Saluran Komunikasi Massa Yang Tepat Untuk Mensosialisasikan Covid-19 Dan Vaksinasi

 144 total views,  2 views today

Komunikasi massa merupakan komunikasi bermedia (mediated), dan interaksi ber media berbeda dengan interaksi personal. Saluran komunikasi ini tentu saja menimbulkan tanggapan dari khalayak selaku penerima pesan. Selain tanggapan, akan muncul juga efek efek media massa yang mungkin terjadi. Oleh karena itu implikasi strategi komunikasi yang efektif perlu untuk diterapkan.

Saluran komunikasi massa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang tidak terlihat atau nampak, serta tidak saling mengenal satu sama lain. Pesannya pun biasanya dihasilkan secara individu atau berkelompok yang kemudian disebarkan melalui media elektronik (radio, televisi, internet) dan media cetak (koran, ma jalah, buku, publikasi dll).

Keberadaan berbagai macam media memiliki pengaruh kuat terhadap proses pembentukan pola pikir, sikap, dan perilaku khalayak masyarakat. Media juga sebagai saluran komunikasi dalam memberikan informasi Covid-19. Pemberitaan atau penyebaran informasi vaksinasi Covid 19 yang dilakukan oleh media dapat mempengaruhi pembentukkan opini di dalam masyarakat.

Dampak positif dari media sebagai saluran komunikasi yaitu: munculnya berbagai informasi tempat vaksin, inovasi jenis vaksinasi semakin  bermunculan, informasi vaksinasi yang diinginkan bisa diperoleh dengan cepat.

Namun ada pula dampak negatifnya yaitu banyak informasi menakut-nakuti alias hoax bermunculan di media, penyalagunaan informasi mengenai vaksinasi, membuat kericuhan mengenai vaksinasi berakibat pada kurangnya kesadaran masyarakat yang ingin di vaksin.

Baca juga  Refleksi Atas Diskusi Publik : "Membentuk Pemahaman Vaksinasi Covid 19"

Ada banyak bentuk media yang memberikan komentar-komentar pedas mengenai pemberian vaksinasi kemudian komentar tersebut diunggah untuk memberikan asumsi negatif mengenai vaksinasi. Selanjutnya banyak beredar di media sosial adalah berita abal-abal seperti: vaksin membahayakan, memberikan efek menolak pada tubuh, dan vaksin dapat menyebabkan kematian. Maka harapannya media penyebar hoax mengenai vaksinasi tidak boleh merajalela. Pemerintah memberi aturan dan hukuman pada media penyebar hoax yang tidak bertanggung jawab.

Agar pemberian vaksinasi berjalan dengan lancar masyarakat diharapkan memiliki sifat kontribusi dalam menerima informasi sesuai dengan fakta. Masyarakat juga harus lebih responsif dalam menerima informasi untuk melakukan vaksinasi.

Beberapa saluran komunikasi yang diyakini mudah diakses oleh masyarakat khususnya kelompok rentan adalah melalui media TV nasional yang menggunakan penterjemah bahasa isyarat, saluran radio, tayangan video. Selain itu, poster edukasi dan testimoni manfaat vaksinasi melalui media sosial (whatsapp grup, instagram, dan facebook) dan saluran komunikasi media warga juga dipandang efektif sebagai kanal penyampaian pesan. Tentu saja selain moda pertemuan langsung di tingkat komunitas.

Selain menggunakan media lokal, media komunitas dan sosial media yang ada pada tingkat komunitas/desa, beberapa saluran komunikasi yang bisa digunakan adalah forum-forum warga seperti kegiatan Perwiritan yang dilakukan di desa-desa dan edukasi oleh tenaga kesehatan dengan cara door to door. Sosialiasi dan edukasi yang dilakukan dari pintu ke pintu penting untuk melayani kelompok rentan yang memiliki keterbatasan untuk berkumpul dalam keramaian.

Baca juga  Simak Alur Penerima Vaksinasi Covid-19

Dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi melalui kegiatan komunitas, tenaga kesehatan juga bisa menyampaikan jadwal dan tempat vaksinasi, membagikan kupon vaksinasi. Bahkan akan lebih baik jika pada tempat yang sama pada minggu berikutnya misalkan dilakukan vaksinasi.

Sosialisasi dan edukasi vaksinasi melalui pertemuan komunitas akan efektif jika jeda waktu yang tidak terlalu lama antara sosialiasi/edukasi dengan pelaksanaan vaksinasi itu sendiri. Sebab jika terlalu lama dikhawatirkan masyarakat akan terpapar hoax kembali sehingga enggan untuk divaksin.

Terakhir diharapkan pemerintah daerah dan pusat membuka saluran komunikasi yang dapat dihubungi oleh media dan dimintai klarifikasi apabila terjadi kejadian efek simpang dan hal-hal lain terkait vaksinasi COVID-19.

 

Penulis : Dea Claudia Clara (Jurnalis Warga)

*) Tulisan ini diproduksi dalam rangkaian Program Jurnalis Warga Guna Mendukung Percepatan Vaksinasi oleh PPMN.

Referensi :

Laporan Asesmen Vaksinasi PPMN 8 Kota/Provinsi.pdf. (n.d.). Retrieved from Google Docs website: https://drive.google.com/file/d/1pWi-vhfQC-mBP2aWQrSkw_hjzfkmYBkq/view

Facebook Comments

Sri Lestari Samosir

Ibu Bahagia. Freelance Writer. Womanpreneur.

Leave a Reply