KERENDAHAN HATI

4,429 total views, 6 views today

KOTBAH MINGGU | RP FRANS SITUMORANG OFMCap.

Sir 3:17-18.20.28-29; Ibr 12:18-19.22-24a; Luk 14:1.7-14/Hari Minggu Biasa XXII

Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan,

dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan

Mengherankan bagaimana seorang pemimpin kaum Farisi mengundang Yesus makan sebab antara Yesus dan kaum Farisi kerap terjadi perselisihan, khusunya mengenai Sabat. Mungkin motivasi mengundang Yesus adalah untuk menjebak-Nya sehingga mereka dapat menangkap-Nya.

Yesus melihat sikap dan tingkah laku para tamu yang memilih tempat kehormatan, yakni yang paling dekat dengan tuan pesta atau tamu terhomat. Situasi itu dipakai Yesus untuk berbicara tentang pentingnya kerendahan hati. Dalam Kerajaan Allah, orang yang menganggap dirinya penting dan mempromosikan diri sendiri tidak dihormati dan malah dipermalukan oleh orang lain. Sikap mana yang harus kita miliki agar pantas di hadapan Allah?

Yesus tidak melarang duduk di tempat kehormatan apabila tempat itu memang disediakan untuk dia. Yang dilarang ialah sengaja pergi dan duduk di tempat terhormat. Orang itu akan dipermalukan di depan orang banyak ketika dia disuruh pindah ke tempat yang lebih rendah, karena tuan pesta mengundang orang yang lebih terhormat. Bila memilih tempat yang rendah, mungkin tuan rumah akan memintanya duduk di tempat terhormat. Pada saat itu ia menerima hormat di depan semua orang. Yesus mau menekankan kerendahan hati. Ia sendiri telah memilih jalan itu dan Allah meninggikan Yesus yang telah memilih jalan perendahan diri. Prinsip ini sejalan dengan tema pembalikan nasib hidup yang dilakukan oleh Allah.

Baca juga  DIBERKATI DI ANTARA PEREMPUAN

Yesus juga memberi ajaran kepada tuan rumah tentang pemilihan tamu untuk diundang, supaya jangan mengundang sahabat-sahabatnya atau kaum keluarga atau tetangganya yang kaya saja, karena mereka akan melakukan hal yang sama. Tentu tidak dilarang untuk mengundang mereka itu. Yesus mengingatkan mereka agar mengundang orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Bila mengundang kaum buangan mereka akan diberkati dan menerima ganjaran dari Allah pada hari kebangkitan orang-orang benar dan pada hari penghakiman. Perhatian bagi kaum pinggiran akan mendapat balasan pada akhir zaman dari Allah sendiri.

Kita sering tergoda mencari kehormatan di mata orang lain. Tapi Tuhan mengingatkan kita agar memilih jalan kerendahan hati yang membawa kita menuju kemuliaan di hadapan Allah. Perhatian kepada orang miskin serta kaum terpinggir menjadi jalan bagi kita memperoleh kemurah hati Tuhan yang telah menjadikan diri-Nya rendah dan miskin. Amin.

Facebook Comments

Leave a Reply