BIOGRAFI GEREJA KHATOLIK ST. MICHAEL HUTARAJA

 427 total views,  1 views today

Gereja Katolik St.Michael Hutaraja adalah gereja yang merupakan salah satu gereja dari Rayon Sipoholon ,Dari paroki St.Maria Tarutung .Gereja St.Michael Hutaraja adalah gereja pertama yang dibangun di daerah Hutaraja di antara gereja gereja lain. Seperti HKBP , GKLI , HKI dll .

Dahulunya gereja ini sangat kecil seperti rumah rumah tempat biasa orang karena dahulu belum ada materi yang harus disumbangkan atau digunakan untuk membangun gereja ini menjadi gereja yang lebih layak disebut gereja namun dengan bertambahnya tahun atau dana yang telah terkumpul dibangun lah gereja yang layak yaitu berdinding kayu dan kursi yang terbatas

Sebelum Gereja St.Michael Hutaraja yang kita kenal Sekarang dibangun, sebelumnya nya gereja Hutaraja berdiri pada tahun 1933 , yang dulunya digunakan Penjajah sebagai tempat penyimpanan bahan pangan seperti padi . Setelah penjajah kalah dan pergi dari Daerah Hutaraja, Gudang tersebut digunakan sebagai tempat ibadah , karena dulunya ibadah dilakukan di rumah umat . berhubung tempat tersebut kosong , para Umat memutuskan untuk beribadah di sana  . Mereka memanfaatkan tempat kosong tersebut sebagai tempat berdoa bersama para Umat yang lain .

Pada tahun 70-an gereja Hutaraja dilakukan pembaharuan . Gereja dibangun ulang . Wilayah gereja menjadi luas setelah membeli tanah tanah warga di sekitar gereja , gereja diberi taman kecil di samping nya dan halaman kecil di sisi samping sebelah yang biasa digunakan untuk Asmika saat masih ber-gereja

Setelah beberapa saat, pada tahun 2014 ,  Dengan bantuan dari para Perantau , Kerjasama Umat dan Pegurus Gereja akhirnya Gereja St.Michael di perbaiki lagi  dan Penandatanganan prasati  Dilakukan oleh Yang Mulia Uskup Agung Medan , Mgr. Anicetus B Sinaga pada Minggu , 21 Juni 2015 .

Tak lama setelah nya , menyusul lah pembangunan Goa Maria , yang sekarang di beri nama “Goa Maria na gok asi” dan diberkati dan disahkan  oleh Yang Mulia Uskup Agung Medan , Mgr. Anicetus B Sinaga pada tahun 2016.

Pada saat yang sama yaitu pada tahun 2016 diadakan krisma untuk seluruh Paroki Tarutung di Gereja St.Michael Hutaraja . Akses jalan yang mudah yaitu berdekatan dengan jalan besar dan lapangan gereja yang luas mampu menampung seluruh umat Paroki yang hadir untuk Krisma , dan misa berdoa bersama .

Baca juga  Gereja Paroki St. Petrus Paulus - Parongil “Berbuat Banyak Dengan Sedikit Yang Dimiliki”

Pembangunan Goa Maria tersebut menjadikan Gereja St.Michael Hutaraja sebagai satu satunya gereja yang mempunyai Goa Maria di Rayon Sipoholon .

Setiap bulan Maria, dan Bulan Rosario diadakan Doa Novena serayon yang diadakan di Gereja St. Michael Hutaraja tepatnya di Goa Maria Na Gok Asi Hutaraja, setiap awal dan akhir bulan Maria, dan setiap awal dan akhir Bulan Rosario, sebagai pembuka dan penutup

Suasana sekitar gereja juga sangat nyaman dan sejuk karena dibelakang gereja ada sawah dan pepohonan yang masih tumbuh asri apalagi dengan adanya goa Maria disamping menambah keindahan sangat cocok disana untuk meditasi atau menenangkan diri sejenak karena keadaan yang sangat mendukung oleh pepohonan kecil,bunga bunga yang mekar dan ditambah pemandangan sawah dan pohon asri membuat nya menjadi yang terbaik

Umat gereja khatolik st.michael hutaraja juga sangat aktif dalam mengikuti setiap perlombaan perlombaan yang diadakan oleh paroki ataupun Rayon dari perlombaan itu para umat berusaha untuk menjadi yang terbaik dan berlatih tidak sedikit pencapaian yang telah diterima

Baik dalam koor umat, cerdas cermat asmika serayon,perlombaan psalmen serayon,pembacaan alkitab,dan drama yang diikuti oleh asmika,dan omk

Organisasi di gereja ada beberapa yaitu OMK , Punguan Ina , dan asmika . Namun Asmika belum diperbolehkan untuk beribadah di gereja . Karena kondisi sekarang .

Setiap minggu , OMK dan Punguan Ina akan melakukan koor yang berdekatan dengan penghujung acara. OMK juga sudah terbiasa sebagai petugas untuk acara setiap hari Minggu. Berbeda dari dulu , yang katanya hanya yang sudah berkeluarga yang dapat berdiri di mimbar sebagai petugas gereja.

OMK juga telah sepakat dengan pengurus agar dapat mengadakan Misa khusus OMK , yang diusahakan agar terlaksana minimal sekali dalam sebulan . Misa ini bisa juga dihadiri para Umat , bukan hanya OMK saja . Sebagaimana tujuan utamanya adalah berdoa dan ikut serta dalam perayaan ekosistem yang kudus .

Baca juga  Kuasi Paroki St. Paskalis Diski: “KARENA SALING MENDUKUNG, GEREJA KITA TERUS BERKEMBANG”

Keaktifan para umat dan organisasi gereja seperti ‘OMK , Punguan Ina, Pengurus gereja ,  Gereja Katolik St.Michael semakin maju , dan bisa seperti sekarang .

Di Pandemi sekarang , Gereja St.Michael Hutaraja sempat terhenti aktivitas nya sampai beberapa bulan . Sampai akhirnya Gereja kembali di buka untuk Umat  . Gereja memang sudah di buka namun tetap melakukan dan menerapkan jaga jarak , pakai masker , dan mencuci tangan. Umat usia 12 kebawah dan orangtua usia 60 kebawah dianjurkan untuk beribadah di rumah .

Pada hari besar , Seperti Natal Tahun Lalu , Paskah Tahun lalu juga Paskah tahun ini , tidak ada perayaan atau acara . Pada Natal hanya diadakan acara ibadah seperti acara ibadah pada hari Minggu , pada Hari Paskah tahun lalu , jalan salib , makan bersama , ibadah bersama  ataupun hal lain tidak dilakukan . Tapi pada Paskah tahun ini yang dilakukan beberapa Minggu lalu , setiap jumat malam diadakan devosi jalan salib , para perantau juga menyediakan makanan untuk umat , diadakan juga Misa untuk merayakan hari Kebangkitan Kristus . Asmika juga di beri kesempatan merayakan paskah dengan mencari telur paskah yang memang biasanya dilaksanakan oleh para Asmika .

Meski beberapa hari lalu Gereja St.Michael Hutaraja telah kehilangan sosok penting yang selalu aktif di gereja , Para Umat , OMK ,pengurus gereja , dan punguan ina akan tetap mengusahakan yang terbaik bagi gereja . Agar gereja St.Michael Hutaraja semakin baik dan maju ke depannya .

Seperti yang dikatakan , beberapa hari lalu Gereja St.Michael Hutaraja kehilangan sosok penting . OMK juga merasa kehilangan , sebagaimana kehilangan sosok yang mengajari , dan mengarahkan setiap minggu . Begitu juga dengan Umat yang kehilangan sosok Ketua Dewan Stasi yang baru saja ditetapkan  . OMK , Umat , Pengurus Gereja yang lain, dan semua anggota gereja setelah kehilangan akan tetap mengusahakan yang terbaik. (OMK Stasi Hutaraja Paroki Tarutung)

 

Facebook Comments

Leave a Reply