Dorong Vaksinasi Kelompok Rentan dengan Melibatkan Aktor Kunci

 165 total views,  1 views today

Pasal 5 ayat (3) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 menjelaskan bahwa kelompok masyarakat yang rentan antara lain orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, wanita hamil, dan ‘penyandang cacat’. Berdasarkan berbagai sumber disebutkan bahwa kelompok rentan adalah kelompok yang paling rendah untuk menerima vaksin baik dosis pertama, kedua maupun booster. Banyak yang menjadi kendala kelompok rentan untuk menerima vaksinasi diantaranya tidak memiliki kartu identitas, minimnya informasi tentang vaksinasi, menyebarnya hoax, dan lain sebagainya.

Hal ini menyebabkan ketidakmerataan untuk mengikuti program vaksinasi bagi kelompok rentan. Ditakutkan bahwa bila kelompok ini tidak segera divaksin maka dapat memperpanjang masa pandemi, yang mana dapat meningkatkan risiko kematian pada masyarakat terutama kelompok rentan yang terpapar virus covid-19. Untuk itu perlu memprioritaskan kelompok rentan dalam program vaksinasi covid-19 agar pandemi covid-19 segera berakhir.

Strategi guna mendorong percepatan vaksinasi kelompok rentan diperlukan pendekatan khusus salah satunya adalah melibatkan aktor kunci. Aktor kunci tersebut adalah tokoh yang membantu menyampaikan kepada masyarakat mengenai vaksinasi baik dan benar yang dapat mendorong percepatan dan penyebarluasan cakupan vaksinasi covid-19.

Salah satu aktor kunci adalah tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan dalam program vaksinasi dapat membangun kepercayaan masyarakat dengan menyampaikan manfaatan dari vaksinasi. Sehingga akan terciptanya kepercayaan diri pada masyarakat untuk mendukung program vaksinasi tersebut lalu.

Baca juga  Pentingnya Strategi Komunikasi dan Kesetaraan dalam Akses Vaksinasi

Kemudian aktor kunci juga merupakan aktor yang dapat memberikan pengaruh kuat pada tingkat komunitas kalangan masyarakat. Diperlukannya strategi komunikasi yang baik dan benar tentang vaksinasi kepada kelompok rentan melalui aktor kunci seperti tokoh-tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat. Tokoh-tokoh ini dapat menjadi agen sosialisasi vaksinasi yang dipercaya.

Hal ini penting karena beberapa hal seperti faktor agama dan kepercayaan termasuk dari kehalalan vaksin, berita hoax, tahayul, menimbulkan pro dan kontra dan  menimbulkan berbagai penolakan untuk vaksinasi. Oleh karena itu pentingnya peran aktor kunci tersebut demi meluruskan ke hal yang positifnya tentang vaksinasi.

Disamping itu pelu kerja sama banyak pihak yang terlibat diantaranya pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga dan komunitas. Hal yang penting pula bahwa masyarakat harus secara aktif untuk memahami pentingnya vaksinasi ini bagi kesehatan. Tujuannya membangun kesadaran kita sendiri melalui tokoh agama, tokoh masyarakat sehingga tertarik dan bersiap untuk melakukan vaksinasi dengan ketidakterpaksaan sehingga dapat mensukseskan program vaksinasi di Indonesia.

Penulis : Rehan Nur (Jurnalis warga)

*) Tulisan ini diproduksi dalam rangkaian Program Jurnalis Warga Guna Mendukung Percepatan Vaksinasi oleh PPMN.

 

Facebook Comments

Sri Lestari Samosir

Ibu Bahagia. Freelance Writer. Womanpreneur.

Leave a Reply