Marugan Simbolon: Menjadi Guru adalah Panggilan Yesus Melalui Pendidikan

157 total views, 1 views today

bapak Marugan Simbolon diabadikan bersama siswa (dokumen SMP St. Ignasius Medan)

KomsosKAM.com – Meski telah 31 tahun mengabdi menjadi guru, Marugan Simbolon mengaku tidak merasa jenuh.

“Saya mulai menjadi guru sejak tahun 1988. Tentu saja mengalami masa suka dan duka. Namun, mudah-mudahan sampai sekarang belum mendominasi rasa jenuhnya. Sebab bagi saya, ini bukan kerja sampingan. Maka, harus saya tekuni sampai selesai,” ucap Kepala Sekolah SMP St. Ignasius Medan kepada KomsosKAM.com, pada Sabtu (23 Februari).

Menurut Simbolon, ada kiat istimewa yang menjadikannya tetap semangat sebagai pendidik. “Saya merasa ini panggilan dari Yesus Kristus untuk mewartakan kabar gembira melalui pendidikan.”

Selain itu, dia kerap menjaga komunikasi harmonis bersama guru, pegawai sekolah dan siswa dalam menjalankan perannya selaku kepala sekolah. “Saya menyadari kemampuan terbatas. Saya harus jujur. Karena itu, saya harus sinergi dengan para guru, pegawai dan siswa,” kata dia seraya menekankan pemimpin hendaknya menampilkan kinerja dan teladan, sebelum memberikan perintah.

“Teman-teman kepala sekolah pernah bertanya bagaimana resep menjaga kinerja manajemen sekolah yang baik. Saya jawab, bersikap terbuka dengan seluruh pihak,” Simbolon menambahkan. “Kita tahu bahwa hidup ini hanya sementara. Maka, pakailah agar hidup ini menjadi berkat.”

 

(Ananta Bangun)

bapak Marugan Simbolon menerima hadiah cincin 25 tahun mengabdi di Yayasan Seri Amal (dok. SMP St. Ignasius Medan)

Ananta Bangun

Suami berbahagia dari Eva Susanti Barus | Sering menulis di blog pribadi anantabangun.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *