MISA PENGUDUSAN IMAM DI KEUSKUPAN AGUNG MEDAN MGR.KORNELIUS SIPAYUNG OFMCap: SAKRAMEN IMAMAT BUKAN PERTAMA-TAMA BAGAIMANA IMAM BERFUNGSI

Para imam serentak merentangkan tangan kanan dalam konskrir roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus dalam misa pengudusan imam pada 31 Maret 2026 di Pematang Siantar

 

PEMATANGSIANTAR: Sebagai akhir dari rekoleksi pengudusan imam yang telah dimulai pada Senin, 30 Maret, pada petang Selasa,31 Maret 2026, lebih dari 325 imam  membaharui janji imamat mereka.  Dalam perayaan ekaristi di mana Mgr Kornelius Sipayung OFMCap sebagai selebran utama ini sekaligus  dilaksanakan pemberkatan minyak katekumenat dan minyak pengurapan orang sakit serta pengudusan minyak Krisma.

Pada pemnukaann kotbanya, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap mengatakan  “Saat merenungkan imamat, kita tergoda merenungkan imamat dalam kerangka fungsi:apa yang dilakukan imam, tugas dan jabatan pastoral yang diemban. Bagi St.Fransiskus imamat bukan pertama-tama apa yang dikerjakan imam, tetapi “siapa yang mengutus imam itu, dan siapa yang diikuti oleh imam tersebut. Imamat bukan fungsi pastoral tetapi bentuk kehidupan yang dikonfigurasikan dengan Kristus”.

Dalam kotbahnya, beliau mengingatkan para imam bahwa Yesus meminta para murid tinggal bersama dengan Dia sebelum diutus. Bersama Kristus terlebih dahulu, baru diutus. Meneladan St.  Fransisksus Asisi, uskup  yang berasal dari Ordo Fransiskan Kapusin ini menegaskan Injil bukan  hanya sebagai ajaran saja.  Bagi St. Fransiskus Asisi  Injil adalah bentuk hidupnya sendiri. Oleh karena para imam pertama-tama, tinggal bersama dengan Kristus, membiarkan Kristus  membentuk para imam agar siap diutus.

St.Fransiskus Asisi kagum akan Ekaristi. Kehadiran Kristus dalam kurban Altar saat ekaristi adalah kelanjutan dari inkarnasi. Di sinilah Kristus menunjukkan kerendahan hatinya.”

Dengan menghadirkan kehidupan St.Fransiskus Asisi ini, Mgr.Kornelius Sipayung OFMCap menegaskan imam hendaknya hidup rendah hati. Imam dipanggil hidup belas kasih seturut nilai Injil.

Di hadapan uskup Keuskupan Agung Medan ini  dan disaksikan oleh para umat, para imam membaharui imamat mereka.  Pembaharuan janji imamat ini menjadi sukacita bagi umat Allah. Tanpa imam tidak aka Ekaristi dalam Gereja Katolik. Ada imam, ada Ekaristi.

Dalam misa pengudusan imam yang dirayakan di Gereja Katolik Jl. Sibolga -Pematang Siantar ini, bagi para  imam ini menjadi tonggak pembaharuan semangat pelayanan dan saat para imam kembali menyegarkan penghayatan sakramen imamat (MENJEMAAT).

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com