Aplikasi SIP2Kat Permudah Pelaporan dan Pengawasan Penyuluh Katolik Non PNS

Loading

Di tengah percepatan digitaliasi seluruh program pemerintah, Pembimas Katolik juga bertransformasi dengan adanya layanan SIP2Kat yang ditujukan bagi penyuluh non pns. Aplikasi ini telah digunakan para penyuluh dan terus ditingkatkan agar menjadi aplikasi pelaporan kinerja penyuluh yang semakin nyaman dan berkualitas.

Untuk mendukung hal tersebut Pembimas Katolik Pusat mengadakan sosialisasi aplikasi SIP2Kat untuk Regio Barat, di Medan, 13-15 Desember 2022. Acara ini berlangsung di Hotel Gran Inna Medan, diikuti 30 orang admin dan 470 penyuluh non pns yang hadir melalui zoom.

Direktur Agama Katolik, Aloma Sarumaha dalam pembukaan acara tersebut menyampaikan bahwa kehadiran aplikasi SIP2Kat ditujukan untuk mempermudah pelaporan dan pengawasan kegiatan penyuluh non pns. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mempercepat  penyebaran dan pemerataan digitalisasi layanan pemerintah.

Ia berharap lewat kegiatan ini, para penyuluh semakin mampu dan mahir dalam menggunakan aplikasi, sehingga mempermudah proses pelaporan dan realisasi anggaran atau honorarion penyuluh.

Dalam diskusi dan prakteknya, hadir juga programer aplikasi yaitu Faisal Muhammad yang sangat terbuka dalam mengakomudasi masukan dan kritikan dari pengguna aplikasi.

Faisal Muhammad_ Developer aplikasi SIP2Kat

Untuk penyuluh katolik, terdapat dua sistem aplikasi yang dibesut, yaitu dengan basis android dan berbasis web. Para penyuluh bebas memilih aplikasi yang akan digunakan untuk melaporkan rencana dan realiasi kegiatannya masing-masing.

Dalam kesempatan ini para panitia juga melakukan evaluasi terkait kendala di tingkat admin maupun di tingkat penyuluh yang bisa mengakibatkan  kembalinya dana/ anggaran  ke kas negara.

Beberapa kendala utama diantaranya dialami oleh para penyuluh di kepulauan Mentawai yang sungguh kesulitan mengakases aplikasi, karena jarak yang jauh dari pusat kota atau sumber sinyal. Hal ini mengakibatkan pelaporan tidak bisa dilakukan dengan baik sehingga membutuhkan cara khusus.

Di tempat terpisah, ada juga beberapa wilayah di Sumatera utara yang masih susah menemukan sinyal sehingga juga memerlukan bantuan dalam pelaporannya.

Lewat kegiatann ini diharapkan, admin dan para penyuluh bisa bekerjasama dalam  menggunakan aplikasi dengan mudah, sehingga tidak ada lagi penyuluh yang gagal melaporkan kegiatannya. Dengan demikian para penyuluh bisa segera memperoleh honorariumnya sesuai ketentuan dan anggarannya.

 

**

 

Facebook Comments

Leave a Reply