Rendahnya Kesadaran Vaksinasi Covid 19 Di Kalangan Millenial

 114 total views,  2 views today

Dalam menanggulangi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Kaum milenial tentunya tidak lepas dari anjuran ini. Namun ditemukan masih banyak anak muda yang memilih cuek dan memilih untuk tidak ambil bagian dengan alasan takut. Padahal para milenial memiliki peran besar dalam mencegah dan melakukan kesiapsiagaan coronavirus.

Seperti yang kita tahu bahwa vaksinasi sendiri memiliki tujuan untuk mengurangi transmisi penularan Covid-19. Dengan adanya vaksinasi maka diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19. Dengan begitu maka didapatkan kekebalan kelompok di masyarakat ( herd imunity) dan melindungi masyarakat agar tetap produktif secara social dan ekonomi.

Kaum milenial yang memiliki aktivitas social media yang tinggi diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk mengedukasi dan mensosialisasikan mengenai pentingnya vaksinasi covid-19 bagi kekebalan tubuh. Mengajak kaum milenial untuk mengambil bagian dalam penyebaran info vaksinasi adalah strategi yang sangat baik sebagai momentum untuk menemukan solusi cerdas dan mampu mengatasi permasalahan vaksinasi untuk masyarakat. Dalam program vaksinasi yang terus berjalan, pelibatan generasi muda harus selalu diperhatikan. Karena kaum muda ini diharapkan bisa bekerja sama dalam menjaga kesuksesan vaksinasi dan para pengikutnya pun akan teredukasi terkait program vaksinasi Covid-19.

Perlu diketahui bahwa virus Corona tidak menyebar dengan sendirinya. Setiap orang bisa menjadi penyebar virus. Kesadaran terhadap penyebar potensial perlu mendapatkan perhatian bersama. Kita harus mulai dari kita sendiri. Kita tidak sedang berperang dengan cepat tapi kita berperang dengan diri sendiri. Kaum muda harus bisa menyadarkan masyarakat kalau kita sebenarnya adalah kunci juga untuk menghentikan penyebaran virus ini.

Namun yang terjadi di masyarakat kita adalah masih banyaknya ditemukan orang yang beramai ramai berkumpul pada satu tempat. Istilah ini biasa disebut hang out di kalangan anak muda. Padahal mereka seharusnya di rumah saja di masa pandemic ini. Generasi milenial berpotensi sebagai generasi penular terbesar. Melihat data di Korea Selatan, ratusan ribu orang yang melakukan tes terdapat 25.000 hingga 300.000 orang. Hasil tes tersebut menunjukkan 30% kasus positif pada orang dengan usia 20 hingga 29 tahun. Ini tiga kali lebih besar daripada grup selanjutnya atau age group selanjutnya, 30 – 39 (tahun) dan dua kali lebih besar daripada age group 40-49 (tahun). Jadi mayoritas yang mengalami sakit ialah generasi muda itu sendiri.

Tercatat per 12 Maret 2021, sebanyak 51,7 persen generasi muda belum bersedia divaksin. Hal ini diakibatkan kurangnya informasi tentang vaksinasi. Mereka beralasan takut akibat efek dari vaksin yang mereka dengar.

“Saya sendiri takut divaksin karena rumor yang beredar bahwa vaksin berisi senyawa yang didapat dari binatang dan dapat menyebabkan kematian” ungkap Fitri seorang mahasiswi Universitas HKBP Nomensen.

Info seperti inilah yang banyak beredar di kalangan anak muda sehingga membuat mereka enggan divaksin.

“Saya sendiri terpaksa vaksin karena untuk mengunjungi beberapa tempat diperlukan bukti vaksin. Jadi saya vaksin karena memang terpaksa bukan karena keinginan sendiri” tambah Johanes seorang mahasiswa Universitas HKBP Nomensen.

Bisa dilihat betapa minimnya kesadaran orang-orang muda dalam memahami vaksinasi itu sendiri. Mereka vaksin hanya karena keterpaksaan administrasi.

Pemerintah harus melihat fakta ini dan mencari solusinya terlebih dahulu sebelum menyebarkan anjuran vaksinasi. Sosialisasi yang menyeluruh masih sangat dibutuhkan sebelum menyuarakan perintah vaksin. Jika masyarakat sudah memahami tujuan dan arti vaksin itu sendiri, dengan sendirinya mereka akan mau mengikuti vaksin. Harapannya kesadaran vaksinasi Covid 19 di kalangan millenial dapat meningkat demi menuju Indonesia bebas pandemi.

 

Penulis : Celine Inviolata Hutagalung (Jurnalis warga)

*) Tulisan ini diproduksi dalam rangkaian Program Jurnalis Warga Guna Mendukung Percepatan Vaksinasi oleh PPMN.

 

 

 

Facebook Comments

Sri Lestari Samosir

Ibu Bahagia. Freelance Writer. Womanpreneur.

Leave a Reply