual dan tidak mungkin seseorang dapat menjadi seorang pemimpin yang sesuai dengan prinsip-prinsip kristiani. Karena tanpa kerendahan hati, seseorang tidak dapat mengasihi.”

“Kerendahan hati yang artinya adalah memahami bahwa diri sendiri bukan apa-apa dan Tuhan adalah segalanya, membuat seorang pemimpin dapat mengerti kondisi orang yang dipimpinnya tanpa kehilangan visi dan keberanian untuk mengerjakan hal-hal besar, karena menyadari bahwa Tuhan dapat memberikan dirinya kemampuan untuk melakukan hal-hal besar,” imbuhnya.

Pada materi konferensi kedua, Pastor Parulian Sihombing menyampaikan perihal Pedoman Pelaksanaan Dewan Pastoral Paroki (P2-DPP). Dalam sesi ini dijabarkan visi dan misi KAM “Oase Ilahi di Tengah Dunia kemudian dilanjutkan fungsi, wewenang, dan tanggung jawab Dewan Pastoral Paroki.

Sementara, pada materi konferensi ketiga, setiap seksi DPP diberikan kesempatan untuk memaparkan program kerja masing-masing. Dalam materi koferensi keempat, dibahas Tata Kelola Pelayanan Paroki St. Agatha Batang Kuis baik dari segi Administratif maupun dalam penyusunan laporan keuangan stasi.

Acara bimbingan dan pendampingan ini sangat direspon positif oleh para peserta yang hadir karena menurut mereka acara ini sangat menambah wawasan, pengetahuan dan motivasi dalam melaksanakan tugas pelayanan dibidang masing-masing.

Pendampingan ini ditutup dengan Misa Perutusan oleh Parokus. Dalam homilinya, Pastor mengingatkan bahwa dalam tugas pelayaanan untuk sungguh-sungguh menjaga komitmen yang berpusat dan terarah pada Yesus. “Sebagai bentuk penghargan atas waktu yang sudah diberikan Pastor juga menyampaikan Terima kasih kepada semua peserta yang hadir dengan menyebut nama peserta satu persatu,” ucap Pastor Parulian.

 

(Iwan Sunarya Panjaitan/Seksi Komsos Paroki St.Agatha)

Facebook Comments

Ananta Bangun

Pegawai Komisi Komsos KAM | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply