MENJALANI LIKU-LIKU HIDUP | Adven IV

25,748 total views, 42 views today

Lewat mimpi, malaikat memberitahu Yusuf rahasia seputar kandungan Maria. Diminta kesediaan Yusuf menjadi suami Maria dan memberi nama kepada anak yang akan dilahirkan Maria supaya Yesus mendapat kepastian status pribadi dan sosial serta masuk dalam keturunan keluarga raja Daud. Setelah mengetahui apa yang terjadi Yusuf menunjukkan betapa mulianya pribadinya. “Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.” Di sini tampak ketulusan hati Yusuf. Ia menjalankan kewajibannya selaku bapa keluarga hingga akhir hayatnya.

Dulu Allah mempunyai banyak beban berat yang harus dipikul-Nya dari satu tempat ke tempat lain di bumi. Maka Ia meminta bantuan binatang-binatang. Tapi semua minta maaf: gajah merasa diri terlalu terhormat; singa terlalu sombong. Akhirnya, burung-burung menghadap Allah, katanya, “Jika Engkau membagi beban-beban itu ke dalam bundelan-bundelan kecil, kami dengan senang hati akan membantu-Mu. Kami memang kecil, tapi suka membantu. Allah meletakkan ke pundak mereka masing-masing satu bundel kecil. Mereka semua melintasi padang luas.

Mereka terbang sambil bernyanyi, dan seakan tidak merasakan sama sekali beratnya beban yang mereka pikul. Setiap hari beban itu terasa semakin ringan, hingga pada suatu saat seolah-olah beban itulah yang mengangkat burung-burung itu. Setelah tiba di tempat tujuan, saat menanggalkan beban-beban itu, mereka menemukan sayap-sayap baru yang memungkinkan mereka terbang ke angkasa dan puncak-puncak pohon. Mereka belajar memikul bebannya, dan beban itu telah berubah menjadi sayap-sayap yang mengantarkan mereka mendekat kepada Allah. Beban yang kita pikul untuk orang lain mungkin menjadi sayap-sayap semangat untuk mengangkat kita ke kebahagiaan yang belum pernah kita alami.

Karya penyelamatan Tuhan memakai jalan manusia. Karya itu tumbuh dalam lingkungan yang manusiawi. Rencana Allah melibatkan partisipasi manusia. Kita bisa belajar dari Yusuf, si pendiam yang hatinya murni, tulus dan ikhlas. Baginya yang penting ialah rencana Allah terwujud. Ia memberi diri sebagai alat di tangah Tuhan.

Baca juga  AJARLAH KAMI BERDOA YA TUHAN

Jansudin Saragih

"Carpe diem" | Youtube : 2share4life

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *